Jalin Kolaborasi, TIFA Creative Tampil Memukau di Panggung Internasional

Endy Langobelen

Selasa, 25 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Ketua Umum TIFA, Dina Merani, bersama keenam penari dan Art Director TIFA Creative, Alfo Smith, setelah membawakan tarian via Zoom Meeting di acara pertunjukan seni dan budaya yang diselenggarakan oleh The KLF Re-Enactment Society (KLFRS) pada Minggu (23/6/2024) malam. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

i

Foto bersama Ketua Umum TIFA, Dina Merani, bersama keenam penari dan Art Director TIFA Creative, Alfo Smith, setelah membawakan tarian via Zoom Meeting di acara pertunjukan seni dan budaya yang diselenggarakan oleh The KLF Re-Enactment Society (KLFRS) pada Minggu (23/6/2024) malam. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – TIFA Creative berhasil tampil memukau dalam sebuah acara pertunjukan seni dan budaya yang diselenggarakan oleh The KLF Re-Enactment Society (KLFRS) pada Minggu (23/6/2024) malam.

Pertunjukan live streaming bertaraf internasional tersebut ditayangkan melalui Zoom Meeting yang mana para penontonnya berasal dari sejumlah kota di Indonesia maupun luar negeri seperti Liverpool, London, Iceland, dan lain sebagainya.

Pada penampilan itu, TIFA Creative menurunkan enam penarinya beserta seorang Art Director, Alfo Smith.

Keenam penari TIFA Creative menampilkan tarian pangkur sagu, sebuah tarian yang merepresentasikan kebiasaan tradisi orang Papua dalam memanen sagu.

Sementara Alfo Smith dikhususkan oleh penyelenggara untuk membawakan tarian eksplorasi dari sebuah lagu yang telah ditentukan.

Saat diwawancarai Galeripapua.com usai pertunjukan, Alfo menjelaskan bahwa tarian yang ia tampilkan lebih mengangkat kisah-kisah pengalaman masa lampau yang digali kembali dan diterjemahkan ke dalam bentuk tarian.

“Dia lebih ke stori, kaya perjalanan. Jadi, cerita yang kelam dicoba untuk digali kembali melalui gerak yang kemudian dicoba untuk di-translate ke semua orang yang nonton bahwa perasaan-perasaan yang pernah hilang jika terus digali kembali itu bentuknya seperti apa. Itu yang dibawakan tadi,” jelas Alfo.

Baca Juga :  Kapolres Mimika Imbau Warga Tetap Tertib dalam Penjemputan Eltinus Omaleng

Kata dia, pemaknaan tersebut dapat disandingkan dengan bagaimana kisah dari band The KLF, sang pemilik lagu yang dipakai dalam tarian yang dibawakannya.

Selain TIFA Creative, adapun penampilan dari salah satu sanggar seni asal Bali. Mereka menarikan tarian bola api.

Pertunjukan di malam itu mendapatkan berbagai apresiasi dan pujian dari para penonton yang tampak kagum melihat tradisi dan budaya Indonesia yang ditampilkan begitu natural dan eksotik.

“Mereka senang karena teman-teman di sini bisa menari dan memberikan pertunjukan yang luar biasa. Walaupun sempat ada beberapa kekurangan teknis seperti soal jaringan yang kurang baik sehingga suara musik kurang terdengar, tapi penonton sangat mengapresiasi,” ungkap Ketua Umum TIFA, Dina Merani.

Dina pun turut berbangga karena pertunjukan tersebut merupakan pengalaman perdana TIFA Creative menampilkan perform melalui Zoom Meeting.

Baca Juga :  4 OPD di Mimika Jadi Pilot Project Keamanan Data Digital di Tanah Papua

“Ini perform yang baru juga bagi kita karena untuk pertama kalinya tema-teman semua perform melalui Zoom Meeting. Biasanya kita zoom untuk meeting tapi kali ini, zoom untuk perform,” tuturnya.

Di samping itu, menurut Dina, pertunjukan ini pun dapat dijadikan sebagai batu loncatan bagi Timika Inside Festival of Art (TIFA) dalam mempromosikan event yang akan diselenggarakan pada Juli 2204 mendatang.

“Ini kita juga sekalian promosi TIFA 2024 dan TIFA di tahun-tahun selanjutnya. Kami berharap, tahun depan bisa kerja sama dengan teman-teman dari KLRFS,” kata Dina.

Dina menyebut untuk tahun ini, TIFA Creative pun telah diundang untuk hadir dalam KLFRS (Bali Chapter) Art & Music Festival yang akan digelar pada 23 Agustus 2024 di Kota Denpasar.

“Kita akan komunikasi lebih intens dengan teman-teman di Bali untuk bisa support kita hadir di sana. Informasi saat ini, mungkin dua atau tiga orang yang bisa mereka support. Jadi, nanti kita akan sama-sama berupaya,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Film “Teman Tegar Maira”, Suara Lirih Papua di Tengah Ancaman Deforestasi
Etika Jurnalisme di Era AI, Lucky Ireeuw: Manusia Tetap di Kemudi
Fesmed Papua Hadirkan Seminar Keamanan Digital untuk Lawan Hoaks Lewat Jurnalisme Damai
Ketua AWP: Fesmed Jadi Ruang Peningkatan Kapasitas dan Literasi Media Papua
Fesmed Papua Raya Fokus Bekali Jurnalis dengan Keterampilan Investigasi, AI, dan Jurnalisme Damai
Sejarah Baru Pers Papua! Festival Media Perdana Satukan Jurnalis Lintas Generasi di Nabire
Wartawan Senior Papua Perkuat Festival Media Perdana di Nabire
KASTIL 2025 Siap Digelar Perdana di Kei: Panggung Seni, Budaya, dan Kreativitas Anak Muda Pesisir

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:15 WIT

Film “Teman Tegar Maira”, Suara Lirih Papua di Tengah Ancaman Deforestasi

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:59 WIT

Etika Jurnalisme di Era AI, Lucky Ireeuw: Manusia Tetap di Kemudi

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:28 WIT

Fesmed Papua Hadirkan Seminar Keamanan Digital untuk Lawan Hoaks Lewat Jurnalisme Damai

Rabu, 14 Januari 2026 - 03:30 WIT

Ketua AWP: Fesmed Jadi Ruang Peningkatan Kapasitas dan Literasi Media Papua

Rabu, 14 Januari 2026 - 03:09 WIT

Fesmed Papua Raya Fokus Bekali Jurnalis dengan Keterampilan Investigasi, AI, dan Jurnalisme Damai

Berita Terbaru

Tiga eks anggota TPNPB-OPM yakni Kataw Kulua (26 tahun), Yaikinus Murib (23 tahun), dan Lois Murib (28 tahun), berikrar setia kepada NKRI.(Foto: Istimewa/Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya)

Hukrim

Tiga Eks TPNPB-OPM Kodap Sinak Ikrar Setia kepada NKRI

Senin, 19 Jan 2026 - 20:04 WIT