Distrik Mimika Baru Antisipasi Banjir, Desak Kerja Sama Instansi Teknis dan Warga

Ahmad

Rabu, 27 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun saat diwawancarai, Selasa (26/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun saat diwawancarai, Selasa (26/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Pemerintah Distrik Mimika Baru mulai memetakan sejumlah titik rawan banjir guna mengantisipasi genangan air yang kerap muncul saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Langkah ini diambil menyusul terjadinya genangan air dalam waktu singkat di beberapa area protokol.

Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, menyatakan bahwa pemantauan langsung dilakukan di beberapa lokasi strategis saat hujan berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Titik-titik tersebut antara lain kawasan depan Serayu, Bundaran Timika Indah, Bundaran Petrosea, dan area dekat Manna Bakery.

“Kami memantau langsung saat hujan untuk mengetahui durasi penurunan debit air. Upaya pengerukan sedimen pasir sebenarnya sudah kami lakukan pekan lalu, namun struktur di beberapa titik tampaknya memang harus dibongkar,” ujar Merlyn saat meninjau lokasi, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut Merlyn, genangan yang paling lama bertahan berada di Bundaran Timika Indah. Pihak distrik telah berkoordinasi dengan pengelola kawasan untuk melakukan pembongkaran awal sebagai langkah penanganan darurat sebelum dilanjutkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Baca Juga :  Pj. Bupati Mappi Buka Pelaksanaan Seleksi Kemampuan Dasar bagi 2.404 Pelamar CPNS

Selain area protokol, wilayah permukiman dataran rendah seperti Kelurahan Kebun Sirih dan area belakang Keuskupan di pemukiman warga Amungme juga menjadi titik rawan banjir terparah.

Merlyn mengungkapkan, masalah utama di kawasan tersebut adalah adanya alih fungsi lahan oleh warga yang menutup jalur air alami.

“Persoalannya sederhana namun berdampak besar. Warga membangun bangunan yang menutup jalur air, sehingga aliran air berbalik dan merendam rumah-rumah warga lain di sekitarnya,” jelas Merlyn.

Pihak distrik berencana turun langsung ke pemukiman tersebut pada awal bulan depan untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat.

Selain masalah tata ruang, faktor kesadaran kebersihan lingkungan dinilai masih menjadi tantangan peradaban kota.

Merlyn mengimbau warga agar berhenti membuang sampah ke aliran sungai atau kali karena hal itu akan langsung berdampak buruk bagi warga yang tinggal di area hilir. Ia meminta warga untuk memanfaatkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) resmi.

Baca Juga :  Puncak Jaya Kembali Kondusif, Pj Bupati: Kejadian Kemarin Jangan Terulang Lagi

Meskipun partisipasi warga dalam aksi gotong royong dan pembersihan lingkungan dinilai meningkat berkat peran para ketua RT yang baru, kendala besar kini beralih pada aspek regulasi dan eksekusi di lapangan.

Merlyn mengakui pihak distrik memiliki keterbatasan sumber daya manusia dan keahlian teknis untuk menindak bangunan liar yang menyumbat saluran air.

Guna mengatasi hambatan tersebut, Pemerintah Distrik Mimika Baru telah menyurati Bupati untuk segera menggelar pertemuan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.

“Kami membutuhkan pembentukan tim terpadu bersama OPD teknis agar ada kepastian langkah hukum dan teknis saat kami menemukan pelanggaran tata ruang di lapangan. Instansi teknis harus lebih aktif bergerak bersama kami agar kekecewaan masyarakat tidak berujung pada potensi konflik,” tutup Merlyn.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Mimika Dorong Inovasi Penyuluhan Kesehatan, 26 Puskesmas Dievaluasi
Dinkes Jayapura: 503 Pasien Kusta Masih Jalani Pengobatan
Mimika Jadi yang Tertinggi di Papua Tengah, Disdukcapil Kebut Pemutakhiran Database OAP
Babak 16 Besar Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup II Dimulai Hari Ini
PUPR Papua Tengah Upayakan Konektivitas Trans Nabire-Timika dan Enarotali-Sugapa
Menjahit Konektivitas, Menghapus Label 3T di Waropen
Tim Reforma Agraria Dibentuk, Pemanfaatan Lahan di Mimika Didorong Lebih Produktif
Enam Poin Krusial Hasil Forum Strategis Papua: Dari Revisi PMK hingga Sekber

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:35 WIT

Distrik Mimika Baru Antisipasi Banjir, Desak Kerja Sama Instansi Teknis dan Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:06 WIT

Dinkes Mimika Dorong Inovasi Penyuluhan Kesehatan, 26 Puskesmas Dievaluasi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:18 WIT

Dinkes Jayapura: 503 Pasien Kusta Masih Jalani Pengobatan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:22 WIT

Mimika Jadi yang Tertinggi di Papua Tengah, Disdukcapil Kebut Pemutakhiran Database OAP

Senin, 18 Mei 2026 - 11:16 WIT

Babak 16 Besar Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup II Dimulai Hari Ini

Berita Terbaru

Bangunan Gereja Katolik di Kampung ILS Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah, terbakar pada Rabu (27/5/2026) malam. (Foto: Istimewa/Tangkap layar video amatir warga)

Peristiwa

Gereja Katolik di Poumako Mimika, Papua Tengah Terbakar

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:29 WIT

Dinas Lingkungan Hidup bersama PT Freeport Indonesia melakukan pembersihan sungai yang di penuhi sampah. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Freeport

DLH Mimika dan Freeport Bersihkan Sungai Tersumbat Sampah

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:15 WIT