TIMIKA – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Trisila 2026 TNI Angkatan Laut tiba di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kedatangan kapal perang Republik Indonesia (KRI) disambut jajaran Pangkalan TNI AL (Lanal) Timika bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Kedatangan rombongan Satgas disambut keluarga besar Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Timika. Acara penyambutan juga dihadiri Staf Ahli Bupati Mimika Fransiskus Bokeyau serta sejumlah perwakilan instansi terkait, seperti Karantina, SAR, Koramil, dan Polsek setempat.
Komandan Detasemen Polisi Militer Lanal Timika Kapten Laut Samsul Hadi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran unsur kapal perang TNI AL di wilayah tersebut. Menurut Hadi, keberadaan satgas menunjukkan kesiapsiagaan TNI AL dalam menjaga keamanan laut Indonesia di wilayah perairan Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kehadiran KRI ini merupakan wujud kesiapsiagaan TNI AL dalam menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah perairan Indonesia. Kami dari jajaran Lanal Timika siap mendukung penuh pelaksanaan Operasi Trisila 2026,” kata Kapten Laut (PM) Samsul Hadi dalam sambutannya, Sabtu, 7 Maret 2026.
Wakil Komandan Satgas Operasi Trisila 2026, Kolonel Laut (P) Son Haji Hariyoko menjelaskan operasi tersebut merupakan program strategis TNI AL di bawah kendali Panglima Komando Armada Republik Indonesia. Operasi ini direncanakan berlangsung selama 120 hari dan dibagi dalam tiga tahap di wilayah kerja Armada Indonesia.
Tahap pertama dilaksanakan oleh Komando Armada III Sorong, disusul tahap kedua oleh Komando Armada II Surabaya, dan tahap ketiga oleh Komando Armada I Tanjung Pinang.
Selain menjalankan tugas penegakan hukum dan pengamanan kedaulatan di laut dengan mengerahkan KRI Balongan dan KRI Dorang, Satgas juga membawa misi pembinaan potensi maritim.
Selama dua hari berada di Timika, Satgas Operasi Trisila dijadwalkan melaksanakan sejumlah kegiatan, antara lain karya bakti, bakti sosial, dan layanan kesehatan bagi masyarakat. Satgas juga akan memberikan penyuluhan kepada siswa sekolah tentang bela negara dan kecintaan terhadap maritim.
Selain itu, operasi ini juga diisi dengan latihan profesionalisme matra laut, seperti latihan antar kapal perang, koordinasi dengan unsur pesawat udara, serta latihan pendaratan yang melibatkan satu kompi pasukan Marinir.
Wadansatgas Kolonel Laut (P) Son Haji Hariyoko berharap kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat keamanan wilayah laut, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
“Kami berharap kehadiran Satgas Trisila dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Mimika, sekaligus mempererat hubungan antara TNI AL dengan pemerintah daerah dan instansi terkait,” ujarnya.









