MIMIKA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika melaksanakan sosialisasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) rawan bencana di Distrik Amar, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (10/10/2025).
Sosialisasi itu diikuti oleh para perwakilan masyarakat dari lima kampung di wilayah Distrik Amar, yakni dari Kampung Amar, Kampung Kawar, Kampung Manuare, Kampung Ipiri, dan Kampung Paripi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Agustina Rahaded, mengatakan bahwa wilayah Distrik Amar menjadi salah satu kawasan di Kabupaten Mimika yang berada di wilayah perairan sehingga sangat rawan terdampak bencana seperti banjir rob. Bencana ini kerap membawa kerugian baik berupa material maupun korban jiwa.
Oleh karena itu, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi bencana alam, pengurangan risiko bencana, dan kesiapsiagaan dalam mengatasi bencana.
“Kegiatan ini juga bertujuan untuk yang pertama; meningkatkan keterampilan masyarakat, memberikan pengetahuan dan tata cara menghadapi dan menyelamatkan diri saat bencana,” kata Agustina saat diwawancarai Galeripapua.com.
“Kedua, membentuk sikap dan perilaku sadar bencana agar masyarakat dapat bertindak cepat dan tepat saat terjadi keadaan darurat. Dan yang ketiga, mengurangi resiko bencana serta menciptakan budaya sadar bencana,” sambungnya.
Lebih lanjut dijelaskan Agustina bahwa letak geografis Negara Republik Indonesia berada di wilayah Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) sehingga cukup menjadi ancaman.
Demikian pula letak geografis pulau Papua yang mana aktivitas lempeng Indo-Australia di bagian selatan lempeng Pasifik di bagian utara timur laut menyebabkan pulau Papua secara umum akan selalu rentan mengalami pergeseran secara tektonik.
Lanjut dikatakan, selain ancaman bencana alam dan juga bencana non-alam seperti wabah penyakit dan sejenisnya.
Kata Agustina, ada juga bencana lainnya yang mengintai, seperti bencana sosial yang sering terjadi.
“Bencana non-alam dan sosial sosial merupakan ancaman nyata yang terjadi di depan mata kita semua,” kata Agustina.
“Oleh sebab itu, melalui kegiatan sosialisasi KIE saat ini sangatlah penting agar kita semua dapat melakukan tindakan mitigasi terhadap semua ancaman bencana yang akan terjadi,” lanjutnya.
Lanjut dikatakan, Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menghadapi banjir tidak dapat berjalan sendiri dan butuh kerja sama dengan semua pihak.
Agustina pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pemerintah dalam hal penanggulangan bencana.










