Harga Komoditas Naik, Inflasi Mimika Januari 2026 Tembus 3,97 Persen

Ahmad

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi inflasi Mimika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen regenerated by OpenAI)

Ilustrasi inflasi Mimika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen regenerated by OpenAI)

MIMIKA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat adanya tekanan inflasi pada Januari 2026 seiring kenaikan harga sejumlah komoditas utama. Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), inflasi Mimika tercatat sebesar 3,97 persen.

Dalam Berita Resmi Statistik BPS Kabupaten Mimika yang diterima media ini, Selasa (3/2/2026), disebutkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari 108,77 pada Januari 2025 menjadi 113,09 pada Januari 2026.

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat tingkat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) dan tahun kalender (year-to-date/y-to-d) masing-masing sebesar 0,28 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BPS Kabupaten Mimika menjelaskan, inflasi y-on-y tersebut dipicu oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat kenaikan tertinggi, yakni 16,11 persen.

Kenaikan juga terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,51 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,79 persen, kelompok transportasi sebesar 2,95 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,87 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,08 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 24,81 persen.

Baca Juga :  TNI Gelar Bazar Ramadhan di Timika, Bantu Warga Dapatkan Sembako Murah

Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks harga, antara lain kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,30 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,08 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 0,15 persen.

Adapun kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tercatat tidak mengalami perubahan indeks harga secara y-on-y.

BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Januari 2026, di antaranya tarif listrik, emas perhiasan, angkutan udara, minyak goreng, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, terong, beras, wortel, kopi bubuk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), santan jadi, pisang, semangka, gula pasir, mobil, obat dengan resep, sigaret putih mesin (SPM), dan Sigaret Kretek Tangan (SKT).

Sebaliknya, komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y antara lain cabai rawit, daging babi, bawang putih, daging ayam ras, jeruk nipis/limau, telur ayam ras, tempe, kacang panjang, daging sapi, tomat, obat gosok, tahu mentah, udang basah, ketimun, kol putih/kubis, bensin, sikat gigi, baju muslim pria, jagung manis, dan parfum.

Baca Juga :  LBH TPRA Sebut Penangkapan 21 Aktivis di Mimika Langgar Prosedur Hukum

Untuk inflasi bulanan (m-to-m), komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain emas perhiasan, tomat, bawang merah, terong, bahan bakar rumah tangga, bawang putih, minyak goreng, tauge/kecambah, daging ayam ras, dan popok bayi sekali pakai/diapers.

Sementara komoditas yang dominan menahan laju inflasi atau memberikan andil deflasi m-to-m pada Januari 2026, di antaranya cabai rawit, angkutan udara, cabai merah, daging babi, wortel, kol putih/kubis, daun bawang, tempe, bensin, ikan mumar, dan kangkung.

Secara kontribusi, kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi y-on-y terbesar berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,06 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,70 persen.

Adapun kelompok yang memberikan andil deflasi y-on-y yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,14 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen.

Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tercatat tidak memberikan andil signifikan terhadap inflasi maupun deflasi.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peternak Babi Mimika Keluhkan Ternak Menumpuk, Biaya Pakan Terus Berjalan
Hari Pertama Ganjil-Genap Biosolar di Mimika Picu Penumpukan Truk
604 Ton CPO Dikirim dari Mimika, Industri Sawit PT KBV Mulai Bergerak
Mulai Besok, Pemkab Mimika Terapkan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar di SPBU
Jaga Daya Beli Warga, Pemkab Mimika Hadirkan Operasi Pangan Murah
Emas dan Angkutan Udara Picu Inflasi Mimika Juli 2026 Tembus 3,28 Persen
Ikan Tongkol dari Fakfak Masuk Mimika Dipastikan Aman Konsumsi
Tembus Pasar Global: Papua Tengah Cetak Sejarah Ekspor Perdana 42 Ton Ikan Bawal ke Malaysia

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:15 WIT

Peternak Babi Mimika Keluhkan Ternak Menumpuk, Biaya Pakan Terus Berjalan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:10 WIT

Hari Pertama Ganjil-Genap Biosolar di Mimika Picu Penumpukan Truk

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:44 WIT

604 Ton CPO Dikirim dari Mimika, Industri Sawit PT KBV Mulai Bergerak

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:20 WIT

Mulai Besok, Pemkab Mimika Terapkan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar di SPBU

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:33 WIT

Jaga Daya Beli Warga, Pemkab Mimika Hadirkan Operasi Pangan Murah

Berita Terbaru

Petugas kepolisian mengolah TKP di kamar nomor 02 Penginapan Sinar Ujung, Mimika, Papua Tengah, Rabu, 26 Agustus 2026. Kamar itu menjadi lokasi terakhir korban sebelum ditemukan tewas di bawah tangga penginapan. Galeripapua/ Kevin Kurni

Hukrim

Pria Tewas di Penginapan Mimika, Polisi Periksa CCTV

Kamis, 27 Agu 2026 - 00:22 WIT

Satpol PP Kabupaten Mimika saat sedang melakukan penertiban di kawasan Jalan Budi Utomo, Rabu (26/8/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Satpol PP Tertibkan Bangunan Liar dan Lapak PKL di Mimika

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:48 WIT