PSSI dan KNVB Rampungkan Coaching Clinic, Orbitkan Talenta Muda Mimika ke Panggung Internasional

Ahmad

Sabtu, 30 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak pelatih sedang memberikan instruksi kepada pemain saat sesi latihan berlangsung dalam program Coaching Clinic Sepak Bola PSSI - KNVB di Mimika Sport Complex (MSC), Sabtu (30/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Tampak pelatih sedang memberikan instruksi kepada pemain saat sesi latihan berlangsung dalam program Coaching Clinic Sepak Bola PSSI - KNVB di Mimika Sport Complex (MSC), Sabtu (30/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bersama Federasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) resmi menutup program pelatihan pelatih (coaching clinic) di Mimika Sport Complex (MSC), Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Sabtu (30/5/2026).

Pelatihan intensif yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh 17 pelatih lokal yang berasal dari Papua Football Academy (PFA), Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), dan Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ).

Program strategis ini bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum kepelatihan nasional Indonesia dengan standar global, sekaligus mempercepat akselerasi pembinaan pemain usia muda di wilayah timur Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara penutupan dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha, Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers, serta dua instruktur senior dari KNVB, Piet De Jong dan Andre Simmelink.

Turut hadir pula sejumlah legenda Tim Nasional Indonesia seperti Ruly Nere, Titus Bonay, dan Verry Pahabol, serta Senior Vice President Community Development PT Freeport Indonesia Nathan Kum bersama jajaran manajemen PFA.

Instruktur KNVB Andre Simmelink memberikan pujian tinggi terhadap komitmen para pelatih lokal serta potensi masif yang dimiliki oleh para pemain muda Papua.

Simmelink bahkan menyetarakan kualitas performa anak-anak Papua dengan tim-tim yang berlaga di turnamen internasional kelompok umur.

Ia juga meminta para pemain untuk mulai menetapkan target karier profesional yang spesifik dan mengambil tanggung jawab penuh atas perkembangan diri mereka sendiri.

Dalam sambutannya, Simmelink menyampaikan apresiasi mendalam atas kesempatan pertamanya mengunjungi Papua dan menyatakan kekagumannya terhadap antusiasme besar yang ditunjukkan para pelatih lokal untuk terus memperbaiki diri setiap hari.

Ia juga secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain muda yang dinilainya memiliki kualitas setara dengan tim-tim yang bertanding di turnamen internasional.

Simmelink mengenang pengalamannya saat menghadiri turnamen U-17 CONCACAF tahun ini dan menyatakan keyakinannya bahwa talenta muda Papua memiliki kapabilitas untuk menjadi juara di level tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya memiliki impian dan target karier yang jelas di kancah sepak bola dunia.

“Jadi tadi Coach Piet sudah tanya ke kalian apa mimpi kalian? Ada beberapa dari kalian yang jawab ke Eropa. Tapi untuk apa? Untuk liburan? Dan setelah itu baru ada jawaban yang lebih spesifik. Tidak, saya mau main untuk Real Madrid. Saya mau main untuk Chelsea,” ujarnya.

Lebih lanjut, Simmelink mengingatkan bahwa para pemain sangat membutuhkan bimbingan dari seluruh pelatih yang hadir untuk mengevaluasi dan memperbaiki performa mereka secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Perdana, PTFI Kirim Emas Batangan ke ANTAM

Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers menyoroti pentingnya proses transfer ilmu yang efektif dan berkesinambungan antara pelatih dan pemain.

Zwiers menyampaikan apresiasi kepada pihak pengelola fasilitas dan PT Freeport Indonesia yang telah memfasilitasi kegiatan ini.

Ia menegaskan bahwa kesempatan belajar di akademi formal harus dimanfaatkan secara optimal untuk membentuk karakter yang kuat, menembus jajaran tim nasional, hingga mengejar karier profesional di luar negeri.

Zwiers mengaku sangat menikmati pengamatan selama tiga hari terakhir melihat para pelatih lokal bekerja keras menyerap informasi baru serta saling bertukar ilmu demi meningkatkan kualitas kepelatihan mereka untuk kemudian diturunkan kepada para pemain.

“Jadi ini bukan keputusan kami sebagai pelatih-pelatih. Ya, kalian berada di fasilitas yang sangat baik, di bawah asuhan pelatih yang sangat baik, tapi kalianlah masing-masing yang menentukan masa depan kalian semua. Jadi tolong manfaatkan kesempatannya dan semoga bisa… Saya tahu kalian, jika kalian terus bekerja keras seperti ini, saya tidak ragu lagi kalian akan merealisasikan mimpi kalian masing-masing,” imbuhnya.

Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha menegaskan visi jangka panjang organisasi untuk menjadikan sepak bola sebagai identitas budaya Papua yang berbasis pada kedisiplinan, daya saing kompetitif, dan sportivitas tinggi.

Tisha mendorong para pelatih dan pemain untuk memiliki kepercayaan penuh pada kemampuan diri sendiri agar talenta-talenta asal tanah Papua mampu bersaing ketat di level nasional maupun internasional.

Tisha memotivasi para peserta agar menanamkan mentalitas pemenang dan ambisi tinggi, termasuk tekad untuk menyamai atau bahkan melampaui standar kepelatihan global yang dibawa oleh KNVB di masa depan.

“Kita harus punya semangat itu. Bisa? Hah? Kalian tidak boleh berhenti bermimpi. Harus punya semangat itu. Para coaches yang ada di sini juga sudah mulai harus berubah kita punya mindset. Kita harus percaya dengan, dengan kekuatan diri kita. Oke,” lanjutnya.

Tisha meminta seluruh pelatih untuk membawa pulang ilmu yang didapat ke daerah masing-masing, dengan tetap menjaga kearifan lokal serta kebanggaan sebagai anak Papua yang siap mewarnai sepak bola nasional.

Ia juga mengingatkan pentingnya proses dan kesabaran dalam membangun karier sepak bola tanpa bersikap terburu-buru.

“Tetapi saya punya satu prinsip dalam hidup saya yang hendak saya bagi. Saya selalu percaya bahwa yang sabar itu yang menang,” pungkas Tisha.

PT Freeport Indonesia selaku sponsor utama menegaskan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung penyediaan dan pengembangan fasilitas olahraga di Mimika.

Baca Juga :  Semarak HUT RI Ke-79, 3 OPD Pemkab Mimika Gelar Pasar Murah

Senior Vice President Community Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum, mengapresiasi kerja keras seluruh pelatih dan pemain yang tetap fokus menjalani latihan intensif meskipun sempat terkendala faktor cuaca hujan.

Manajemen Freeport berharap investasi jangka panjang ini mampu melahirkan lebih banyak pemain Papua yang berhasil menembus skuad Tim Nasional di berbagai kelompok umur.

Nathan Kum menyampaikan rasa terima kasih kepada para siswa PFA yang terlibat aktif dalam sesi praktik lapangan selama tiga hari berturut-turut.

Ia berharap bekal keterampilan dan ilmu yang diperoleh dapat menjadi pondasi perkembangan karier mereka menuju kesuksesan yang berada di tangan mereka sendiri.

“Kami juga harap bagaimana anak-anak kita di PFA ini lebih banyak yang bisa diterima dan bisa bergabung dengan tim-tim nasional di PFA di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri,” harapnya.

Pihak manajemen menekankan pentingnya harapan tersebut demi masa depan generasi muda Papua, di mana para atlet muda ini diharapkan dapat membawa dan mengharumkan nama baik Papua di panggung sepak bola Indonesia melalui kontribusi nyata di jajaran tim nasional.

Mantan penyerang Timnas Indonesia, Titus Bonay dan Verry Pahabol, turut memberikan evaluasi positif terhadap kualitas teknis para pemain serta kelayakan fasilitas kelas dunia yang ada di Mimika Sport Complex.

Keduanya mengingatkan para pemain muda untuk bekerja keras dan memaksimalkan pemanfaatan fasilitas mewah yang tersedia saat ini, mengingat persaingan menuju dunia sepak bola profesional sangat kompetitif.

Titus Bonay, yang akrab disapa Tibo, menyatakan rasa bangga dan senangnya atas penyelenggaraan acara ini oleh Freeport, serta memuji kualitas luar biasa dari lapangan dan fasilitas akomodasi yang disediakan untuk mendukung akademi.

“Pelatih adalah guru yang terbaik kalau mau jadi pemain yang bagus. Terima kasih, mungkin dari saya,” kata Tibo.

Sementara itu, Verry Pahabol dalam kesempatan yang sama memperkuat pernyataan Tibo dengan mengingatkan para pemain muda agar bersyukur dan memanfaatkan fasilitas pendukung di Mimika yang dinilainya jarang ditemukan di tempat lain.

Ia menekankan pentingnya menghargai setiap tahapan perkembangan karier melalui proses yang benar.

“Karena di tempat lain tidak dapat seperti apa yang mereka dapatkan di sini ya. Terus yang lebih penting lagi, percaya proses. Karena proses itu tidak akan mengkhianati hasilnya, itu,” tegas Pahabol.

Rangkaian acara penutupan program kolaborasi internasional antara PSSI dan KNVB ini diakhiri secara resmi dengan penyerahan sertifikat lisensi kepelatihan serta penghargaan simbolis kepada seluruh peserta pelatihan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Ekosistem Pesisir Mimika, Freeport Tebar Bibit Baramundi dan Kepiting di Muara Tipuka
DLH Mimika dan Freeport Bersihkan Sungai Tersumbat Sampah
8 Pemuda Suku Kamoro Lulus IPN, Siap Kerja di Industri Perhotelan
Freeport Setor Tambahan Dividen Untuk Pemprov dan 8 Kabupaten Se-Papua Tengah
Freeport dan UNCEN Luncurkan Inisiatif ‘Eksekutif Mengajar’
Serikat Pekerja di Freeport Peringati Hari Buruh, Jaga Hubungan Kerja yang Harmonis
Freeport Pacu SDM Papua Kuasai AI, Pelatihan di Timika Diserbu Ratusan Peserta
Freeport Grassroots Tournament 2026 Cetak Bibit Unggul Sepak Bola Papua

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:48 WIT

PSSI dan KNVB Rampungkan Coaching Clinic, Orbitkan Talenta Muda Mimika ke Panggung Internasional

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:50 WIT

Perkuat Ekosistem Pesisir Mimika, Freeport Tebar Bibit Baramundi dan Kepiting di Muara Tipuka

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:15 WIT

DLH Mimika dan Freeport Bersihkan Sungai Tersumbat Sampah

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:38 WIT

8 Pemuda Suku Kamoro Lulus IPN, Siap Kerja di Industri Perhotelan

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:00 WIT

Freeport Setor Tambahan Dividen Untuk Pemprov dan 8 Kabupaten Se-Papua Tengah

Berita Terbaru