Empat Sekolah di Mimika Dipalang Warga, Ribuan Siswa Terpaksa Belajar dari Rumah

Ahmad

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMP Negeri 7 Mimika yang masih dipalang kelompok warga terkait persoalan penyelesaian sengketa tanah, Rabu (14/1/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

SMP Negeri 7 Mimika yang masih dipalang kelompok warga terkait persoalan penyelesaian sengketa tanah, Rabu (14/1/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Aktivitas belajar mengajar di empat sekolah negeri di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, lumpuh total setelah sekelompok warga melakukan aksi pemalangan sejak Selasa (13/1/2026) malam. Aksi tersebut diduga dipicu oleh sengketa tanah yang hingga kini belum menemukan titik penyelesaian.

Empat sekolah yang terdampak yakni SMA Negeri 1 Mimika dan SMA Negeri 7 Mimika di Jalan Yos Soedarso Timika, SMP Negeri 7 Mimika di Gang Solter Elmas, serta SD Inpres Inauga di Jalan Budi Utomo Ujung.

Hingga Rabu (14/1/2026), palang masih terpasang dan menyebabkan ribuan siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran tatap muka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan di lapangan, kelompok massa memalang seluruh pintu kelas menggunakan papan dan kayu balok. Di gerbang sekolah, terbentang spanduk berisi sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Bupati Mimika dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Baca Juga :  Kapendam Beberkan Kronologi Penembakan Anggota TNI di Mimika

Sejak pukul 07.00 WIT, guru dan siswa dari empat sekolah tersebut sudah berdatangan. Mereka tampak terkejut saat mendapati sekolah dalam kondisi terpalang. Para siswa akhirnya dipulangkan sambil menunggu kepastian dibukanya palang.

Aparat keamanan dari Polres Mimika dan Polsek Mimika Baru mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan serta berkoordinasi dengan kelompok masyarakat agar aksi pemalangan segera dihentikan.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mimika, Nona Yeni Gogani, menyebutkan bahwa dampak pemalangan sangat besar. Sekitar 1.400 siswa terpaksa berkumpul dan berhamburan di sekitar lingkungan sekolah.

“Jadi bukan libur, tapi belajar di rumah. Saya berharap apa yang terjadi hari ini kan sudah mengganggu proses belajar mengajar, di sini ada guru-guru mungkin bisa dilihat masih menunggu karena ini kan pendidikan ini kan harus berjalan. Kalau ada masalah mungkin bisa dibicarakan, didiskusikan bagaimana caranya supaya ada jalan keluarnya, bukan mengorbankan siswa untuk belajar,” tutur Yeni.

Baca Juga :  OPM Klaim Tembak Mati Aparat di Asmat, Polisi Sebut Korban Warga Sipil

Ia berharap persoalan sengketa yang menjadi pemicu aksi pemalangan dapat segera diselesaikan agar proses pendidikan kembali berjalan normal.

Hal senada disampaikan Kepala Sekolah SD Inpres Inauga, Diana Domakubun. Ia mengaku menyesalkan aksi pemalangan tersebut karena bukan kali pertama terjadi dan dinilai terus mengorbankan hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan.

“Saya berharap semua pihak berkompeten segera menyelesaikan masalah-masalah sekolah ini karena ini menyangkut masa depan anak-anak bangsa,” katanya.

“Kita harus memikirkan masa depan anak-anak ini untuk mendapatkan layanan pendidikan yang baik,” tutup Diana.

Hingga berita ini diturunkan, palang di empat sekolah tersebut belum dibuka dan kegiatan belajar mengajar masih terhenti sementara. Persoalan sengketa tanah yang melatarbelakangi aksi ini pun belum mendapat penyelesaian konkret dari pihak terkait.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Bongkar Jaringan Pembelian Senjata untuk KKB, 5 Orang Jadi Tersangka
Razia KM Sirimau di Pelabuhan Pomako, Aparat Gabungan Sita 280 Liter Sopi
Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport, Polisi Rekonstruksi Tujuh Adegan
Polisi Tangkap 5 Terduga Pemasok Logistik dan Amunisi KKB di Nabire
Operasi Ketupat Noken: 250 Personel Dikerahkan Amankan Ramadan dan Idulfitri di Mimika
Kapolres Mimika Luruskan Jumlah Korban Penembakan Grasberg, Olah TKP Dilanjutkan
Polisi Limpahkan Kasus Pasangan Kekasih Pengedar Sabu ke Kejari Mimika
Jenazah Karyawan Freeport Korban Penembakan Grasberg Dipulangkan ke Bandung

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 12:35 WIT

Polisi Bongkar Jaringan Pembelian Senjata untuk KKB, 5 Orang Jadi Tersangka

Senin, 16 Maret 2026 - 12:26 WIT

Razia KM Sirimau di Pelabuhan Pomako, Aparat Gabungan Sita 280 Liter Sopi

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:37 WIT

Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport, Polisi Rekonstruksi Tujuh Adegan

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:22 WIT

Polisi Tangkap 5 Terduga Pemasok Logistik dan Amunisi KKB di Nabire

Jumat, 13 Maret 2026 - 05:52 WIT

Operasi Ketupat Noken: 250 Personel Dikerahkan Amankan Ramadan dan Idulfitri di Mimika

Berita Terbaru

Kader HMI Cabang Jayapura berfoto bersama di belakang spanduk kegiatan berbagi takjil di Kota Jayapura, Papua, Minggu, 15 Maret 2026. Foto: dok. HMI Cabang Jayapura.

Organisasi

HMI Jayapura Gelar Bagi Takjil di Dua Titik Kota

Senin, 16 Mar 2026 - 23:10 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/