Pesawat AMA Dibakar, Uskup Jayapura: Gereja Tak Pernah Bawa Kepentingan Politik

Ikbal Asra

Sabtu, 4 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You (tengah) didampingi Direktur PT Associated Mission Aviation (AMA) Bob Kayadu (kiri) memberikan keterangan pers di Jayapura, Papua, terkait pembakaran pesawat misi AMA di Distrik Balingga, Kabupaten Yahukimo. Jumat, 3 Juli 2026. GaleriPapua/Ikbal Asra

Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You (tengah) didampingi Direktur PT Associated Mission Aviation (AMA) Bob Kayadu (kiri) memberikan keterangan pers di Jayapura, Papua, terkait pembakaran pesawat misi AMA di Distrik Balingga, Kabupaten Yahukimo. Jumat, 3 Juli 2026. GaleriPapua/Ikbal Asra

JAYAPURA – Keuskupan Jayapura menegaskan pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) yang dibakar di Lapangan Terbang Ipdeheik, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegununga, murni digunakan untuk pelayanan kemanusiaan dan misi gereja. Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You membantah tudingan bahwa pesawat tersebut pernah digunakan untuk mengangkut personel militer maupun logistik operasi keamanan.

“Gereja Katolik ada untuk pelayanan manusia, murni 100 persen. Tidak ada kepentingan politik di balik itu,” kata Yanuarius dalam konferensi pers di Jayapura, Jumat.

Dia juga berkata, penerbangan AMA selama 67 tahun bertujuan menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit diakses transportasi lain. Selain mengantar tenaga pelayanan gereja, pesawat misi juga membawa bahan bangunan, kebutuhan pokok, serta penumpang menuju wilayah pedalaman Papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan pelayanan tersebut bahkan mendapat dukungan pemerintah melalui skema penerbangan bersubsidi untuk membuka akses ke daerah-daerah terisolasi. Salah satu rute yang dilayani ialah Balingga, yang mulai diterbangi secara rutin sekitar sekali dalam sepekan.

Baca Juga :  Penembakan di Area Grasberg Freeport, Satu Karyawan Dilaporkan Meninggal

Yanuarius menyebut selama membuka rute tersebut, pihaknya tidak pernah menerima surat maupun peringatan keamanan yang melarang penerbangan ke wilayah itu. “Selama ini aman-aman saja. Tidak ada surat yang masuk ke kantor bahwa tidak boleh terbang ke sana,” ujarnya.

Peristiwa pembakaran pesawat, kata dia, menjadi pukulan berat bagi gereja. AMA telah beroperasi selama 67 tahun untuk melayani masyarakat pedalaman dengan mengandalkan dukungan dana umat dan lembaga-lembaga gereja.

Ia mengungkapkan satu unit pesawat Pilatus Porter yang dioperasikan AMA bernilai sekitar Rp52 miliar. Kehilangan pesawat tersebut membuat gereja harus mempertimbangkan kembali keberlanjutan pelayanan penerbangan di wilayah pedalaman.

Yanuarius juga membantah tudingan yang beredar bahwa pesawat AMA mengangkut anggota TNI, Polri, kelompok bersenjata, maupun amunisi. “Kalau memang kami kedapatan mengangkut anggota TNI atau Polri, atau membawa amunisi, kami bisa terima. Tetapi itu tidak pernah terjadi,” katanya.

Baca Juga :  Kantor Dinas Perindagkop Kepulauan Yapen Hangus Terbakar

Ia menegaskan informasi yang menyebut pesawat misi membawa kepentingan militer merupakan alasan yang “dicari-cari” dan tidak sesuai fakta.

Direktur PT AMA Bob Kayadu mengatakan pembakaran pesawat merupakan peristiwa yang belum pernah dialami maskapai misi tersebut sejak berdiri.”Kalau kecelakaan itu biasa. Tapi kalau pembakaran dan juga pembunuhan, itu sangat tidak berperikemanusiaan,” ujarnya.

Yanuarius mengingatkan, apabila serangan terhadap penerbangan misi kembali terjadi, bukan hanya AMA yang akan menghentikan operasinya, tetapi juga maskapai misi lain seperti MAF dan Advent. Menurut dia, para pilot kini menghadapi trauma untuk kembali melayani daerah pedalaman. “Kalau maskapai-maskapai misi berhenti, siapa yang akan melayani masyarakat di pedalaman?” katanya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite di SPBU SP2 Mimika, Ini Penyebabnya
Satgas Damai Cartenz Ringkus Pemasok Senjata Ilegal KKB di Jayapura
Satgas ODC Identifikasi Tujuh Terduga Pelaku Pembunuhan Pilot AMA
Kejari Mimika Sita Rp300 Juta dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek Pembukaan Lahan
Operasi Kogabwilhan III Selama 6 Bulan: 47 Senpi dan 3.000 Batang Ganja Disita
TNI Perkuat Pengamanan Bandara Perintis Papua Usai OPM Bakar Pesawat dan Bunuh Pilot
Polisi Selidiki Perusakan 10 Makam di Mimika Timur
TNI Evakuasi Jenazah Pilot AMA Air yang Dibunuh OPM di Yahukimo

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:47 WIT

Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite di SPBU SP2 Mimika, Ini Penyebabnya

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:43 WIT

Satgas Damai Cartenz Ringkus Pemasok Senjata Ilegal KKB di Jayapura

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:09 WIT

Satgas ODC Identifikasi Tujuh Terduga Pelaku Pembunuhan Pilot AMA

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:20 WIT

Kejari Mimika Sita Rp300 Juta dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek Pembukaan Lahan

Senin, 6 Juli 2026 - 15:44 WIT

Operasi Kogabwilhan III Selama 6 Bulan: 47 Senpi dan 3.000 Batang Ganja Disita

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi (kiri), dan Vice President Government Relations PT Freeport Indonesia, Lenny Josephina (kanan), menandatangani Berita Acara Serah Terima hibah 11 kilometer pipa HDPE di area operasional dataran rendah PTFI, Mile 34, Mimika, Papua Tengah, Kamis, 9 Juli 2026. Dok. PTFI

Freeport

PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika

Jumat, 10 Jul 2026 - 14:39 WIT