Amnesty Internasional Indonesia Desak KKB Bebaskan Sandera dalam Keadaan Selamat

Rabu, 8 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid.

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid.

JAKARTA – Amnesty Internasional Indonesia mengecam tindakan penyerangan dan penyanderaan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap warga sipil di wilayah Nduga, Papua Pegunungan.

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, mendesak KKB agar segera membebaskan para sandera dengan kondisi hidup, termasuk Kapten Philips Max Marthin, pilot armada penerbangan sipil Susi Air.

“Kami mengecam keras serangan terhadap warga dan objek sipil di Papua. Kami mendesak agar pilot dan sejumlah orang lainnya yang disandera segera dibebaskan dalam keadaan selamat,” ujar Usman dalam keterangan resmi Amnesty Internasional Indonesia yang diterima GaleriPapua.com pada Rabu (8/2/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami juga meminta para pihak yang berkonflik untuk menghormati hukum dan hak asasi manusia, serta kemanusian dan juga hukum internasional. Semua pihak harus mengutamakan jalan non-kekerasan demi menyelamatkan warga sipil,” imbuhnya.

Baca Juga :  Satgas ODC Serahkan Yuni Enumbi dan Barang Bukti Ratusan Amunisi ke Kejari Jayapura

Usman mengatakan bahwa peristiwa pembakaran pesawat dan penyanderaan di Nduga sudah seharusnya menjadi evaluasi pemerintah dalam pendekatan keamanan di Papua.

“Negara terikat kewajiban internasional hak asasi manusia untuk menjamin keselamatan setiap orang, termasuk warga negara asing, dari segala bentuk kekerasan. Jika terjadi kekerasan, maka negara wajib untuk mengusut dan memastikan tegaknya keadilan dan akuntabilitas, bukan terus melanggengkan pendekatan lama yang selama puluhan tahun ini menimbulkan banyak korban,” kata dia.

Berdasarkan laporan dari Amnesty Internasional Indonesia, terdapat 15 orang yang saat ini diyakini dalam penyanderaan KKB.

Dikatakan bahwa belasan orang tersebut merupakan para pekerja proyek Puskesmas di Kabupaten Nduga.

Sedangkan satu di antaranya adalah Kapten Philips Max Marthin, seorang pilot berkebangsaan Selandia Baru yang mengawaki pesawat penerbangan sipil milik maskapai Susi Air yang dibakar KKB saat mendarat di bandara Paro.

Sementara itu, dalam catatan Amnesty Internasional Indonesia, aksi penyanderaan yang terjadi di Papua oleh KKB bukan baru kali ini terjadi.

Baca Juga :  OPM Serukan Duka Nasional Atas Gugurnya Anggota TPNPB Basoka Lawiya

Pada 2017, aksi penyerangan maupun penyanderaan terhadap 1.300 warga sipil pernah terjadi di Desa Kimbely dan Desa Banti, di Kabupaten Mimika.

Pengulangan peristiwa penyerangan maupun penyanderaan ini, menurut Amnesty Internasional Indonesia, menunjukkan bahwa situasi keamanan dan konflik di Papua masih belum menunjukkan arah perbaikan.

“Insiden pembakaran objek sipil, dan penyanderaan ini, sekali lagi menjadi bukti berulangnya kekerasan di wilayah Papua secara terus-menerus,” tandasnya.

Dia mengatakan kedua belah pihak yang bertikai, yakni pasukan keamanan Indonesia maupun KKB seharusnya mempertimbangkan dampak ke masyarakat sipil yang kerap menjadi korban atas aksi-aksi yang dilakukan.

“Kami menyerukan, adanya peninjauan ulang atas pendekatan yang selama ini dipilih oleh negara, dan semua pihak untuk lebih mengutamakan jalan non-kekerasan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tifa Creative Bawa UMKM Mimika ke Perhatian Staf Khusus Presiden, Tiar Diundang ke TIFA 2027
Petrosea Hadirkan Inovasi Pemanfaatan Air Hujan untuk Memperluas Akses Air Layak Minum di Sorong
Gaun Biru Vina, Duta TIFA Asal Kamoro yang Bersinar di Panggung Nasional
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, “Search and Rescue Goes to School” Edukasi Pelajar di Mimika
IA-ITB Dorong Investasi dan Pengembangan SDM untuk Percepat Pembangunan Papua
Transaksi Rp627 Ribu yang Berujung PHK di Alfamidi Sentani
Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai
Pelecehan Seksual Berulang di Jayapura, Mengapa Korban Belum Terlindungi?

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:39 WIT

Tifa Creative Bawa UMKM Mimika ke Perhatian Staf Khusus Presiden, Tiar Diundang ke TIFA 2027

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:47 WIT

Petrosea Hadirkan Inovasi Pemanfaatan Air Hujan untuk Memperluas Akses Air Layak Minum di Sorong

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIT

Gaun Biru Vina, Duta TIFA Asal Kamoro yang Bersinar di Panggung Nasional

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:42 WIT

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, “Search and Rescue Goes to School” Edukasi Pelajar di Mimika

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:02 WIT

IA-ITB Dorong Investasi dan Pengembangan SDM untuk Percepat Pembangunan Papua

Berita Terbaru

Sebuah mobil milik anggota polisi dibakar oleh warga di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Jumat, 30 Oktober malam. (Foto: Dok. Warga)

Hukrim

Mobil Anggota Polisi Dibakar di Kwamki Narama Mimika

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:55 WIT