MIMIKA – Produk fashion lokal asal Papua Tengah, Brand Ticha, berhasil meraih Juara 1 pada ajang Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026 yang berlangsung di pelataran Graha Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika.
Penghargaan tersebut diserahkan pada malam kedua pelaksanaan TIFA, Jumat (3/7/2026), oleh Ketua Tim Wilayah Indonesia Timur untuk Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Joko Suharbowo, kepada owner Brand Ticha, Beatrix Antoneta Manggo.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Beatrix. Pasalnya, ini merupakan kali ketiga dirinya mengikuti TIFA. Pada tahun 2024 ia turut membawa Kabupaten Puncak meraih juara umum, sementara tahun ini sukses mengantarkan Brand Ticha menjadi juara I TIFA 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Secara pribadi saya sangat bangga. TIFA sudah memberikan kesempatan bagi orang asli Papua untuk berkreasi dan mengembangkan produk-produk lokal menjadi produk unggulan yang bisa digunakan siapa saja, termasuk tamu dari luar Papua,” ujar Beatrix usai menerima penghargaan.
Brand Ticha dikenal menghadirkan produk-produk fashion modern yang memadukan kekayaan budaya Papua dengan sentuhan desain kontemporer.
Produk unggulannya berupa tas modern berbahan noken anggrek, kulit kayu, gaharu, hingga daun sagu yang dikombinasikan dengan kulit sapi, biawak, maupun kulit buaya berkualitas.
Selain tas, Brand Ticha juga memproduksi batik khas Papua Tengah dengan motif yang mengangkat filosofi dan nilai budaya masyarakat setempat.
Menurut Beatrix, keunikan produknya terletak pada perpaduan material lokal Papua dengan teknik pengerjaan modern sehingga menghasilkan produk premium yang memiliki identitas kuat.
“Kalau brand lain hanya menggunakan kulit, saya menggabungkan noken dan bahan-bahan alami Papua dengan kulit berkualitas. Jadi produknya memiliki ciri khas Papua tetapi tampil modern dan bisa dipakai siapa saja,” katanya.
Tak hanya meraih penghargaan, Brand Ticha juga mencatatkan hasil penjualan yang menggembirakan selama dua hari pelaksanaan TIFA.
Beatrix mengungkapkan omzet yang diperoleh telah melebihi Rp80 juta, dengan penjualan hari pertama sekitar Rp25 juta dan hari kedua mencapai lebih dari Rp60 juta.
Sejumlah pembeli bahkan merupakan pejabat yang melakukan transaksi secara langsung melalui pemesanan pribadi.
Ke depan, ia berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis kekayaan alam Papua.
Selain mengembangkan koleksi tas dan batik, Brand Ticha tengah menyiapkan produk-produk baru berbahan lokal yang nantinya akan dipatenkan sebagai identitas produknya.
“Semua bahan yang ada di Tanah Papua ingin saya kembangkan menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di tingkat dunia. Slogan kami adalah ‘Dari Alam Papua untuk Dunia’,” ungkapnya.
Brand Ticha saat ini memiliki toko utama di Nabire, Ibu Kota Provinsi Papua Tengah. Produknya juga telah dipasarkan secara daring melalui platform e-commerce serta masuk dalam jaringan Wastra Nusantara.
Tidak hanya dikenal di dalam negeri, karya-karya Brand Ticha juga telah dipromosikan dalam berbagai pameran internasional, di antaranya di Korea Selatan, Hong Kong, hingga Belanda.
Sebagai informasi, Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026 merupakan salah satu agenda pariwisata unggulan Kabupaten Mimika yang kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata.
Festival ini menjadi wadah promosi seni, budaya, ekonomi kreatif, serta produk UMKM lokal Papua kepada masyarakat nasional maupun mancanegara.







