Pemalangan Jalan di Perempatan SP1 dan SP4 Timika Berujung Ricuh

Jefri Manehat

Kamis, 3 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepolisian saat membubarkan masyarakat dengan tembakan gas air mata. (Foto: Galeri Papua/Jefri Manehat)

Kepolisian saat membubarkan masyarakat dengan tembakan gas air mata. (Foto: Galeri Papua/Jefri Manehat)

MIMIKA – Aksi pemalangan jalan yang dilakukan keluarga korban di perempatan jalan SP1 dan SP4, Timika, Papua Tengah, berujung ricuh.

Kericuhan berawal dari gesekan antara pihak keluarga yang membuat kegaduhan sehingga kepolisian yang sedang berjaga pun ikut dilempar.

Kepolisian kemudian melepaskan tembakan gas air mata ke gerombolan masyarakat yang melakukan pemalangan jalan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tembakan gas air mata itu membuat masyarakat lari berhamburan. Namun, masyarakat terus menghujani kepolisian dengan lemparan batu.

Kericuhan berlangsung sekitar 30 menit. Diketahui situasi saat ini telah kondusif. Akan tetapi, beberapa anggota kepolisian masih berjaga-jaga di lokasi kejadian mengantisipasi kejadian susulan.

Baca Juga :  Tuduhan Ijazah Palsu, Tim Maximus-Peggi Tempuh Jalur Hukum

Diberitakan sebelumnya, warga Kelurahan Kamoro Jaya, SP 1, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, digegerkan dengan penemuan mayat yang diketahui bernama AA di Jalur 2 pada dini hari sekitar pukul 05.00 WIT.

Penemuan mayat tersebut langsung direspon oleh pihak keluarga yang ada di sekitar. Tidak terima kematian AA, pihak keluarga melakukan pemalangan jalan di perempatan jalan SP1 dan SP4.

Tidak hanya palang jalan, pihak keluarga juga membakar ban di titik tengah perempatan jalan tersebut.

Baca Juga :  Jenazah Pekerja Proyek Puskesmas Korban KKB di Puncak Dievakuasi ke Timika

Keluarga korban meminta agar pihak kepolisian segera mengusut kematian AA.

Berdasarkan beberapa keterangan dari keluarga korban, AA mengalami luka di bagian leher, pelipis, dan jari.

Keluarga korban menduga AA meninggal karena dibunuh orang tak kenal (OTK).

Saat ini, jenazah AA sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika untuk dilakukan visum.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imigrasi Mimika Amankan WN PNG yang Masuk Indonesia Secara Ilegal
Curanmor di Mimika Seret Pelajar SMP, Motor Dijual Rp800 Ribu
Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat
Dua Warga Ditembak, Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan
Blapos TIFA Management: Dari Freestyle Jalanan Menuju Panggung Besar
Eksekusi Sengketa Lahan SP 2 Ditangguhkan, PN Timika Tegaskan Prosedur Sesuai Hukum
Blokade Jalan Cenderawasih Mimika Masih Berlangsung, Polisi Pilih Jalur Persuasif
PT Jasti Pravita Jamin Lindungi Pekerja OAP, Kuasa Hukum Tetap Tempuh Jalur Pidana

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:16 WIT

Imigrasi Mimika Amankan WN PNG yang Masuk Indonesia Secara Ilegal

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:35 WIT

Curanmor di Mimika Seret Pelajar SMP, Motor Dijual Rp800 Ribu

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:18 WIT

Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:26 WIT

Dua Warga Ditembak, Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:48 WIT

Blapos TIFA Management: Dari Freestyle Jalanan Menuju Panggung Besar

Berita Terbaru