Pemerintah Akan Kembalikan Dana Otsus Papua Rp2,5 Triliun

Kevin Kurni

Jumat, 1 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Foto: Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Felix Wanggai (tengah) di Hotel Horison Diana Mimika, Kamis 30 April 2026. Galeripapua/ Kevin Kurni.

Ket. Foto: Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Felix Wanggai (tengah) di Hotel Horison Diana Mimika, Kamis 30 April 2026. Galeripapua/ Kevin Kurni.

MIMIKA –  Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai, menyatakan pemerintah pusat berkomitmen mengembalikan alokasi dana otonomi khusus (otsus) Papua yang sebelumnya mengalami penurunan.

Persoalan tersebut telah dibahas dalam sidang kabinet khusus tentang Papua pada 16 Desember 2025 di Istana Negara, yang dihadiri enam gubernur se-Tanah Papua. Dana otsus yang bersumber dari skema 2,25 persen sempat turun dari sekitar Rp12 triliun menjadi Rp10 triliun.

“Dalam rapat tersebut, Presiden mengarahkan Menteri Keuangan untuk segera menindaklanjuti pembahasan ini. Presiden juga memutuskan untuk mengembalikan dana sekitar Rp2,5 triliun kepada pemerintah enam provinsi di Tanah Papua,” kata Felix Wanggai usai kegiatan pelatihan AI Ignition Indonesia di Mimika, Kamis, 30 April 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Velix menjelaskan, tambahan anggaran tersebut ditargetkan mulai disalurkan pada Mei atau Juni 2026. Pemerintah, kata Velix, menekankan agar penggunaan dana dilakukan secara lebih terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Baca Juga :  Egianus Kogoya Punya Kebun Ganja?

Velix berkata, penerapan quality spending atau belanja berkualitas menjadi kunci dalam pengelolaan dana otsus, baik untuk peruntukan khusus maupun skema block grant di tingkat daerah.

“Jadi kita akan membahas alokasi tambahan Rp2,5 triliun ini kepada masing-masing provinsi, termasuk bagaimana kualitas peruntukan dan kemanfaatannya yang lebih terukur,” ujarnya.

Mantan Penjabat Gubernur Papua Pegunungan itu menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola otsus secara menyeluruh, mulai dari perencanaan program, skema pendanaan, hingga pengawasan. Felix menegaskan dana otsus tidak berasal dari satu sumber, melainkan kombinasi dana persentase nasional, dana infrastruktur, serta dana bagi hasil. “Ini harus dilihat sebagai stimulan untuk mendorong pembangunan yang lebih terarah dan terukur,” katanya.

Dalam jangka menengah, klaim Velix, pemerintah tengah menyusun roadmap percepatan pembangunan Papua 2025 – 2029 yang mencakup target penurunan angka kemiskinan dan peningkatan partisipasi pendidikan di tiap provinsi.

Baca Juga :  Uang Palsu Marak Beredar, Pj Bupati Mimika Minta Masyarakat Teliti

Velix menambahkan, pendekatan pembangunan Papua ke depan akan mengedepankan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan mitra internasional dan dunia usaha. Salah satu rencana yang tengah dibahas adalah pembangunan perguruan tinggi dan rumah sakit berstandar internasional di Papua Tengah melalui kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. “Ini sebagai contoh kolaborasi pendanaan dengan tujuan bersama yang jelas, termasuk penyusunan roadmap dan tahapan pelaksanaannya,” ujar Felix.

Velix Wanggai meminta realisasi program membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga sektor swasta, terutama dalam penyiapan lahan, desain program, dan sumber daya manusia.

Pemerintah berharap peningkatan dana otsus tidak hanya berdampak pada sisi nominal, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua secara berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aplikasi OSS Melambat, DPMPTSP Mimika Datangkan Narasumber Dua Kementerian
Pemkab Mimika Bakal Rekayasa Lalu Lintas dan Tertibkan Parkir
BRIN Siap Dampingi Tifa Creative, Dorong Inovasi UMKM dan Ekonomi Kreatif Mimika
Dukung Transformasi dan Digitalisasi Pelayanan Publik, Disdukcapil Mimika Sosialisasi Peran IKD
TPA Mimika Ditarget Berubah Jadi Tempat Pengolahan Sampah dalam 5 Tahun
Buang Sampah Sembarangan di Mimika? Siap-Siap Didenda Rp25 Juta
Dinkes Mimika Jadi Pionir Sosialisasi Inovasi Daerah 2026
Sayembara Inovasi, BRIDA Selenggarakan Lomba Bertajuk Mimika Innovation Week 2026

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:38 WIT

Aplikasi OSS Melambat, DPMPTSP Mimika Datangkan Narasumber Dua Kementerian

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:33 WIT

Pemkab Mimika Bakal Rekayasa Lalu Lintas dan Tertibkan Parkir

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:19 WIT

BRIN Siap Dampingi Tifa Creative, Dorong Inovasi UMKM dan Ekonomi Kreatif Mimika

Senin, 8 Juni 2026 - 12:59 WIT

Dukung Transformasi dan Digitalisasi Pelayanan Publik, Disdukcapil Mimika Sosialisasi Peran IKD

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:21 WIT

TPA Mimika Ditarget Berubah Jadi Tempat Pengolahan Sampah dalam 5 Tahun

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT