Pelantikan Pj Bupati Mimika Tuai Pro Kontra

Selasa, 20 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelantikan Pj Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto Sumito, S.I.P., M.Si., oleh Pj Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM.

Pelantikan Pj Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto Sumito, S.I.P., M.Si., oleh Pj Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM.

MIMIKA – Pelantikan Penjabat (Pj) Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto Sumito, S.I.P., M.Si., oleh Pj Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM., telah menuai pro kontra di tengah masyarakat.

Bahkan, Johannes Rettob yang sebelumnya diberhentikan sementara dari jabatan Wakil Bupati Mimika pun menentang pelantikan tersebut.

Dalam sebuah penggalan video yang berdurasi 25 detik, John menegaskan bahwa dirinya masih tetap menjabat sebagai Plt Bupati Mimika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tetap (Plt) bupati. Yang mereka ada buat itu (pelantikan Pj Bupati Mimika) salah, tidak benar, tidak sesuai dengan ketentuan, tidak sesuai dengan konstitusional. Tidak boleh dilantik Pj Bupati,” tegas John.

“Yang harus dilakukan adalah (penetapan) Plh (pelaksana harian) andaikan saya diberhentikan sementara. Jadi, kita tetap tenang. Saya masih tetap melaksanakan tugas saya seperti biasa,” imbuhnya.

Berbeda dengan John, Pj Gubernur Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM., melalui sambutannya saat pelantikan menjelaskan bahwa pelantikan Pj Bupati Mimika merupakan bagian dari proses sistem pemerintahan di Republik Indonesia.

“Lebih khusus kami di Pemerintah Provinsi Papua Tengah yaitu untuk mengisi kekosongan kepemimpinan bupati definitif,” tutur Ribka.

Hal itu, menurutnya telah sesuai dengan UU nomor 10 tahun 2016 yang mana pasal 201 ayat 11 menyebutkan bahwa untuk mengisi kekosongan jabatan bupati atau walikota, diangkat penjabat bupati atau walikota yang berasal dari jabatan pimpinan tinggi pratama sampai dengan pelantikan bupati atau walikota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia.

Baca Juga :  FKUB Siap Sambut Kedatangan Kepala PKUB Kemenag RI di Mimika

“Peraturan perundang-undangan yang kedua adalah Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 pasal 23 ayat 1 dan 2 yang menyatakan bahwa Kepala daerah atau wakil Kepala daerah diberhentikan sementara tanpa melalui usulan DPR karena melakukan tindakan pidana korupsi berdasarkan registrasi perkara di pengadilan,” jelas Ribka.

“Itu beberapa dasar yang dipakai dalam surat keputusan Mendagri utnuk pelaksanaan pelantikan penjabat bupati di kabupaten Mimika,” tandasnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Mimika sebelumnya dipimpin secara definitif oleh Eltinus Omaleng sebagai Bupati dan Johannes Rettob sebagai wakil. Keduanya dilantik pada tanggal 6 September 2019.

Dalam perjalanan waktu, Eltinus Omaleng ditangkap KPK pada September 2022 di Jayapura karena dugaan korupsi pembangunan gereja kingmi di mile 32 Mimika. Jabatannya sebagai Bupati Mimika kemudian dinonaktifkan setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Selanjutnya, Johannes Rettob kemudian memimpin Kabupaten Mimika sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati.

Akan tetapi, beberapa waktu setelahnya, Johannes Rettob pun dijerat kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan helikopter yang mana kemudian jabatannya sebagai Wakil Bupati Mimika diberhentikan sementara lewat SK Kemendagri nomor 100.2.1.3-1245 tahun 2023.

Lebih lanjut menurut Ribka, dinamika politik yang cukup tinggi di Mimika telah menyebabkan terjadinya stagnasi pemerintahan di Kabupaten Mimika.

Baca Juga :  Pemkab Mimika Punya 530 Aset Tanah, 427 Belum Bersertifikat

Dia bahkan mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu, ada surat dari Kejati yang ditujukan ke Mendagri untuk segera mengambil langkah-langkah karena Plt Bupati Mimika sebelumnya telah menggunakan kebijakan dan powernya untuk membuat dinamika pemerintahan di daerah tidak kondusif.

“Dan surat tersebut dijawab oleh Mendagri. Mendagri lalu membentuk tim untuk memastikan hal ini ke Mimika, Pengadilan, dan Kejaksaan. Ternyata memang benar sudah ada pendaftaran yang dilakukan oleh pihak Kejati ke Pengadilan,” jelas Ribka.

“Ketika seseorang dalam hal ini Bupati terdaftar di dalam registrasi pengaduan hukum maka otomatis harus diberhentikan sementara, sehingga Mendagri mengeluarkan surat pemberhentian sementara,” lanjutnya.

Selain itu, Ribka menyebutkan bahwa sesuai Undang-Undang, saat ini, semua proses administrasi, manajemen ASN dan seterusnya menjadi tanggung jawab penuh Pj Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto Sumito.

Hal ini tentunya untuk memberikan waktu kepada Johannes Rettob untuk menjalani proses hukum yang masih berlangsung. Bila mana nantinya yang bersangkutan terbukti tidak bersalah maka jabatannya akan diaktifkan kembali.

“Seandainya Pak Johannes Rettob terbukti tidak bersalah di Pengadilan, maka itu (diaktifkan kembali. Jadi, kami harapkan sudah tidak ada lagi pro kontra publik dan polemik di masyarakat,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas
Polusi Debu dan Asap di Mimika, Bupati Perintahkan Penanganan Darurat Udara
76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ
Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu
Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik
Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu
Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga
Lima Personel BPBD Mimika Disiapkan Jadi Tim Rescue Profesional

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 19:15 WIT

Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas

Sabtu, 12 September 2026 - 15:14 WIT

Polusi Debu dan Asap di Mimika, Bupati Perintahkan Penanganan Darurat Udara

Jumat, 11 September 2026 - 15:29 WIT

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Rabu, 9 September 2026 - 18:39 WIT

Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu

Kamis, 3 September 2026 - 16:53 WIT

Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik

Berita Terbaru

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Hukrim

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Senin, 14 Sep 2026 - 15:25 WIT

Suasana di sekitar lokasi kejadian saat dikerumuni warga setempat dan polisi pada Sabtu malam, 12 September 2026. (Foto: Polres Mimika)

Hukrim

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:14 WIT