MIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Pemerintah Kabupaten Mimika melakukan Aksi Penghijauan di Kawasan Grasberg pada ketinggian 4.300 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (15/5/2024).
Penghijauan Kawasan Grasberg menjadi rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 di Kabupaten Mimika.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PTFI, Carl Tauran mengungkapkan aksi penghijauan merupakan program reklamasi batuan penutup PTFI yang menjadi bagian dari Rencana Reklamasi Lima Tahunan sejak tahun 1999 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekaligus komitmen perusahaan dalam mengelola lingkungan hidup baik selama masa operasi dan juga pasca-tambang terbuka Grasberg,” kata Carl Tauran dalam keterangan tertulis yang diterima GaleriPapua.Com, Jumat (17/5/2024) malam.
Penghijauan Kawasan Grasberg, disisi lain, merupakan komitmen PTFI dalam pengelolaan dampak lingkungan atas kegiatan penambangan terbuka Grasberg yang telah diakhiri tahun 2020.
Hingga akhir tahun 2023, total area timbunan batuan penutup Grasberg yang telah direklamasi PTFI seluas 507 hektar.
Penghijauan Kawasan Grasberg melibatkan 200 orang. Mereka merupakan perwakilan karyawan PTFI, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, perwakilan tokoh agama di Tembagapura dan komunitas istri karyawan.
Sebanyak 400 bibit ditanam di kawasan seluas 1 hektare. Tumbuhan yang ditanam ialah beragam tumbuhan endemik di ekosistem Alpine Pegunungan Tengah Papua seperti coprosma brassii, olearia sp., Rhododendron sp., Tasmania piperita., Cyatea sp., dan Papuacalia sp.
Upaya pengelolaan dampak lingkungan PTFI melalui kegiatan reklamasi juga dilakukan di kawasan pengendapan tailing.
Sampai saat ini, kawasan pengendapan tailing seluas 762 hektare telah direklamasi dan 930 hektare kawasan di muara Sungai Ajkwa telah ditanami dengan spesies mangrove.
Tanggung jawab PTFI dalam pemulihan lahan tidak hanya dilakukan di wilayah Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) saja tetapi juga membantu pemerintah dengan melakukan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung di wilayah Jayapura.
Kawasan seluas 2.338 hektare telah ditanami dengan bibit tanaman hutan dan buah-buahan dari total 4.232 hektare dengan target penanaman sampai tahun 2025.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Frans Kambu menyebut penanaman bibit di Kawasan Grasberg adalah langkah yang efektif dalam menekan dampak perubahan iklim.
“Upaya yang kita lakukan hari ini berkontribusi dalam penurunan emisi. Saya harap, kepedulian bersama yang kita lakukan hari ini, tidak berhenti sampai disini,” kata Frans Kambu.
Lebih lanjut, dia berharap kegiatan penghijauan yang dilaksanakan PTFI dapat menginspirasi instansi lain dan masyarakat di wilayah Kabupaten Mimika dalam melestarikan lingkungan.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 mengambil tema Land Restoration, Desertification and Drought Resilience (“Restorasi Lahan, Penggurunan, dan Ketahanan terhadap Kekeringan”).
Setelah penghijauan Grasberg, peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024 dilanjutkan dengan kompetisi, talk show, sharing session, pelepasliaran satwa endemik Papua, dan agenda lainnya.
Acara puncak Hari Lingkungan Hidup PTFI 2024 direncanakan akan dilaksanakan pada 10-12 Juli mendatang di Gedung Eme Neme Yauware Timika, melalui penyelenggaraan Expo Lingkungan.








