Kapolda Papua Tengah Pimpin Razia Alat Perang di Puncak Jaya

Endy Langobelen

Senin, 10 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat kepolisian melakukan razia alat perang di Puncak Jaya, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Humas Polres Puncak Jaya)

Aparat kepolisian melakukan razia alat perang di Puncak Jaya, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Humas Polres Puncak Jaya)

PUNCAK JAYA – Guna menghindari terjadinya kembali aksi saling serang antara kedua kubu massa pendukung paslon 01 maupun 02, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare, memimpin langsung pelaksanaan kegiatan razia alat perang di seputaran Kota Mulia dan sekitarnya, Minggu (9/3/2025).

Kegiatan razia juga diikuti Penjabat Bupati Puncak Jaya, Yopi Murib; para PJU Polda Papua Tengah, Kapolres Puncak, Jaya AKBP Kuswara; Dandim 1714/Puncak Jaya, Letkol Inf. Irawan Setya Kusuma; S.Hub.Int; dan ratusan personel gabungan TNI-Polri yang ada di Kabupaten Puncak Jaya.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare, mengatakan kegiatan razia ini juga merupakan kegiatan lanjutan di mana beberapa hari lalu Kapolres dan Dandim telah melaksanakan razia alat perang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini, kita lanjutkan kegiatan razia alat perang kembali. Namun, dengan target tambahan yaitu panglima-panglima perang dari kedua kubu masing-masing sudah kita amankan. Saat ini, kita sudah amankan 3 orang yakni 1 orang dari kubu 02 dan 2 orang dari kubu 01,” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Orang Meninggal Ditembak OPM di Puncak Papua Tengah

“Kita mohon dukungan supaya kita akan memproses hukum sehingga harapan kita tidak ada lagi perang ke depannya,” imbuhnya.

Dia berharap kepada tokoh-tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membantu memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Mulia bahwa perang sangat merugikan masyarakat.

“Banyak korban jiwa maupun korban materiil ataupun rumah-rumah yang terbakar bahkan gedung sekolah pun dibakar sehingga mulai hari ini dari pihak keamanan TNI-POLRI akan mengambil langkah-langkah tegas. Kita sudah tidak mau lagi berkompromi untuk melakukan penyelesaian secara damai yang diatur oleh adat,” tegasnya.

Dikatakan pihaknya berencana memanggil kedua Paslon untuk dimintai keterangan. Apabila terbukti terlibat langsung dalam perang ini, maka akan dilanjutkan ke proses hukum.

Baca Juga :  Brigpol Tri Yudha Korban Penyerangan OTK di Lanny Jaya Meninggal Dunia

Sementara Penjabat Bupati Puncak Jaya, Yopi Murib, mengatakan bahwa Pemerintah sudah tidak lagi berkompromi.

Kata dia, Pemda mendukung apa yang disampaikan oleh Kapolda sehingga mulai hari ini, tidak ada lagi komentar ataupun tanggapan dari Pemda. Sebab, semua sudah diserahkan ke TNI-Polri untuk dimasukkan ke ranah hukum. “Karena untuk saat ini, sudah tidak ada waktu lagi untuk urusan adat,” tegasnya.

“Tujuannya baik, pemerintah dan TNI-Polri hanya ingin masyarakat yang ada di Kota Mulia ataupun situasi menjadi aman dan damai serta kegiatan razia ini sangatlah baik agar tidak ada lagi perang terjadi di Kabupaten Puncak Jaya,” terang Yopi Murib.

Dalam pelaksanaan kegiatan razia alat perang siang sampai sore tadi, aparat gabungan TNI-Polri telah mengamankan ribuan anak panah, ratusan busur panah, aksesoris perang, dan puluhan alat tajam yang selanjutnya diamankan di Mapolres Puncak Jaya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika
Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal
Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika
Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi
8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua
Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam
Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar
Begal Merajalela di Mimika, Polres Bentuk Tim Khusus

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:13 WIT

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Juni 2026 - 19:09 WIT

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:35 WIT

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:06 WIT

Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:53 WIT

8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT