Sikapi Adanya Perundungan di Wilayahnya, Kepala Distrik Wania Terbitkan Imbauan

Ahmad

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala Distrik Wania, MErlyn Temorubun. (Foto: Istimewa)

Plt. Kepala Distrik Wania, MErlyn Temorubun. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun mengambil langkah tegas menyikapi adanya tindakan perundungan/bullying yang terjadi di Sekolah Kalam Kudus yang menyebabkan adanya aksi unjuk rasa oleh keluarga korban pada Senin, 13 Oktober 2025.

Langkah tegas yang dilakukan Merlyn adalah menerbitkan surat imbauan kepada seluruh sekolah yang berada di wilayah pemerintahannya mengenai pencegahan dan penindakan mengenai hal tersebut.

Menurut Merlyn, perundungan atau bullying secara langsung menyerang fisik maupun mental korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban yang mengalami perundungan bisa menyebabkan depresi, kecemasan, isolasi sosial bahkan berdampak pada prestasi akademis.

Bahkan, juga dapat berakibat fatal terhadap masalah fisik dan menimbukan keinginan untuk bunuh diri.

Adapun dampak yang dapat menyerang pelaku adalah masalah kesehatan mental, kesulitan menjalin hubungan sosial yang sehat, dan konsekuensi disipliner atau hukum.

Oleh karena itu perlu adanya tindakan pencegahan serta penindakan terhadap perilaku perundungan di sekolah.

Baca Juga :  Sayembara Inovasi, BRIDA Selenggarakan Lomba Bertajuk Mimika Innovation Week 2026

Adapun di dalam surat itu, Merlyn menegaskan dalam rangka menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik maka seluruh pihak sekolah diimbau untuk melakukan langkah-langkah nyata dalam mencegah serta menindak tegas segala bentuk perilaku bullying (perundungan) di lingkungan sekolah, baik yang dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial.

Berkaian edengan isi surat itu, ada 5 poin penting yang ditegaskan oleh Merlyn. Yang pertama, Merlyn dengan tegas meminta agar setiap sekolag dapat menegakkan disiplin dan budaya saling menghormati di antara peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.

Kedua, membentuk tim pencegahan dan penanganan perundungan (TPPP) di tingkat sekolah sesuai dengan pedoman dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Ketiga, melakukan sosialisasi rutin kepada peserta didik dan orang tua/wali mengenai dampak negatif bullying terhadap korban maupun pelaku.

Keempat, melaporkan kepada instansi terkait (Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial) dengan tembusan kepada kami apabila terdapat kasus perundungan agar dapat segera ditangani secara komprehensif.

Baca Juga :  Kesbangpol Mimika Ingatkan Ormas Tak Boleh Terlibat Politik Praktis

Kelima, menghidupkan kegiatan positif seperti kelas karakter, kegiatan gotong royong, seni, dan olahraga bersama yang menumbuhkan empati, persaudaraan, dan solidaritas antar siswa.

“Perlu kami tekankan bahwa tidak ada toleransi terhadap perilaku kekerasan atau penghinaan dalam bentuk apapun di sekolah. Kepala sekolah diharapkan dapat menjadi teladan dalam menguatkan nilai-nilai kasih, persaudaraan, dan rasa aman bagi seluruh peserta didik,” tegas Merlyn.

Adapun kasus perundungan yang terjadi di Sekolah Kalam Kudus dialami oleh seorang siswi SMP yang masih duduk di bangku kelas VII berinisial BL.

Remaja putri itu mendapat perundungan dalam bentuk sapaan dengan kata bernada rasis oleh teman sekelasnya.

Persoalan ini telah diuapayakan untuk diselesaikan oleh pihak terkait setelah orang tua dan keluarga menggelar aksi unjuk rasa.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polusi Debu dan Asap di Mimika, Bupati Perintahkan Penanganan Darurat Udara
76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ
Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu
Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik
Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu
Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga
Lima Personel BPBD Mimika Disiapkan Jadi Tim Rescue Profesional
Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Mimika Bekali 50 Peserta Mitigasi Bencana

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:14 WIT

Polusi Debu dan Asap di Mimika, Bupati Perintahkan Penanganan Darurat Udara

Jumat, 11 September 2026 - 15:29 WIT

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Rabu, 9 September 2026 - 18:39 WIT

Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu

Kamis, 3 September 2026 - 16:53 WIT

Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik

Rabu, 2 September 2026 - 19:01 WIT

Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu

Berita Terbaru