MIMIKA – Jumlah pengguna Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Mimika terus meningkat. Hingga Senin (25/8/2025), tercatat sebanyak 20.601 warga telah mengaktivasi KTP Digital.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Mimika, Slamet Sutejo, menyebut capaian ini merupakan kemajuan signifikan dalam pelayanan publik.
“Memang ada peningkatan, total 20.601 masyarakat Mimika yang aktivasi KTP Digital. Ini tentu sangat baik ya dari kecepatan pelayanan publik,” kata Slamet saat ditemui di Timika, Selasa (26/8/2025).
Menurutnya, data administrasi kependudukan (Adminduk) kini semakin terintegrasi dengan berbagai instansi, baik pemerintah daerah, instansi vertikal, maupun sektor swasta. Hal ini membuat pelayanan publik berjalan lebih efektif dan efisien.
Jumlah Penduduk Mimika Terus Bertambah
Berdasarkan data semester I tahun 2025, jumlah penduduk Kabupaten Mimika tercatat sebanyak 320.839 jiwa. Dari jumlah tersebut, penduduk laki-laki sebanyak 168.793 jiwa dan perempuan 152.046 jiwa.
Jumlah Kartu Keluarga (KK) di Mimika mencapai 91.350. Adapun sebaran penduduk terbanyak berada di Distrik Mimika Baru (145.611 jiwa), disusul Distrik Wania (64.819 jiwa), dan Distrik Kuala Kencana (31.922 jiwa).
Distrik lain yang cukup padat penduduknya yakni Kwamki Narama (13.968 jiwa), Mimika Timur (11.769), Iwaka (11.253), Tembagapura (10.234), serta Mimika Tengah (5.293).
Sementara itu, sejumlah distrik dengan jumlah penduduk relatif sedikit antara lain Mimika Timur Jauh (4.352), Mimika Barat Tengah (3.365), Mimika Barat (2.892), Mimika Barat Jauh (2.776), Alama (2.765), Amar (2.623), Jita (2.192), Jila (2.079), Hoya (1.567), dan Agimuga (1.359).
Tak Semua Bisa Dipaksakan Digital
Meski pertumbuhan IKD cukup pesat, Slamet menegaskan pemerintah tidak memaksakan seluruh warga segera beralih ke identitas digital.
Beberapa wilayah pesisir dan pegunungan yang belum memiliki akses telekomunikasi masih tetap dilayani dengan KTP Elektronik.
“Apakah semuanya akan kita digitalkan? Semuanya tentu berproses. Tidak semuanya masyarakat kita di pesisir dan pegunungan dipaksakan untuk digital, makanya KTP Elektronik tetap kita layani dan kita tetap terbitkan, tetapi digitalnya tetap berproses,” jelasnya.
Meski begitu, Slamet optimistis digitalisasi kependudukan suatu saat akan menjangkau seluruh wilayah Mimika.










