MIMIKA – Kepolisian Resor (Polres) Mimika masih mendalami insiden penembakan yang terjadi di area tambang terbuka Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (11/3/2026).
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, meluruskan informasi awal terkait jumlah korban dalam peristiwa tersebut.
Ia menegaskan bahwa korban dalam insiden penembakan itu berjumlah dua orang, bukan tiga orang seperti yang sempat disebutkan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Kapolres, saat ini tim dari Polres Mimika masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan untuk mengungkap motif serta kronologi penembakan.
“Saat ini, tim dari Inavis kami (Polres Mimika) masih di atas, kita masih olah TKP. Untuk pelaku dari mana dan korban dari mana nanti akan kita pastikan kembali tentunya dengan koordinasi bersama satuan tugas terkait, yang jelas kelompok bersenjata,” jelas Kapolres.
Ia mengatakan, proses olah TKP lanjutan dilakukan meski sebelumnya penanganan awal telah dilaksanakan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Tembagapura.
Terkait barang bukti, pihak kepolisian hingga kini belum mengamankan material dari lokasi kejadian karena proses identifikasi masih terus berlangsung.
Kapolres juga belum dapat memastikan informasi mengenai dugaan adanya barang milik korban yang dirampas dalam insiden tersebut.
“Nanti akan kita sampaikan setelah olah TKP,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, aparat keamanan telah melakukan penebalan personel di sekitar area tambang terbuka Grasberg.
Penguatan pengamanan ini dilakukan setelah penyidik menerima keterangan saksi bahwa lokasi kejadian merupakan jalur lintasan yang cukup rawan.
“Kami juga sudah memberikan warning dan imbauan kepada masyarakat apabila ada melewati daerah sana harus memberikan pemberitahuan kepada aparat keamanan untuk dikawal,” ungkapnya.
Meski sempat terjadi gangguan keamanan, Kapolres memastikan aktivitas operasional di wilayah tersebut tetap berjalan normal.
“Untuk aktivitas di sana pasca kejadian tetap berjalan seperti biasa,” pungkasnya.









