Dinkes Mimika Petakan Krisis Tenaga Kesehatan, Renput Jadi Dasar Pemerataan Layanan

Ahmad

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana kegiatan pendampingan perhitungan rencana pemenuhan tenaga kesehatan di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Rabu (17/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Suasana kegiatan pendampingan perhitungan rencana pemenuhan tenaga kesehatan di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Rabu (17/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mulai memetakan kebutuhan tenaga kesehatan guna mengatasi persoalan kekurangan dan ketimpangan distribusi tenaga medis yang selama ini menghambat pelayanan kesehatan dasar, terutama di wilayah terpencil.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pendampingan perhitungan rencana pemenuhan tenaga kesehatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang diikuti pengelola sumber daya manusia (SDM) dan perencana fasilitas kesehatan itu dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Heri Onawame, serta dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat membacakan sambutan Bupati Mimika, Heri Onawame menegaskan bahwa perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan harus dilakukan secara akurat dan berbasis data agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh masyarakat secara adil dan merata.

Ia juga mengapresiasi Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan yang memberikan pendampingan dalam proses tersebut.

Menurutnya, validasi data menjadi langkah penting untuk mengurangi kesenjangan pelayanan kesehatan yang selama ini dipengaruhi oleh tantangan geografis di wilayah Mimika.

Baca Juga :  Resmikan RS Tk IV Timika, Menhan: Ini untuk TNI dan Masyarakat

“Karena itu, validasi data menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan distribusi tenaga kesehatan sesuai kebutuhan di lapangan,” katanya.

Renput Jadi Acuan Perencanaan

Pelaksana Tugas Kepala Seksi Sumber Daya Tenaga Kesehatan Dinkes Mimika sekaligus Ketua Panitia, Septina Felle, mengatakan perencanaan yang terukur dan berkelanjutan merupakan fondasi utama dalam penguatan layanan kesehatan.

Untuk meminimalkan kesalahan data, Kementerian Kesehatan kini mewajibkan pemerintah daerah menggunakan Aplikasi Rencana Kebutuhan Tenaga Kesehatan (Renput).

Aplikasi tersebut menghitung kebutuhan riil tenaga kesehatan melalui metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes).

“Hasil perhitungan Renput menjadi dasar resmi dalam penyusunan rencana pemenuhan tenaga kesehatan baik di tingkat pusat maupun daerah,” ungkap Septina.

Melalui sistem digital tersebut, Dinkes Mimika menargetkan pemetaan jumlah, jenis, dan kualifikasi tenaga kesehatan dapat disesuaikan dengan beban kerja nyata di lapangan, bukan sekadar berdasarkan perkiraan.

Dengan demikian, pemenuhan tenaga kesehatan dapat dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Mimika Masih Kekurangan Dokter dan Tenaga Gizi

Di sisi lain, Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Kristianus Tebai, mengungkapkan bahwa sejumlah puskesmas di Mimika masih mengalami kekurangan tenaga gizi, dokter gigi, terapis gigi dan mulut, serta tenaga farmasi.

Baca Juga :  Perizinan Survei Potensi Daerah Tingkatkan Potensi Investasi

Kondisi tersebut menyebabkan pelayanan kesehatan dasar di sejumlah wilayah belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Pemerintah Provinsi Papua Tengah pun mendorong program pendidikan dokter spesialis dengan target 20 peserta pada tahun ini. Namun, hingga saat ini baru dua dokter yang mengikuti program tersebut, masing-masing berasal dari RSUD Mimika dan RS Waa Banti.

Selain kekurangan tenaga spesialis, Kristianus juga menyoroti ketimpangan distribusi tenaga kesehatan antardaerah di Papua Tengah.

Beberapa kabupaten tercatat mengalami kelebihan perawat dan bidan, sementara daerah lainnya justru kekurangan dokter. Situasi itu semakin diperberat oleh kondisi keamanan di sejumlah wilayah.

“Dengan data yang akurat, perencanaan melalui portal Perencanaan Kebutuhan Daerah (PKD) dapat dilakukan lebih tepat sasaran sehingga distribusi tenaga kesehatan, termasuk di daerah terpencil, bisa lebih merata,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRK Soroti Kekosongan Pimpinan Puskesmas Jita, Kapus Bantah Ada Biaya Rujukan Pasien
Dua Kasus Kaki Gajah Ditemukan di Timika, Dinkes Mimika Kejar Target Bebas Filariasis 2030
Tanaman Obat Keluarga Kembali Digalakkan, Dinkes Mimika Siapkan Kader Sebagai Penyalur Edukasi
Dinkes Mimika Gencarkan Sosialisasi Medical Check Up untuk Usia Produktif
Semangat Bhayangkara untuk Negeri, Polda Papua Tengah Layani Ratusan Warga Melalui Bakti Kesehatan
Tekan Kasus Malaria, 48 Kampung di Nabire Bentuk Tim Pengendalian
Dinas Kesehatan Mimika Gelar Pelatihan Nakes Guna Perkuat Layanan Posyandu
Permudah Perizinan Nakes, Dinkes Mimika Sinkronkan Data SIP dengan Sistem Nasional

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:51 WIT

DPRK Soroti Kekosongan Pimpinan Puskesmas Jita, Kapus Bantah Ada Biaya Rujukan Pasien

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:22 WIT

Dua Kasus Kaki Gajah Ditemukan di Timika, Dinkes Mimika Kejar Target Bebas Filariasis 2030

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:49 WIT

Tanaman Obat Keluarga Kembali Digalakkan, Dinkes Mimika Siapkan Kader Sebagai Penyalur Edukasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:46 WIT

Dinkes Mimika Gencarkan Sosialisasi Medical Check Up untuk Usia Produktif

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:20 WIT

Semangat Bhayangkara untuk Negeri, Polda Papua Tengah Layani Ratusan Warga Melalui Bakti Kesehatan

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi (kiri), dan Vice President Government Relations PT Freeport Indonesia, Lenny Josephina (kanan), menandatangani Berita Acara Serah Terima hibah 11 kilometer pipa HDPE di area operasional dataran rendah PTFI, Mile 34, Mimika, Papua Tengah, Kamis, 9 Juli 2026. Dok. PTFI

Freeport

PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika

Jumat, 10 Jul 2026 - 14:39 WIT