Puluhan Siswa SMPN 1 Nabire Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Ikut Program POPM Frambusia

Minggu, 29 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak siswa SMPN 1 Nabire dirawat di RSUD Siriwini Nabire setelah mengikuti program POPM Frambusia, Sabtu (28/1/2023). (Foto: Galeri Papua)

Tampak siswa SMPN 1 Nabire dirawat di RSUD Siriwini Nabire setelah mengikuti program POPM Frambusia, Sabtu (28/1/2023). (Foto: Galeri Papua)

NABIRE – Puluhan siswa SMP Negeri 1 Nabire terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi obat antibiotik azithromycin.

Obat antibiotik tersebut diberikan oleh petugas kesehatan Puskesmas Nabaruaz saat melakukan program pemberian obat pencegahan massal (POPM) Frambusia yang dicanangkan pemerintah di SMP Negeri 1 Nabire, Sabtu (28/1/2023).

Dari pantauan GaleriPapua.com di RSUD Siriwini, anak-anak tersebut dirawat di IGD didampingi orang tua wali dan juga beberapa orang guru termasuk kepala sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anak-anak itu tampak tengah terbaring lesu, lemas, disertai wajah pucat dengan tangan yang sedang terpasang cairan infus.

Menurut dokter yang menangani langsung, yakni dr. Indah, anak-anak tersebut memiliki keluhan yang berbeda-beda.

“Keluhannya berbeda-beda. Cuma kebanyakan dari mereka mengalami mual, muntah, dan nyeri perut atau nyeri ulu hati. Kami berikan cairan infus dan obat lambung,” ujar dr. Indah.

Dia menilai bahwa dosis obat azithromycin yang diberikan cukup tinggi sehingga anak-anak yang terdampak merasa mual dan bahkan muntah.

Baca Juga :  Tahun Ini Dinas Perikanan Mimika Kembali Canangkan Program Bantuan Alat Tangkap bagi Nelayan OAP

“Beberapa diantaranya sudah diperbolehkan pulang karena bergejala ringan dan bagian besar hanya dilakukan rawat jalan,” jelasnya.

Di samping itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, dr. Frans Charles Sayori, M.Kes., mengatakan, sebelum melakukan pengobatan, PKM Nabarua telah menyampaikan pemberitahuan bahwa akan ada pemberian obat dalam program POPM Frambusia.

Pemberitahuan itu berpesan bahwa sebelum pemberian obat, siswa diharapkan sarapan pagi dari rumah atau makan sebelum minum obat nantinya.

“Tapi ada yang belum sarapan maka terjadilah efek samping yang bersifat ringan seperti mual, muntah dan pusing. Saya sudah di TKP dan bicara langsung dengan pihak sekolah, bahkan orang tua siswa, polisi, dan wartawan di IGD RSUD tadi,” kata dokter Sayori kepada Nabire.Net dikutip GaleriPapua.com.

“Intinya bukan keracunan obat tapi adanya efek samping obat karena ada siswa yang tidak sarapan. Ini juga bukan salah obat karena obat ini merupakan obat program Frambusia yang sudah lama diprogramkan bahkan sejak orang tua kita dulu. Dosisnya juga tepat sesuai umur dan obatnya tidak kadaluarsa,” tegasnya.

Baca Juga :  Aksi Mimbar Bebas di Nabire Soroti Papua Darurat Investasi dan Bebaskan 4 Tapol NFRPB

Salah satu orang tua wali murid yang sempat diwawancari media ini dalam kesempatan itu mengaku kaget mendengar informasi bahwa anaknya dibawa ke rumah sakit.

Namun, setelah mendengar penjelasan dari pihak rumah sakit, ia menilai bahwa itu termasuk hal yang wajar. Dia berharap ke depannya kejadian ini tidak terulang kembali.

“Sempat kaget dengar informasi anak saya dibawa ke rumah sakit, tapi itu hal yang wajar saja. Kami bersyukur sekolah terus dampingi dan memberi pemahaman tentang kejadian ini. Bagi saya tidak ada masalah,” ujar Hengky orang tua wali siswa.

Berdasarkan data yang diperoleh GaleriPapua.com dari petugas IGD RSUD Nabire, sebanyak 27 anak yang telah di rawat atas peristiwa ini.

Mereka diantaranya merasa gejala ringan berupa mual, pusing dan nyeri pada ulu hati. Setelah dirawat mereka diperbolehkan pulang dan hanya rawat jalan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dirut BPJS Kesehatan ke Mimika Gandeng Pemda Perkuat JKN
Kasus Campak di Mimika Meningkat, Dinkes Luncurkan Imunisasi Kejar
Ruang Operasi RS Waa Banti akan Beroperasi pada Juni 2026 Mendatang
Dinkes Mimika Bangun Puskesmas Perintis Rp34 Miliar, Target 150 Ribu Warga Dapat Layanan Gratis
Dinkes Mimika Targetkan 2 Juta Tes Malaria dan 50 Ribu Skrining TBC pada 2026
DP3AP2KB Mimika Tekankan Kolaborasi dalam Percepatan Penurunan Stunting
PASTI-Papua Gelar Asesmen TPPS di Mimika Perkuat Percepatan Penurunan Stunting
Peringati Hari Kanker Sedunia, Kogabwilhan III Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:46 WIT

Dirut BPJS Kesehatan ke Mimika Gandeng Pemda Perkuat JKN

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:06 WIT

Kasus Campak di Mimika Meningkat, Dinkes Luncurkan Imunisasi Kejar

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:28 WIT

Ruang Operasi RS Waa Banti akan Beroperasi pada Juni 2026 Mendatang

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:18 WIT

Dinkes Mimika Bangun Puskesmas Perintis Rp34 Miliar, Target 150 Ribu Warga Dapat Layanan Gratis

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:12 WIT

Dinkes Mimika Targetkan 2 Juta Tes Malaria dan 50 Ribu Skrining TBC pada 2026

Berita Terbaru

Jenazah korban dievakuasi dari Kali Kabur, Mile 30 Tanggul Barat, areal PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Rabu (18/3/2026). (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Seorang Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Mile 30 Mimika

Rabu, 18 Mar 2026 - 23:00 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/