MIMIKA – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, menunjukkan dukungannya terhadap pelaku usaha lokal dengan memborong sejumlah produk UMKM yang dipamerkan dalam ajang Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026 yang berlokasi di Halaman Gedung Eme Neme Yauware.
Usai kunjungannya ke setiap stan pameran, Samuel mengatakan TIFA bukan sekadar ajang seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Papua Tengah.
Samuel mengapresiasi panitia penyelenggara yang dinilai konsisten menghadirkan TIFA sejak pertama kali digelar pada 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, festival tersebut telah memberikan dampak positif terhadap pelestarian budaya sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku UMKM.
“Saya merasa terima kasih kepada Ketua dan Ketua Panitia, untuk kegiatan ini. Kegiatan TIFA didirikan pada tahun 2019, ini menandakan bahwa kami pemerintah harus serius untuk melihat ini. Apalagi TIFA sebagai salah satunya untuk mengangkat martabat dan harga diri, lebih khususnya untuk wilayah Indonesia Timur dan di Papua,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Samuel Yogi, saat bertemu awak media usai berkunjung ke beberapa stand, Kamis (2/7/26) sore.
Ia menilai TIFA telah menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan seni, budaya, tari, hingga hasil karya ukiran khas Papua, sekaligus mengangkat harkat dan martabat masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Samuel berharap festival tersebut terus mendapat dukungan dari pemerintah daerah, baik Kabupaten Mimika maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Bahkan, pihaknya telah mengusulkan agar Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Tengah memasukkan TIFA sebagai program rutin daerah.
“Papua Tengah butuh hiburan. Papua Tengah butuh untuk mengangkat budaya-budaya, salah satunya adalah masyarakat setempat melalui kegiatan ini kita bisa untuk berkembang, kita bisa untuk maju dan kita bisa memajukan daerah,” katanya.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Mimika siap mendukung penyelenggaraan TIFA maupun kegiatan serupa yang berdampak pada pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya.
Menurut Samuel, dampak ekonomi dari penyelenggaraan TIFA sudah mulai dirasakan sejak hari pertama. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah membeli beberapa produk UMKM pada pembukaan Festival tersebut.
“Pembukaan ini saja untuk kami sudah bisa borong untuk sekitar Rp10 juta sudah keluar dalam kegiatan festival untuk hari pertama. Belum lagi yang hari ke-2, belum lagi yang hari ke-3,” ungkapnya.
Samuel juga mengungkapkan, berdasarkan pengalaman penyelenggaraan tahun sebelumnya, sejumlah pelaku UMKM mampu meraih omzet hingga Rp5 juta sampai Rp6 juta selama tiga hari pelaksanaan festival.
Selain diikuti pelaku UMKM dari Mimika, TIFA 2026 juga menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Papua, di antaranya Merauke, Biak, Puncak, Deiyai, dan Nabire.
Ia optimistis kehadiran peserta dari berbagai kabupaten akan semakin memperkuat promosi budaya sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk UMKM Papua.
Penyelenggaraan TIFA diharapkan terus ditingkatkan melalui dukungan seluruh pemangku kepentingan. Selain menjadi wadah pelestarian seni dan budaya Papua, festival ini juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dengan membuka peluang pasar bagi pelaku UMKM serta meningkatkan omzet penjualan selama pelaksanaan kegiatan.







