Modus FG Terkuak: Sasar Perempuan Sendiri, Biayai Hidup dari Hasil Jambret di Timika

Ahmad

Jumat, 20 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona (kiri), Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Ibnu Rudihartono (tengah), dan Penyidik Sat Reskrim Polres Mimika (kanan) dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Satuan Reserse Kriminal, Mapolres Mimika, Jalan Agimuga Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Jumat (20/3/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona (kiri), Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Ibnu Rudihartono (tengah), dan Penyidik Sat Reskrim Polres Mimika (kanan) dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Satuan Reserse Kriminal, Mapolres Mimika, Jalan Agimuga Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Jumat (20/3/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika akhirnya mengungkap pola kejahatan yang dilakukan pemuda berinisial FG (19 tahun), pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) sekaligus pelecehan seksual yang meresahkan warga Kota Timika.

Dalam konferensi pers di Mapolres Mimika, Jumat (20/3/2026), Kasat Reskrim Mimika, AKP Ibnu Rudihartono, membeberkan bahwa tersangka memiliki modus terstruktur dengan menyasar korban perempuan yang berkendara seorang diri di lokasi sepi.

“Sejauh ini empat laporan polisi yang masuk di kami; tiga jambret, satu asusila yang meremas payudara,” jelas AKP Ibnu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

FG diketahui berkeliling kota untuk mengamati situasi dan mencari target yang dinilai lemah. Setelah menemukan sasaran, ia akan membuntuti korban sebelum melancarkan aksinya secara cepat menggunakan sepeda motor pribadinya.

Dari hasil penyelidikan, aksi tersebut bukan dilakukan secara sporadis. Tersangka telah beroperasi sejak Februari 2026 dan diduga terlibat dalam 16 tempat kejadian perkara (TKP), terdiri dari 12 kasus penjambretan dan 4 kasus pelecehan seksual.

Baca Juga :  AIYE Terpilih, Tukang Ojek Bisa Kredit Ringan Tanpa Bunga dan Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Lebih mengejutkan, motif pelaku terungkap bukan sekadar kriminalitas jalanan. Kepada penyidik, FG mengaku menggunakan hasil kejahatannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan.

“Kemarin masih kita dalami, cuman sempat menyampaikan bahwa hasil dari penjualan barang bukti ini digunakan pelaku untuk membantu ibunya, kemudian untuk membayar Paket C juga di salah satu sekolah,” ungkap Ibnu.

Pelaku (di atas motor) berhasil diamankan Tim Babat Polres Mimika. (Foto: Humas Polres Mimika)
Pelaku (di atas motor) berhasil diamankan Tim Babat Polres Mimika. (Foto: Humas Polres Mimika)

Penangkapan FG dilakukan pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 13.35 WIT di sebuah konter ponsel di Jalan Yos Sudarso, Distrik Wania. Ia diamankan tanpa perlawanan oleh Tim Basmi Bandit (Babat) Polres Mimika.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti yang digunakan saat beraksi, di antaranya sepeda motor Honda Sonic 150R, helm KYT, serta pakaian yang dikenakan saat melakukan kejahatan.

Baca Juga :  ICCN Papua Tengah Matangkan Pembentukan Korda Kabupaten, Siapkan Program Berbasis Potensi Kampung

Selain itu, aparat juga mengamankan berbagai barang hasil curian, mulai dari ponsel berbagai merek seperti iPhone, Samsung, Realme, Redmi, hingga Infinix, serta sebuah tablet Huawei.

Barang-barang tersebut berasal dari sejumlah lokasi berbeda di Timika, termasuk Jalan Budi Utomo, Jalan Cendrawasih, hingga kawasan SP 1 dan SP 3.

Salah satu korban, IF (19), mengungkapkan dirinya sempat dibuntuti sebelum akhirnya kehilangan dua unit ponsel.

Saat menyadari kejanggalan, tas miliknya sudah dalam kondisi terbuka dan barang berharga telah raib. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Selain penjambretan, perilaku menyimpang pelaku berupa pelecehan fisik terhadap perempuan di ruang publik menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Atas perbuatannya, FG kini harus mempertanggungjawabkan aksinya dan dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

AKP Ibnu pun mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, terutama di tempat yang rawan kejahatan.

“Saya imbau juga kepada masyarakat supaya lebih waspada. Apalagi perempuan, jangan sampai menjadi korban tindak kejahatan,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Pria Diburu Polisi Usai Penganiayaan Maut di Belakang Grapari Timika
Pengendara Motor Tewas Berujung Penikaman di Mimika
Polisi Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu di Timika
Peredaran Sopi Picu Gangguan Keamanan, Aparat Gabungan Tertibkan Pasar Sentral Timika
SOMAP: Segera Hentikan Kekerasan Militer di Papua
Narkoba Masih Intai Mimika, 11 Tersangka Ditangkap dalam Empat Bulan
Polres Mimika Musnahkan Sabu Rp312 Juta, Dua Pengedar Lama Dibongkar
Anggota KKB Penembak Warga Sipil di Puncak Jaya Ditangkap di Mimika

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 16:15 WIT

Tiga Pria Diburu Polisi Usai Penganiayaan Maut di Belakang Grapari Timika

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:59 WIT

Pengendara Motor Tewas Berujung Penikaman di Mimika

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:41 WIT

Polisi Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu di Timika

Selasa, 28 April 2026 - 16:32 WIT

Peredaran Sopi Picu Gangguan Keamanan, Aparat Gabungan Tertibkan Pasar Sentral Timika

Senin, 27 April 2026 - 23:14 WIT

SOMAP: Segera Hentikan Kekerasan Militer di Papua

Berita Terbaru

Anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo melakukan penembakan kapal yang melintas di wilayah perbatasan antara Kabupaten Yahukimo dan Asmat. (Foto: Dok. TPNPB-OPM)

Peristiwa

TPNPB Klaim Tembak Dua Kapal di Perbatasan Yahukimo–Asmat

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:17 WIT

Korban mendapat penanganan medis di RSUD Mimika. (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Staf Ahli DPRK Mimika Dibacok Begal di Irigasi Ujung

Senin, 4 Mei 2026 - 02:18 WIT

Mahasiswa FIM-WP menggelar aksi mimbar bebas di Waena, Jayapura, Sabtu, 2 Mei 2026. Galeripapua/ Istimewa.

Organisasi

Mahasiswa West Papua Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:40 WIT