Kremasi Jenazah di Kwamki Narama Diwarnai Ketegangan, Aparat Sempat Diserang

Endy Langobelen

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah korban pembunuhan, Juniius Magai, dikremasi oleh keluarga di di Kampung Meekurima, perempatan kios panjang, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Rabu (1/4/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Jenazah korban pembunuhan, Juniius Magai, dikremasi oleh keluarga di di Kampung Meekurima, perempatan kios panjang, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Rabu (1/4/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Prosesi kremasi adat jenazah korban pembunuhan, Junius Magai, di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (1/4/2026), berlangsung dramatis dan sempat diwarnai ketegangan antara warga dan aparat keamanan.

Pantauan di lapangan, sebelum proses kremasi dilakukan, situasi sempat memanas. Aparat kepolisian diserang menggunakan busur panah oleh sekelompok massa, menyusul perbedaan pendapat terkait lokasi pembakaran yang semula direncanakan di Kampung Amole, namun tidak disetujui oleh salah satu kubu.

Serangan tersebut memaksa aparat mengambil tindakan dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang datang dari arah hutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam situasi itu, sejumlah pejabat daerah dari Kabupaten Mimika dan Puncak, termasuk Kapolres Mimika, terlihat bergegas meninggalkan lokasi demi mengamankan diri.

Baca Juga :  Gempa 6,6 Guncang Nabire: Bandara Baru, Jembatan, dan Gereja Rusak

Anak panah tampak melayang di udara, mengarah ke aparat keamanan yang berjaga.

Pasca-insiden tersebut, lokasi kremasi dipindahkan ke perempatan kios panjang di Kampung Meekurima.

Di lokasi baru ini, sekitar pukul 18.15 WIT, prosesi pembakaran jenazah akhirnya dapat dilaksanakan. Suasana haru menyelimuti prosesi, ditandai dengan tangis keluarga dan kerabat yang mengiringi kremasi.

Usai pembakaran, masyarakat melaksanakan ritual adat dengan menembakkan anak panah ke arah kios panjang sebagai simbol pelepasan dendam.

Di tengah prosesi tersebut, massa juga menyampaikan tuntutan agar pelaku pembunuhan segera ditangkap dan dijatuhi hukuman maksimal. Mereka memberi waktu satu Minggu untuk penangkapan pelaku.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, yang hadir di lokasi, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat karena telah sepakat untuk tidak melanjutkan konflik.

Sebagai Pemerintah, dia meminta masyarakat untuk menjaga keamanan dan percayakan aparat keamanan untuk menangkap pelaku. Dia pun menegaskan perang tidak boleh lagi berlanjut.

Baca Juga :  Evakuasi Pilot dan Penumpang Helikopter yang Diserang OTK di Mimika Terhambat Cuaca

Hal senada disampaikan oleh perwakilan aparat keamanan, Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah, Kompol Onisimus Umbu Sairo, yang mengimbau masyarakat untuk menghentikan aksi kekerasan.

Namun, imbauan tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh sebagian warga. Situasi pun seketika kembali memanas ketika sejumlah orang berdiri dan melakukan penyerangan terhadap aparat serta jajaran pemerintah yang hadir.

Aparat pun kembali merespons dengan menembakkan gas air mata untuk mengendalikan keadaan.

Hingga pukul 19.45 WIT, situasi di Kwamki Narama berangsur kondusif. Terlihat sejumlah orang turut diamankan oleh aparat.

Aparat kepolisian juga masih berjaga di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi lanjutan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

9 Perempuan Diduga Disandera OPM di Mimika, Polisi Ungkap Identitasnya
OPM Klaim Bertanggung Jawab atas Kontak Tembak yang Menewaskan 1 Prajurit TNI di Mimika
Kontak Tembak di Hari Kemerdekaan, 1 Prajurit TNI di Mimika Gugur dan 2 Terluka
Penembakan Terjadi di Pos Jila Mimika, Personel TNI Dilaporkan Terkena Tembakan
Warga Palang Jalan Budi Utomo Timika, Diduga Karena Kasus Pembunuhan
Dua Ruko Hangus Terbakar di Gorong-gorong Mimika, Satu Motor Ikut Ludes
Sejumlah Kantor Pemerintahan di Puncak Dibakar Massa Usai Penyaluran Dana Desa
Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem, Dua Orang Terluka

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:58 WIT

9 Perempuan Diduga Disandera OPM di Mimika, Polisi Ungkap Identitasnya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:14 WIT

OPM Klaim Bertanggung Jawab atas Kontak Tembak yang Menewaskan 1 Prajurit TNI di Mimika

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:47 WIT

Kontak Tembak di Hari Kemerdekaan, 1 Prajurit TNI di Mimika Gugur dan 2 Terluka

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:11 WIT

Penembakan Terjadi di Pos Jila Mimika, Personel TNI Dilaporkan Terkena Tembakan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:29 WIT

Warga Palang Jalan Budi Utomo Timika, Diduga Karena Kasus Pembunuhan

Berita Terbaru