OPM Sebut Tembak Aparat di Puncak Jaya untuk Gagalkan HUT RI

Endy Langobelen

Kamis, 15 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

PUNCAK JAYA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XXVII Sinak mengaku telah melakukan penembakan di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, pada 15 Agustus 2024 kemarin.

Berdasarkan siaran pers yang diterbitkan oleh Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB dan disebarkan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, per tanggal 16 Augustus 2024, disebutkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari komandan operasi Kodap XXVII sinak, Mayor Kalenak Murib.

“Mayor Kalenak Murib melaporkan bahwa pasukan kami tembak 2 dua orang anggota TNI di Kota Baru Sinak, Kabupaten Puncak Jaya. Satu anggota mati dan yang satunya luka tembak,” ujar Sebby sesuai laporan Kelenak Murib.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebby menyampaikan, pada penyerangan tersebut, tidak ada satu pun korban dari pasukan TPNPB-OPM Kodap XXVII.

“Dalam penyerangan ini pasukan kami tidak ada yang korban luka-luka maupun dapat tembak. Kalenak juga menambahkan bahwa perjuangan kami tidak akan berhenti, tapi kami perang terus sampai perjuangan kami terwujud,” katanya.

Baca Juga :  Dukcapil Mimika Raih Penghargaan Aktifasi lKD Tertinggi di Timur lndonesia

Disebutkan aksi penembakan ini bertujuan untuk menggagalkan perayaan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2024.

Orang asli Papua pun diminta untuk tidak terlibat mengikuti perayaan HUT RI. Sebab, menurut TPNPB-OPM, bangsa Papua tidak pernah ikut di dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Oleh karena itu, dengan tegas orang asli Papua tidak perlu ikuti perayaan hari Kemerdekaan Indonesian. Sekali lagi orang Asli Papua jangan ikut-ikutan dan jangan merasa rendah diri, tapi bangkit dan lawan penjajahan Indonesian di Papua,” tegasnya.

“Dan pesan bahwa Pasukan TPNPB yang sudah siap tetap lakukan penembakan untuk gagalkan perayaan HUT kolonial Indonesian tahun 2024 ini,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa seorang anggota TNI dikabarkan gugur ditembak pada Kamis (15/8/2024) sore menjelang malam di Lapangan Sport Center, Kota Baru.

Anggota TNI yang menjadi korban penembakan di Puncak Jaya, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Informasi yang dihimpun Galeripapua.com, sebelum ditembak, korban saat itu diketahui sedang melaksanakan pengamanan terhadap Ketua KPU Provinsi Papua Tengah, Jenifer Darling Tabuni, yang ikut menghadiri acara peluncuran tahapan Pilkada serentak bupati dan wakil bupati Puncak Jaya di Lapangan Sport Center.

Baca Juga :  Siswa Papua Football Academy Dipanggil Timnas Indonesia

Kabar mengenai penembakan ini dibenarkan oleh Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024, Kombes Pol. Bayu Suseno.

“Iya benar. Korbannya anggota TNI. Silakan ditanyakan ke Dandim atau Pen Kodam atau Pen Kogabwilhan ya,” ujar Bayu singkat saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Kamis malam.

Senada, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, pun mengatakan hal yang sama.

“(Korban) anggota TNI. Berkenan konfirmasi ke Kapendam ya,” jawab Benny melalui pesan WhatsApp.

Benny juga menyebutkan bahwa situasi kamtibmas di Puncak Jaya masih tergolong kondusif.

“Situasi masih kondusif aman,” tuturnya.

Galeripapua.com telah berupaya mengonfirmasi Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Candra Kurniawan, dan Kapenkogabwilhan III, Kolonel Inf Winaryo, melalui pesan WhatsApp.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum juga memberikan jawaban.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika
Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal
Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya
Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika
Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi
8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua
Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam
Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:13 WIT

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Juni 2026 - 19:09 WIT

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:01 WIT

Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:35 WIT

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:06 WIT

Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT