OPM Klaim Bakar Sekolah di Pegunungan Bintang, Pelajar Diminta Ikut Perjuangkan Kemerdekaan

Endy Langobelen

Minggu, 14 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak sebuah bangunan yang diklaim dibakar oleh TPNPB Kodap XXXV Bintang Timur di Kampung Borban, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Jumat (12/7/2024).  (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

Tampak sebuah bangunan yang diklaim dibakar oleh TPNPB Kodap XXXV Bintang Timur di Kampung Borban, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Jumat (12/7/2024). (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

PEGUNUNGAN BINTANG – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XXXV Bintang Timur, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), mengklaim telah membakar sejumlah gedung sekolah di Kampung Borban, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Jumat (12/7/2024).

Klaim tersebut disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam sebuah siaran pers yang diterbitkan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB pada Minggu (14/7/2024) sore.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi pada hari Minggu, 14 Juli 2024, dari Panglima TPNPB Kodap XXXV Bintang Timur, Bridjen Ananias Ati mimin, bahwa pasukannya telah membakar seluruh bangunan SD, SMP, SMA dan SMK di Kampung Borban, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang pada hari Jumat, 12 Juli 2024,” ujar Sebby.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditegaskan, aksi pembakaran ini dilakukan sesuai pengumuman yang telah disampaikan sebelumnya sejak Desember 2021 bahwa TPNPB akan membakar seluruh bangunan sekolah yang ada di wilayah operasi OPM.

Sebby mengatakan, aksi pembakaran sekolah harus dilakukan karena pihaknya menilai pendidikan yang dijalankan versi Indonesia telah merusak nilai-nilai budaya, sejarah, serta ideologi Papua Merdeka pada anak-anak yang merupakan aset dan juga generasi penerus perjuangan kemerdekaan Papua Barat.

Baca Juga :  Pengakuan Pastor di Timika: OPM Berjuang karena Luka dan Martabat Papua

“Anak-anak sekolah dipaksa menghafal Undang-Undang Negara Indonesia dan pahlawan Indonesia yang bagi kami itu adalah satu pembodohan bagi generasi Papua,” kata Sebby.

“Sekarang, sudah waktunya sekolah dibakar, gedung-gedung pemerintah dibakar, dan ini waktunya orang Papua hanya berpikir berjuang Papua Merdeka. Nanti, setelah merdeka, baru kita bangun sekolah-sekolah, rumah sakit, dan gedung pemerintah negara Papua Barat yang lebih baik untuk orang Papua,” imbuhnya.

Di samping itu, dia juga mengimbau kepada seluruh pelajar serta mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar Papua, khususnya di wilayah Indonesia, untuk segera kembali ke Papua dan bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan bangsa Papua.

“Nanti, setelah merdeka, lalu seluruh pelajar dan mahasiswa akan dikirim ke luar negeri menempuh pendidikan yang lebih baik dengan menggunakan uang negara kami sendiri. Maka sekarang, sudah saatnya semua pelajar dan mahasiswa pulang ke Papua dan berjuang Papua Merdeka agar Papua bisa lebih cepat merdeka,” tandasnya.

Adapun pesan yang ditujukan kepada setiap pasukan TPNPB di seluruh 36 Kodap untuk segera melakukan pembakaran terhadap seluruh fasilitas dan bangunan milik Pemerintah Indonesia.

“Karena fasilitas tersebut digunakan sebagai pos militer Indonesia selama Papua ditetapkan sebagai wilayah operasi militer Indonesia sejak tahun 1960 hingga detik ini,” jelas Sebby.

Baca Juga :  Bakar Batu Dukung AIYE, Warga SP2: Anak Mimika Harus Jadi Tuan di Negerinya Sendiri

“Kami juga mengimbau kepada orang Papua untuk segera bersatu dan berjuang untuk kemerdekaan Papua. Orang Papua harus segera sadar untuk tidak diadudombakan oleh negara Indonesia agar kita saling membunuh. Sebab, lawan kita hanya satu yaitu negara kolonial Indonesia,” pungkasnya.

Galeripapua.com telah mengonfirmasi peristiwa pembakaran gedung sekolah ini ke Polda Papua melalui Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, pada Minggu sore. Namun, Benny meminta waktu untuk dilakukan pengecekan terlebih dahulu.

“Saya konfirmasi dulu,” jawabnya singkat via pesan WhatsApp.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Candra Kurniawan, pun menjawab demikian.

“Terima kasih kaks, salam sehat. Kami konfirmasi dulu di lapangan ya kaks,” tuturnya melalui pesan WhatsApp.

Sementara Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Operasi Damai Cartenz 2024, Kombespol. Bayu Suseno, menyebutkan bahwa hingga saat ini, tidak ada info kejadian pembakaran di Pegunungan Bintang.

“Sampai sekarang, gak ada info kejadian di Pegunungan Bintang. Mungkin itu di tempat lain atau kejadian lama yang diunggah kembali,” ujar Bayu dalam pesan WhatsApp.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut  https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengendara Motor Tewas Berujung Penikaman di Mimika
Polisi Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu di Timika
Peredaran Sopi Picu Gangguan Keamanan, Aparat Gabungan Tertibkan Pasar Sentral Timika
SOMAP: Segera Hentikan Kekerasan Militer di Papua
Narkoba Masih Intai Mimika, 11 Tersangka Ditangkap dalam Empat Bulan
Polres Mimika Musnahkan Sabu Rp312 Juta, Dua Pengedar Lama Dibongkar
Anggota KKB Penembak Warga Sipil di Puncak Jaya Ditangkap di Mimika
Dua Orang Terluka dalam Bentrok Antar Pemuda di Gorong-gorong Timika

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:59 WIT

Pengendara Motor Tewas Berujung Penikaman di Mimika

Selasa, 28 April 2026 - 16:32 WIT

Peredaran Sopi Picu Gangguan Keamanan, Aparat Gabungan Tertibkan Pasar Sentral Timika

Senin, 27 April 2026 - 23:14 WIT

SOMAP: Segera Hentikan Kekerasan Militer di Papua

Senin, 27 April 2026 - 21:52 WIT

Narkoba Masih Intai Mimika, 11 Tersangka Ditangkap dalam Empat Bulan

Senin, 27 April 2026 - 14:23 WIT

Polres Mimika Musnahkan Sabu Rp312 Juta, Dua Pengedar Lama Dibongkar

Berita Terbaru

Seorang penggiat Inorga KIS dengan papan seluncurnya sedang melakukan salah satu trik dalam permainan skateboard di area Car Free Day—Jalan Cenderawasih, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Event

KIS Mimika Warnai Parade Hardiknas di Car Free Day

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:56 WIT

Polisi lalu lintas melakukan olah tempat kejadian perkara di Jalan Poros Mapurujaya KM 10, Mimika, Jumat, 1 Mei 2026. Galeripapua/Istimewa

Hukrim

Pengendara Motor Tewas Berujung Penikaman di Mimika

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:59 WIT