Tukang Ojek Tewas Ditembak di Puncak Jaya, OPM Klaim Bertanggung Jawab

Endy Langobelen

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi tukang ojek yang tewas ditembak di Kampung Wundu, Distrik Dokome, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Selasa (16/9/2025) sore. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Ops Damai Cartenz 2025)

Proses evakuasi tukang ojek yang tewas ditembak di Kampung Wundu, Distrik Dokome, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Selasa (16/9/2025) sore. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Ops Damai Cartenz 2025)

PUNCAK JAYA – Seorang tukang ojek bernama Misto (45) tewas ditembak orang tak dikenal di Kampung Wundu, Distrik Dokome, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Selasa (16/9/2025) sore.

Jenazah korban berhasil dievakuasi aparat gabungan Satgas Ops Damai Cartenz dan Polres Puncak Jaya ke RSUD Mulia pada Rabu pagi.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, menyebut pihaknya menduga kuat pelaku penembakan adalah kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang beroperasi di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dugaan ini juga diperkuat dengan pernyataan mereka yang beredar di media sosial, dimana TPNPB Kodap XXVIII Yambi pimpinan Tenggamati Enumbi mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Tim akan terus mendalami dan memverifikasi kebenaran klaim tersebut,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (17/9/2025).

Evakuasi jenazah berlangsung pagi hari

Evakuasi dimulai pukul 07.30 WIT dari RSUD Mulia menuju lokasi kejadian. Sekitar satu jam kemudian, tim tiba di Kampung Wundu dan mengevakuasi jenazah Misto ke rumah sakit.

Baca Juga :  Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi

Setibanya di RSUD Mulia pukul 09.30 WIT, tim medis memastikan korban mengalami luka tembak di bagian leher belakang yang menembus ke rahang kanan. Dari hasil rontgen, tidak ditemukan proyektil bersarang di tubuh korban.

Barang-barang yang diamankan di tempat kejadian antara lain satu unit motor Jupiter MX King, sebuah ponsel, uang tunai Rp1,7 juta, helm, pakaian, hingga rompi ojek Mulia bernomor 217.

Jenazah kemudian disalatkan di Masjid Al-Mujahidin Mulia sebelum diterbangkan dengan pesawat Alda Air ke Sentani, dan selanjutnya dipulangkan ke kampung halamannya di Probolinggo, Jawa Timur.

TPNPB Klaim Korban Intelijen Militer

Sementara itu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM melalui siaran persnya mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Panglima TPNPB Kodap XXVIII, Brigjend Tenggamati Enumbi, bahwa kami telah melakukan penembakan terhadap agen intelejen militer pemerintah Indonesia yang berprofesi sebagai tukang ojek di Distrik Yamo pada hari Selasa, 16 September 2025 sekitar jam 4.25,” tulis juru bicara TPNPB, Sebby Sambom.

Baca Juga :  Terduga Pelaku Pengeroyokan di Jalan Kesehatan Timika Diamankan Polisi

Dalam siaran pers itu, TPNPB menuduh pemerintah Indonesia menempatkan aparat keamanan yang menyamar sebagai warga sipil, termasuk tukang ojek dan tukang bangunan, di wilayah konflik.

Mereka juga mengancam akan mengeksekusi siapa pun yang dicurigai berperan ganda sebagai aparat maupun intelijen.

“Mayjend Lekkagak Telenggen juga menghimbau kepada seluruh pasukan TPNPB … untuk wajib eksekusi seluruh aparat militer Indonesia yang menyamar sebagai tukang ojek, tukang bangunan, pedagang bakso dan penjual di kios-kios,” demikian pernyataan itu.

TPNPB juga mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan penggunaan alutsista asing untuk operasi militer di Papua.

Polisi pastikan keamanan warga

Menyikapi situasi ini, Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, menegaskan aparat gabungan tetap siaga penuh.

“Kami pastikan keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas. Tim di lapangan akan terus bekerja untuk memberikan rasa aman bagi warga Puncak Jaya,” ujarnya.

Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait insiden penembakan yang menewaskan Misto.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kriminalitas di Mimika Meningkat, Miras dan Narkoba Jadi Pemicu Utama
Uji DNA Disiapkan Ungkap Identitas Bayi yang Ditemukan di Tempat Sampah Mimika
Polisi Buru Pelaku Pecah Kaca Mobil di Mimika
Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika
Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal
Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika
Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi
8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:10 WIT

Uji DNA Disiapkan Ungkap Identitas Bayi yang Ditemukan di Tempat Sampah Mimika

Senin, 15 Juni 2026 - 23:35 WIT

Polisi Buru Pelaku Pecah Kaca Mobil di Mimika

Senin, 15 Juni 2026 - 19:13 WIT

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Juni 2026 - 19:09 WIT

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:35 WIT

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika

Berita Terbaru

Kepala Disdukcapil Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo saat diwawancarai di Ballroom Hotel Horison Ultima Timika, Kamis (18/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

Dukcapil Siaga, Membaca Arah Baru Tertib Adminduk di Mimika

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:56 WIT

Foto bersama pada pembukaan kegiatan sosialisasi di Ballroom Hotel Horison Ultima Timika, Kamis (18/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

Dukcapil Mimika Sosialisasi Adminduk, Diikuti Elemen Masyarakat

Kamis, 18 Jun 2026 - 12:34 WIT