Home / DPR

DPD RI Soroti Kasus Bom Molotov Jubi yang Mandek, Siap Panggil Panglima TNI dan Kapolri

Endy Langobelen

Rabu, 2 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usai pertemuan dengan DPD RI, foto bersama di di Kantor Redaksi Jubi, di Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua pada Selasa (1/7/2025). (Foto: Istimewa/Jubi - Larius Kogoya)

Usai pertemuan dengan DPD RI, foto bersama di di Kantor Redaksi Jubi, di Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua pada Selasa (1/7/2025). (Foto: Istimewa/Jubi - Larius Kogoya)

JAYAPURA – Setelah hampir sembilan bulan tanpa titik terang, kasus pelemparan bom molotov ke Kantor Redaksi Jubi mulai mendapat perhatian serius dari tingkat pusat.

Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan Papua akhirnya turun tangan, menyusul kebuntuan penyidikan oleh aparat penegak hukum di Papua.

Wakil Ketua Komite I DPD RI, Carel Simon Petrus Suebu, memimpin langsung kunjungan ke kantor Jubi di Jalan SPG Taruna, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Selasa, 1 Juli 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia datang sebagai respons atas surat advokasi yang dikirim Koalisi Advokasi Keadilan dan Keselamatan Jurnalis di Tanah Papua sejak April lalu.

“Kami di Komite I DPD RI akan menindaklanjuti kasus ini. Kami tidak bisa tinggal diam saat ada indikasi ketidakadilan terhadap media dan jurnalis,” ujar Suebu usai pertemuan tertutup yang berlangsung hampir dua jam bersama jajaran Jubi dan tim koalisi.

Suebu menyebut, langkah awal yang akan ditempuh adalah membahas kasus ini secara formal di Komite I DPD RI, sebelum melanjutkan proses ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk memanggil Panglima TNI dan Kapolri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Baca Juga :  Ribuan Pendukung AIYE Banjiri Peresmian Sekretariat Pemenangan Dapil 4

“Kita akan dalami motif dan pihak-pihak yang diduga terlibat. Ini akan kami bawa ke Jakarta. Kami ingin masalah ini ditangani dengan serius dan transparan,” tegasnya.

Dalam pertemuan yang dihadiri Direktur PT. Media Jubi Papua, Hana S. Damimetou, Pemimpin Redaksi Jubi Jean Bisay, staf redaksi, serta tim hukum dan perwakilan koalisi, terungkap bahwa hingga hari ke-258 sejak insiden pada 16 Oktober 2024, belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan.

“Penyelidikan oleh Polda Papua seperti jalan di tempat. Padahal sudah banyak bukti dan indikasi awal yang harusnya bisa dikembangkan,” kata Simon Patirajawane, kuasa hukum Jubi dari Koalisi Advokasi.

Ia menyampaikan bahwa koalisi berharap kasus ini segera dibawa ke tingkat nasional, agar ada penegakan hukum yang adil.

“Kami tidak hanya bicara soal Jubi. Ini soal kebebasan pers dan rasa aman bagi jurnalis di Papua,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Jean Bisay. Menurutnya, kehadiran Suebu bukan hanya simbolis, melainkan langkah awal konkret dari perjuangan panjang mencari keadilan.

Baca Juga :  Laksanakan RDP, DPRK Mimika Minta DLH Benahi Status dan Kesejahteraan Petugas Kebersihan

Ia menyebut, surat dari koalisi sebelumnya telah disampaikan melalui anggota DPD RI Yorris Raweyai dan akhirnya mendapat respons resmi.

“Pak Suebu datang langsung, mendengar sendiri keterangan dari kami. Harapan kami, ini bukan sekadar seremonial. Kami ingin pelaku segera diungkap dan diadili. Itu saja,” ujar Bisay.

Suebu menambahkan, pihaknya menargetkan dalam bulan Juli 2025 sudah ada progres signifikan.

“Kami akan kawal ini hingga tuntas. Jurnalis harus dilindungi, bukan dibungkam atau diintimidasi,” katanya.

Insiden bom molotov di kantor Jubi terjadi pada dini hari, 16 Oktober 2024. Sejauh ini belum diketahui siapa pelaku dan apa motif di balik serangan tersebut.

Tak hanya menyerang fisik bangunan, peristiwa ini juga dianggap sebagai bentuk ancaman terhadap kebebasan pers di Papua, yang selama ini berada dalam tekanan dari berbagai pihak.

DPD RI menegaskan akan memproses kasus ini sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam undang-undang.

Sementara itu, Koalisi Advokasi dan Jubi menyatakan akan terus mendorong agar kasus ini menjadi perhatian nasional dan tak dibiarkan menguap begitu saja.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRK Mimika dan TNI-Polri Petakan Wilayah Rawan, Fokus Mitigasi Konflik
DPRK Mimika Sebut Perda Perlindungan UMKM OAP Tidak Melarang Pedagang Non-OAP
Berkunjung ke Atuka, Komisi IV DPRK Mimika Dorong Pengelolaan Profesional Air Bersih
Perda Pangan Lokal Mulai Berlaku, DPRK Mimika Tekankan Sosialisasi Humanis
DPRK Mimika Gelar RDP, Penataan ASN Sesuai Aturan
Laksanakan RDP, DPRK Mimika Minta DLH Benahi Status dan Kesejahteraan Petugas Kebersihan
DPRK Mimika Jadwalkan RDP dengan DLH Usai Mogok Petugas Sampah
Komisi II DPRK Mimika Tinjau Keluhan Warga di Wania

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 11:43 WIT

DPRK Mimika dan TNI-Polri Petakan Wilayah Rawan, Fokus Mitigasi Konflik

Selasa, 14 April 2026 - 01:41 WIT

DPRK Mimika Sebut Perda Perlindungan UMKM OAP Tidak Melarang Pedagang Non-OAP

Jumat, 10 April 2026 - 13:43 WIT

Berkunjung ke Atuka, Komisi IV DPRK Mimika Dorong Pengelolaan Profesional Air Bersih

Rabu, 8 April 2026 - 19:55 WIT

Perda Pangan Lokal Mulai Berlaku, DPRK Mimika Tekankan Sosialisasi Humanis

Kamis, 2 April 2026 - 05:16 WIT

DPRK Mimika Gelar RDP, Penataan ASN Sesuai Aturan

Berita Terbaru

Polisi lalu lintas melakukan olah tempat kejadian perkara di Jalan Poros Mapurujaya KM 10, Mimika, Jumat, 1 Mei 2026. Galeripapua/Istimewa

Hukrim

Pengendara Motor Tewas Berujung Penikaman di Mimika

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:59 WIT

Barang bukti narkotika yang diamankan polisi setelah penangkapan dua tersangka di Mimika. Kamis, 30 April 2026. Galeripapua/Istimewa

Hukrim

Polisi Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu di Timika

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:41 WIT

Kebakaran menghanguskan sebuah bangunan di Jalan Cenderawasih, Mimika, Kamis malam, 30 April 2026. Galeripapua/Istimewa

Pemerintahan

Distrik Mimika Baru Petakan Risiko Kebakaran di Permukiman Padat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:10 WIT

Ket. Foto: Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Felix Wanggai (tengah) di Hotel Horison Diana Mimika, Kamis 30 April 2026. Galeripapua/ Kevin Kurni.

Pemerintahan

Pemerintah Akan Kembalikan Dana Otsus Papua Rp2,5 Triliun

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:27 WIT