300 Personel Amankan Penetapan Suara, Kapolres Mimika: Tak Ada Ruang bagi Pengganggu

Endy Langobelen

Rabu, 13 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, didampingi Danlanud Yohanis Kapiyau, Letkol Pnb Kamto Adi Saputro. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, didampingi Danlanud Yohanis Kapiyau, Letkol Pnb Kamto Adi Saputro. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Sebanyak 300 personel gabungan TNI-Polri disiagakan untuk mengamankan kegiatan penetapan perhitungan hasil perolehan suara Pemilu 2024 tingkat Kabupaten Mimika di Graha Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah, Rabu (13/3/2024).

Hal itu disampaikan Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, saat ditemui awak media di luar ruangan rapat pleno terbuka tersebut.

“Sesuai dengan undangan dari pihak KPU, hari ini dijadwalkan akan dilaksanakan pleno penetapan. Untuk kami dari TNI-Polri yang memiliki kewajiban untuk melaksanakan pengamanan seluruh rangkaian kegiatan tahapan Pemilu, pada pagi hari ini, kita menyiagakan aparat gabungan TNI-Polri sejumlah 300 orang,” ujar I Gede.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan pengamanan ini, kata dia, terkandung maksud untuk bagaimana proses pelaksanaan kegiatan penetapan hari ini bisa berjalan dengan baik tanpa kendala dan halangan.

Adapun pola pengamanan ini, kata Kapolres, tidak hanya dilakukan di lokasi pelaksanaan rapat pleno, melainkan juga di beberapa titik lainnya.

Baca Juga :  Listrik Padam 9 Jam Lebih, PLN Timika Minta Maaf

“Ada beberapa titik juga yang kita laksanakan kegiatan pengamanan termasuk patroli ataupun mobile. Itu tetap kita laksanakan untuk mengantisipasi jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang membuat suatu permasalahan yang dapat menganggu jalannya pelaksanaan kegiatan penetapan hari ini,” jelas dia.

Pantauan Galeripapua.com di lapangan, penjagaan oleh aparat dilakukan begitu ketat. Terdapat tiga kali pemeriksaan, mulai dari perempatan Bundaran Timika Indah, pintu gerbang Graha Eme Neme Yauware, dan pintu masuk ruangan pleno.

Pemeriksaan yang berlapis itu, kata Kapolres, dilakukan guna meminimalisir adanya gangguan selama pelaksanaan kegiatan pleno penetapan tersebut.

“Sekali lagi kami tidak menginginkan ada pihak-pihak yang mengganggu pelaksanaan kegiatan pleno penetapan hari ini. Kita tidak akan memberikan ruang kepada pihak-pihak yang berusaha untuk menganggu pelaksanaan kegiatan penetapan hari ini,” tegas I Gede.

Dia juga meminta adanya kerja sama dari seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal proses kegiatan ini agar di dalam pelaksanaannya tidak lagi terdapat kendala yang berujung pada penundaan penetapan perolehan suara.

Baca Juga :  Curanmor Jadi Kejahatan Paling Dominan di Mimika Sepanjang 2025

“Karena kalau dilihat dari jadwal, untuk kabupaten Mimika, sudah sangat terlambat ya untuk pelaksanaan kegiatan rekapitulasi di tingkat kabupaten. Di provinsi, sudah ditunggu untuk Kabupaten Mimika melaksanakan kegiatan rekapitulasi di tingkat provinsi,” ujar Kapolres.

“Jadi, sekali lagi kami sangat mengharapkan kerja sama seluruh lapisan masyarakat, seluruh pihak-pihak terkait untuk bagaimana kita menyukseskan pelaksanaan kegiatan penetapan kabupaten yang akan dilaksanakan hari ini,” harapnya.

Kapolres juga berpesan kepada mereka yang hingga saat ini belum merasa puas dengan keberlangsungan tahapan-tahapan yang sudah dilalui, agar dapat menempuh mekanisme yang telah disiapkan.

“Saya harapkan mari kita bijak, mari kita dewasa dalam berpolitik. Sudah ada ruang yang disiapkan untuk itu. Jadi, silakan ditempuh jalur itu. Kami pun akan mengawal proses itu sehingga semua berjalan sesuai dengan tataran atau pun koridor yang ada,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sopir yang Sempat Ditahan KKB di Jayawijaya Ditemukan dalam Kondisi Terbakar, TNI Lakukan Evakuasi
1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika
Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas
Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika
Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror
Sebelum Bom Molotov, Kantor Komnas HAM Papua Pernah Diteror
Kunjungi Resort Milik OAP di Nabire, Araminus Omaleng Dorong Penguatan Ekonomi dan Pariwisata Lokal
Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:40 WIT

Sopir yang Sempat Ditahan KKB di Jayawijaya Ditemukan dalam Kondisi Terbakar, TNI Lakukan Evakuasi

Senin, 14 September 2026 - 15:25 WIT

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Minggu, 13 September 2026 - 19:15 WIT

Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas

Minggu, 13 September 2026 - 18:14 WIT

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Rabu, 9 September 2026 - 23:22 WIT

Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror

Berita Terbaru