Sejumlah Guru di Mimika Ikut Pelatihan Persiapan Lomba Potensi Sains oleh SATP

Endy Langobelen

Senin, 25 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tutor Matematika, Lutfi Arifin, memberikan pelatihan persiapan lomba potensi sains bagi sejumlah guru SD di salah satu ruangan Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Timika, Papua Tengah, Senin (25/3/2024). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Tutor Matematika, Lutfi Arifin, memberikan pelatihan persiapan lomba potensi sains bagi sejumlah guru SD di salah satu ruangan Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Timika, Papua Tengah, Senin (25/3/2024). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Yayasan Pendidikan Lokon – Sekolah Asrama Taruna Papua (YPL – SATP) bekerja sama dengan Universal Learning Center (ULC) memberikan pelatihan kepada sejumlah guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menegah pertama (SMP) di Mimika.

Pelatihan dalam rangka persiapan perlombaan sains itu berlangsung selama dua hari, 25-26 Maret 2024 di SATP, Timika, PapuacTengah.

Kepala Yayasan Pendidikan Lokon, Andreas Ndityomas, menyampaikan bahwa pihaknya selaku pengelola SATP bersama ULC ingin menciptakan wadah perlombaan atau kompetisi guna mengembangkan mutu pendidikan di Mimika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menemukan bahwa dalam mengembangkan mutu pendidikan, aspek persiapan, proses belajar itu penting tetapi anak harus diajak untuk bisa membuka wawasan dalam kompetisi global secara sehat. Maka itu kita harus menciptakan wadah, ciptakan panggung. Panggung itu bukan untuk seseorang tetapi mutu pendidikan harus diusahakan bersama,” jelas Andreas.

Dia menyebut, perlombaan sains yang nantinya diadakan pada tanggal 3 Mei itu juga merupakan bagian dari proses persiapan, belajar, monitoring evaluasi, yang mana sangat penting ke depannya untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional.

“Proses kompetisi ini sangat penting karena kita di Papua biasanya tunggu pusat atau nasional menyelengarakan baru kita buat. Padahal untuk bisa bersaing secara nasional kita harus menyiapkan dasar yang kuat. Maka itu, kita harus menyiapkan atmosfer persaingan sehat akademik antara siswa itu sendiri, baik di dalam kelas, antar kelas, antar sekolah, antar kabupaten/kota, antar provinsi dan pada tingkat nasional. Inilah sebuah proses,” tuturnya.

“Jadi, seorang anak yang berkecimpung di bidang sains dan bisa meraih prestasi itu bukan jatuh dengan sendirinya. Itu bukan di SMA baru nanti paksakan anak. Di SMP juga bukan, tapi harus dimulai dari pendidikan dasar,” imbuhnya.

Baca Juga :  Diikuti 19 Klub, Turnamen Sepak Bola Bupati Cup Askab PSSI Mimika 2023 Resmi Dibuka

Andreas mengatakan, pihaknya memilih bekerja sama dengan ULC karena ULC telah memiliki pengalaman melahirkan anak-anak yang bisa meraih medali emas, perak, maupun perunggu di tingkat nasional.

“Kita undang ULC ke sini, lalu kita membekali guru-guru kita dengan teknik dan metode bahkan kesulitan, halangan, rintangan dalam menyiapkan soal-soal, menyiapkan anak-anak. Itu yang dilatih secara teknis hari ini sehingga pengalaman itu mereka akan bawa dalam sebulan untuk menyiapkan anak-anak mereka,” terang Andreas.

“Jadi, bukan hanya kita ikut lomba buta begitu tetapi bagaimana kita persiapkan juga SDM gurunya. Anak mungkin akan lulus dan pergi tapi SDM guru ini sangat penting, dia yang akan mendampingi anak anak. Karena itu, pengembangan SDM juga sangat perlu,” lanjutya.

Menurut Andreas, hari ini merupakan sebuah momen di mana mereka mengajak para guru bahkan pimpinan dari sekolah-sekolah lain di Mimika untuk bersama-sama memulai menumbuhkan motivasi semangat minat bakat anak yang mana harus diperjuangkan bersama.

“Jika tidak dari Papua, kita akan sulit meraih medali nasional kalau kita tidak bekerja sama. Bersama kita bisa,” pungkasnya.

Sementara itu, Lutfi Arifin selaku Tutor Matematika menuturkan bahwa di dalam pelatihan ini, dirinya akan memberikan beberapa materi, di antaranya teori bilangan, aritmatika, geometri, dan kombinatorika.

“Kegiatan (pelatihan) ini dua hari. Hari pertama buat SD, hari kedua nanti buat SMP. Materi berbeda-beda sesuai tingkatkan,” jelasnya.

Senada dengan Andreas, Lutfi juga mengatakan bahwa lomba sains yang akan dilaksanakan pada bulan Mei nanti bertujuan untuk menggalakkan kompetisi di Mimika.

Baca Juga :  Pj Gubernur Papua Tengah Pimpin Apel HUT ke-51 Korpri di Mimika

“Karena sejauh kami berdiskusi dengan pihak sekolah itu kompetensi sains di sini kurang. Anak-anak kalau mau berprestasi kan harus sering berkompetisi. Kalau kompetisi nya kurang maka harus disediakan kompetisinya. Makanya tujuan utama dari penyelenggaraan ini sebagai ajang untuk memperkenalkan kompetisi sains sekaligus nanti memperkenalkan acara lomba yang nanti akan dilaksanakan tanggal 3 Mei,” terangnya.

Seorang peserta pelatihan, guru dari SD Negeri I Mimika, Magdalena Tubultenan, menyampaikan terima kasih kepada pihak penyelenggara atas kesempatan dan juga dukungan motivasi yang diberikan kepadanya serta guru-guru lainnya.

“Ini menjadi satu motivasi bagi kami untuk terus membimbing dan mendidik anak-anak ini. Bukan untuk pengetahuan, pengalaman mereka, tetapi di dalam perkembangan, mereka bisa melihat ke depan bahwa mereka harus membuat sesuatu untuk masa depannya,” tuturnya.

Kepala SATP, Johana Tnunai, mengungkapkan sampai dengan saat ini, terdapat 30 guru yang terdaftar mengikuti pelatihan untuk persiapan lomba sains.

“15 sekolah untuk pendidikan IPA, 15 untuk Matematika. Jadi, 30 guru yang mengikuti. Tentunya akan bertambah karena akan dibuka sampai bulan April. Ketika kami memberikan informasi, ada respon positif dari teman-teman untuk bisa mengikuti hari ini. Ini dalam rangka hari pendidikan nasional dan ini pertama kali kami lakukan. Kami berharap selanjutnya kami akan tetap membuatnya,” tutur Johana.

Sebagai informasi, kegiatan pelatihan ini dan juga perlombaan potensi sains merupakan kegiatan yang didukung langsung oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Data Anak Putus Sekolah Tak Akurat, Dinas Pendidikan Mimika Rekap Ulang
40 Siswa SD Jayapura Belajar Tangani Cacingan hingga Kesehatan Gigi dan Mulut
Hindari Tumpang Tindih, Pemkab Mimika Minta YPMAK Fokus ke Mahasiswa OAP
Menolak Lupa Sejarah: Anak-Anak Sekolah Belajar Warisan Leluhur di Ekowisata Mangrove Pigapu
SPMB 2026 Dibuka, SMP Negeri 7 Mimika Siapkan Kuota 256 Siswa
Ribuan Pelajar Padati Hari Pertama Pendaftaran SMAN 1 Mimika, Sistem Antrean Membeludak
Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka
Rumah Pintar Hadir di Pedalaman Puncak Jaya, Buka Akses Belajar Anak-anak Papua

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:49 WIT

Data Anak Putus Sekolah Tak Akurat, Dinas Pendidikan Mimika Rekap Ulang

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:06 WIT

40 Siswa SD Jayapura Belajar Tangani Cacingan hingga Kesehatan Gigi dan Mulut

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:12 WIT

Hindari Tumpang Tindih, Pemkab Mimika Minta YPMAK Fokus ke Mahasiswa OAP

Senin, 29 Juni 2026 - 09:57 WIT

Menolak Lupa Sejarah: Anak-Anak Sekolah Belajar Warisan Leluhur di Ekowisata Mangrove Pigapu

Senin, 22 Juni 2026 - 14:54 WIT

SPMB 2026 Dibuka, SMP Negeri 7 Mimika Siapkan Kuota 256 Siswa

Berita Terbaru