Tak Layak Dikonsumsi, 12 Ton Ikan dari Dobo Disita di Mimika

Ahmad

Selasa, 9 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas saat memasang PPNS Line pada ikan-ikan yang disegel. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

Petugas saat memasang PPNS Line pada ikan-ikan yang disegel. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

MIMIKA – Sebanyak 12 ton ikan dari Dobo, Kepulauan Aru, Maluku disita di salah satu gudang ikan, Jalan Cenderawasih, Lorong Samping Break Lunner, Timika, Papua Tengah, Sabtu (6/1/2024) lalu.

Penyitaan sejumlah ikan tersebut dilakukan oleh lintas sektor di Kabupaten Mimika lantaran dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.

Lintas Sektor tersebut terdiri dari Pengawasan Hasil Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mimika, Direktorat Jenderal PSDKP, Badan Pengendalian dan Pengawasan Hasil Kelautan dan Perikanan Wilayah Kerja (Wilker) dan Dinas Perikanan Kabupaten Mimika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan pemeriksaan, ikan yang datang dari Dobo ini merupakan ikan jenis tongkol, katamba, tuna, dan tengiri.

Inspektur Mutu Badan Pengendalian dan Pengawasan Hasil Kelautan Perikanan Wilker Timika, Fajar Kurniawan, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan sesuai dengan SNI01, sekilas diperhatikan dari segi organoptiknya banyak yang berada di bawah tujuh (standar nilai).

Fajar mengatakan, bola mata dari ikan-ikan tersebut sudah banyak yang cekung, insang sudah banyak yang berwarna cokelat, dan lapisan lendir mengeruh. Dagingnya pun tidak lagi elastis layaknya daging ikan segar pada umumnya.

Baca Juga :  Bupati Mimika Ajak Masyarakat Jaga Keamanan di Masa Tenang Pemilu 2024

Hal itu diduga terjadi karena ikan-ikan tersebut terlalu lama dalam pelayaran menuju Mimika, ditambah tidak adanya perawatan khusus dari pihak pengelola.

“Sebagian kita uji lab dulu, apakah masih bisa dikonsumsi atau tidak. Kita tunggu hasilnya,” ujar Fajar saat ditemui wartawan di lokasi.

Sementara Pembina Mutu Produk Hasil Perikanan Daerah, Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Feky Walalayo, mengatakan bahwa secara visual, ikan-ikan itu sudah tidak layak untuk dikonsumsi.

Namun, kata Feky, untuk dapat memastikan kelayakan ikan tersebut, harus ada tindak lanjut melalui uji laboratorium.

“Kalau menurut kami dari Dinas Perikanan ini memang tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat Timika,” tandasnya.

“Kita harus memastikan dengan benar bahwa ikan yang dikonsumsi oleh masyarakat Timika itu benar-benar ikan yang berkualitas. Kalau tidak, bisa terjadi keracunan dan lain-lain,” tutur Feky menambahkan.

Di samping itu, Koordinator Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mimika, Direktorat Jenderal (Ditjen) PSDKP, Hariyadi Nugroho, mengatakan bahwa dari hasil penemuan di lapangan, prosedur pengiriman dan kualitas ikan tidak sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga :  Aktivis dan Tokoh Perempuan Tolak Keputusan Pansel DPRK Otsus di Mimika

“Seperti diketahui di dalam Peraturan Pengawas Perikanan (PP) 27 Pasal 93 disebutkan bahwa proses pengiriman ikan harus dapat menjaga kualitas ikan sehingga suhu ikan tersebut tidak berubah,” jelas Hariyadi.

“Sementara, berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan banyak ikan yang tidak memenuhi standar usai tiba di Mimika. Oleh karena itu, ikan-ikan tersebut akan disegel,” imbuhnya.

Hariyadi juga menyebut, ikan-ikan tersebut dikirim dari Dobo ke Mimika untuk kepentingan pasar dan dikirim ke Pangan Sari.

“Kami akan bekerja sama dengan karantina agar ikan-ikan ini dilakukan pemeriksaan secara laboratorium karena secara organoleptik ada beberapa yang tidak sesuai itu kami sita, kami segel untuk dijadikan barang bukti. Kemudian untuk ikan-ikan yang lain yang secara kelihatan masih baik itu kami minta untuk dilakukan pemeriksaan secara laboratorium,” ujar Hariyadi.

Hariyadi bilang, nantinya jika hasil pemeriksaan laboratorium tidak sesuai, maka ikan-ikan tersebut sesuai ketentuan akan dimusnahkan. Sebab, dapat membahayakan kesehatan orang yang mengkonsumsi.

“Kami dari pengawas perikanan akan melakukan tindakan yang lebih tegas dari ini karena sebelumnya kami telah melakukan sosialisasi,” pungkas Hariyadi.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Data Penduduk Mimika Semester I 2026: 325.596 Jiwa
Bupati Mimika Ancam Cabut Izin Usaha Jika Buang Sampah Sembarangan
170 Pengurus Rumah Ibadah Penerima Dana Hibah di Mimika Diminta Siapkan LPJ
Forum Konsultasi Publik: Bapenda Mimika Bahas Tantangan, Dinamika, dan Strategi Pengelolaan Pendapatan
Disperindag Mimika Minta Warga Rekam Pangkalan Nakal, Bukti Jadi Dasar Penindakan
DPRK Mimika Soroti Realisasi Belanja 82 Persen, Bakal Evaluasi Eksekutif
Pendapatan Mimika Hampir 100 Persen, Belanja Infrastruktur Baru 82 Persen
125 Pelaku Usaha Tampil di Festival UMKM Mimika, Digelar 10-12 Agustus

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:07 WIT

Data Penduduk Mimika Semester I 2026: 325.596 Jiwa

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:01 WIT

Bupati Mimika Ancam Cabut Izin Usaha Jika Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:51 WIT

170 Pengurus Rumah Ibadah Penerima Dana Hibah di Mimika Diminta Siapkan LPJ

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:52 WIT

Forum Konsultasi Publik: Bapenda Mimika Bahas Tantangan, Dinamika, dan Strategi Pengelolaan Pendapatan

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:56 WIT

Disperindag Mimika Minta Warga Rekam Pangkalan Nakal, Bukti Jadi Dasar Penindakan

Berita Terbaru

Kantor Disdukcapil Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

Data Penduduk Mimika Semester I 2026: 325.596 Jiwa

Selasa, 4 Agu 2026 - 20:07 WIT

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

Bupati Mimika Ancam Cabut Izin Usaha Jika Buang Sampah Sembarangan

Selasa, 4 Agu 2026 - 20:01 WIT

Jenazah korban tergeletak di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, dengan sejumlah panah menancap di sekujur tubuhnya. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Hukrim

Pembunuhan di Kwamki Narama, Polisi Buru Pelaku Utama

Selasa, 4 Agu 2026 - 10:00 WIT

Ketua I KNPB Pusat Warpo Wetipo (kanan) didampingi Juru Bicara KNPB Pusat Ogram Wanimbo menyampaikan pernyataan sikap dalam aksi KNPB di Jayapura, Senin, 3 Agustus 2026. KNPB menyerukan pembukaan akses bantuan kemanusiaan internasional ke wilayah konflik di Papua serta mendorong penyelesaian konflik melalui jalur internasional. GaleriPapua/ Ikbal Asra.

Organisasi

KNPB Desak ICRC Tekan Indonesia Buka Akses Kemanusiaan di Papua

Senin, 3 Agu 2026 - 22:47 WIT