Pemerintah Pusat Bakal Renovasi 21 Ribu Rumah di Papua

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. (Foto: BPMI Setpres)

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. (Foto: BPMI Setpres)

PAPUA – Pemerintah pusat bersiap menggelar program bedah rumah terbesar di Tanah Papua. Sebanyak 21.000 rumah tidak layak huni akan direnovasi secara serentak di enam provinsi mulai 27 April 2026.

Program ini digagas Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di bawah komando Menteri Maruarar Sirait, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemerataan pembangunan di Papua.

“Untuk masyarakat Papua, nanti akan ada program bedah rumah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, di mana rumah yang akan direnovasi minimal sebanyak 21.000 rumah,” kata Ara dalam konferensi pers di Kementerian Dalam Negeri, Rabu (15/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini akan menjangkau 42 kabupaten/kota di enam provinsi Papua. Setiap daerah ditargetkan mendapat jatah minimal 500 unit rumah yang akan diperbaiki.

Baca Juga :  “Wisata Mancing Dadakan” di Jalan Ahmad Yani Mimika, Sindiran Halus untuk Genangan Abadi

“Kabupaten/kota di Papua itu kalau tidak adalah ada 42, 42 kabupaten/kota ya, jadi per kabupaten/kota itu akan ada bedah rumah sebanyak 500 unit,” lanjutnya.

Tak berhenti pada renovasi fisik, pemerintah juga menyiapkan intervensi ekonomi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan. Skema ini menyasar pelaku UMKM agar lebih mudah mengakses pembiayaan tanpa agunan.

“Juga akan ada program KUR perumahan yang diarahkan oleh Presiden Prabowo, yang pertama membuat KUR perumahan bagi UMKM yang ajukan pinjaman di bawah Rp 100 juta, tidak pakai jaminan dan bunganya hanya 0,5% per bulan atau 6% per tahun. Harusnya tidak ada lagi rentenir di Tanah Papua,” terangnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan Publik, Bupati Mimika Mutasi 38 Pejabat

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penataan kawasan permukiman kumuh di sejumlah kota utama, seperti Jayapura, Merauke, dan Sorong.

“Kemudian juga ada kawasan kumuh. Kami akan perbaiki kawasan pemukiman kumuh di Jayapura, kemudian di Papua Selatan (Merauke), dan juga di Sorong,” jelasnya.

Pelaksanaan program ini akan dimulai serentak pada 27 April 2026 dan disebut sebagai langkah masif pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat Papua.

“Mohon doanya, kita akan buat kegiatan yang sangat masif di Tanah Papua secara serentak di 6 provinsi, 42 kabupaten/kota mulai 27 April 2026,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aplikasi OSS Melambat, DPMPTSP Mimika Datangkan Narasumber Dua Kementerian
Pemkab Mimika Bakal Rekayasa Lalu Lintas dan Tertibkan Parkir
BRIN Siap Dampingi Tifa Creative, Dorong Inovasi UMKM dan Ekonomi Kreatif Mimika
Dukung Transformasi dan Digitalisasi Pelayanan Publik, Disdukcapil Mimika Sosialisasi Peran IKD
TPA Mimika Ditarget Berubah Jadi Tempat Pengolahan Sampah dalam 5 Tahun
Buang Sampah Sembarangan di Mimika? Siap-Siap Didenda Rp25 Juta
Dinkes Mimika Jadi Pionir Sosialisasi Inovasi Daerah 2026
Sayembara Inovasi, BRIDA Selenggarakan Lomba Bertajuk Mimika Innovation Week 2026

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:38 WIT

Aplikasi OSS Melambat, DPMPTSP Mimika Datangkan Narasumber Dua Kementerian

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:33 WIT

Pemkab Mimika Bakal Rekayasa Lalu Lintas dan Tertibkan Parkir

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:19 WIT

BRIN Siap Dampingi Tifa Creative, Dorong Inovasi UMKM dan Ekonomi Kreatif Mimika

Senin, 8 Juni 2026 - 12:59 WIT

Dukung Transformasi dan Digitalisasi Pelayanan Publik, Disdukcapil Mimika Sosialisasi Peran IKD

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:21 WIT

TPA Mimika Ditarget Berubah Jadi Tempat Pengolahan Sampah dalam 5 Tahun

Berita Terbaru