Ribuan Masyarakat Puncak Jaya Minta Tambahan Kuota CPNS dan Prioritaskan OAP

Endy Langobelen

Rabu, 5 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak ribuan masyarakat Puncak Jaya berkumpul untuk melakukan aksi demo menuntut penambahan kuota dan prioritaskan orang asli Papua dalam penerimaan CPNS 2024. (Foto: Istimewa/Dinas Kominfo Puncak Jaya)

Tampak ribuan masyarakat Puncak Jaya berkumpul untuk melakukan aksi demo menuntut penambahan kuota dan prioritaskan orang asli Papua dalam penerimaan CPNS 2024. (Foto: Istimewa/Dinas Kominfo Puncak Jaya)

PUNCAK JAYA – Ribuan masyarakat dari 27 distrik dan 302 kampung di Puncak Jaya, Papua Tengah, menggelar aksi demo di pelataran Kantor Bupati Puncak Jaya, Senin (3/6/2024).

Dalam beberapa video yang tersebar di platform media sosial Facebook, massa aksi yang menamakan kelompoknya dengan sebutan Tim Pencari Kerja Kabupaten Puncak Jaya (Pencaker Puja) itu pertama-tama berkumpul di Kota Lama dan alun-alun.

Mereka kemudian melakukan long march ke halaman Kantor Bupati Puncak Jaya untuk menemui pimpinan daerah dan menyampaikan aspirasinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksi itu, massa tampak membawa sejumlah spanduk dan pamflet yang intinya berisikan tuntutan penerimaan CPNS harus diisi sepenuhnya oleh Orang Asli Papua (OAP).

Adapun siaran pers yang diterima Galeripapua.com pada Rabu (5/6/2024), disampaikan bahwa massa aksi meminta Pemerintah Daerah (Pemda) memerhatikan porsi penerimaan CPNS tahun 2024 yang mana harus ada penambahan kuota dan 100 persen mesti berasal dari OAP khususnya orang asli Puncak Jaya.

Mereka juga menekankan agar para pendaftar yang merupakan warga pendatang harus ditolak dalam penerimaan CPNS tersebut.

Mika Wanena selaku kordinator massa aksi meminta Pemda Puncak Jaya segera meneruskan aspirasi mereka kepada Pemerintah Pusat.

“Kami harap agar Pemerintah Pusat menambahkan kuota penerimaan CPNS Puncak Jaya. Kalau boleh sebanyak 5.000 formasi peserta,” ujarnya.

Baca Juga :  Sebulan Disandera TPNPB, Pilot Susi Air Beberkan Syarat Pembebasan Dirinya

Menurutnya, jumlah kuota yang saat ini berjumlah 1.246 formasi masih sangat sedikit sehingga perlu ditambahkan mengingat jumlah pencaker OAP di Kabupaten Puncak Jaya cukup banyak.

Pada kesempatan itu juga, massa aksi menyerahkan anak panah dan pena sebagai simbol penyerahan aspirasi kepada Penjabat (Pj) Bupati dan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Puncak Jaya.

“Anak panah dan pena ini sebagai simbol untuk kemajuan harus dengan pendidikan. Sebaliknya jika tidak, maka Puncak Jaya akan tetap dalam kemunduran,” jelas Mika.

Lebih lanjut Mika menyebutkan bahwa anak panah yang diberikan juga memiliki arti bahwa dahulu Puncak Jaya merupakan daerah peperangan.

Sementara pena mengartikan kedamaian yang ditandai dengan masuknya pemerintahan ke wilayah Kabupaten Puncak Jaya.

Di kesempatan berbeda, Mika pun meminta kepada Pemerintah Pusat agar dapat mengupayakan kebijakan khusus bagi masyarakat yang saat ini telah memasuki batas usia dalam penerimaan CPNS.

Secara aturan, sebut Mika, memang jelas bahwa yang diutamakan adalah kompetensinya dan syarat lainnya. Akan tetapi, menurut Mika, untuk membangun Puncak Jaya, diharapkan ada kebijakan khusus melalui pendekatan lain.

“Jangan lewat aturan tetapi afirmasi. Khususnya kami yang sudah berusia sampai dengan usia 36 atau 37 tahun ini, segera percepat pengangkatan CPNS,” tandasnya.

Baca Juga :  Pencaker OAP di Mimika Tuntut Diloloskan Seleksi CPNS Tanpa Syarat

Mika menilai hal ini juga merupakan imbas dari carut-marut penerimaan CPNS pada tahun-tahun sebelumnya yang sering tertunda akibat sejumlah persoalan.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan pun telah didengar dan dicatat oleh Pemda setempat, dalam hal ini Pj Sekda dan Pj Bupati Puncak Jaya.

Pj Sekda Puncak Jaya, Yubelina Enumbi, yang hadir mendengar aspirasi dan menerima pena menyebutkan, “Saya terima pena artinya damai dan bukan panah, karena kami tidak mau masyarakat perang. Kami mau Kabupaten Puncak Jaya harus damai,” tegas Yubelina.

Dia menambahkan, Pemda Puncak Jaya turut mendukung penerimaan CPNS Puncak Jaya harus diisi 100 persen oleh anak daerah Puncak Jaya.

“Tapi saya minta agar demo harus damai dan tidak merusak. Saya terima pena dan tolak panah. Kami diangkat dan hadir berdiri bersama masyarakat dan mendukung 100 persen CPNS diisi putra asli Puncak Jaya. Kami akan mengupayakan,” tuturnya.

Sementara Pj Bupati Puncak Jaya, Tumiran, mengatakan bahwa Indonesia adalah negara demokratis yang menerima segala masukan dan aspirasi yang sudah diatur UU.

Adapun perihal kuota penerimaan CPNS tahun 2024 adalah kewenangan pemerintah pusat dan bukan kewenangan Pemerintah Daerah.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi 1.000 Lilin di Timika, Desak Pengusutan Kasus Andrie Yunus
Soroti Aksi Mogok, Pemuda Mimika Usul Petugas Sampah Diangkat Jadi PPPK
Masyarakat Distrik Konda Pasang Patok Adat, Tolak Kehadiran Sawit di Hutan Ulayat
Marga Beanal Tegaskan Larangan Pembukaan Jalur Pendakian Ilegal di Puncak Carstensz
Terima Jenazah Korban, Keluarga Eanus Mom Minta Aparat Tanggung Jawab
Keluarga Bantah Korban Operasi di Mimika Terlibat TPNPB-OPM, Minta Jenazah Segera Dipulangkan
Kepala Suku Yahukimo Minta Semua Pihak Jaga Keamanan dan Kedamaian
Koordinator Pendulang Mimika Buka Suara soal Toko Emas Tutup dan Isu Deal-dealan

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:40 WIT

Aksi 1.000 Lilin di Timika, Desak Pengusutan Kasus Andrie Yunus

Senin, 9 Maret 2026 - 15:12 WIT

Soroti Aksi Mogok, Pemuda Mimika Usul Petugas Sampah Diangkat Jadi PPPK

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:59 WIT

Masyarakat Distrik Konda Pasang Patok Adat, Tolak Kehadiran Sawit di Hutan Ulayat

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:52 WIT

Marga Beanal Tegaskan Larangan Pembukaan Jalur Pendakian Ilegal di Puncak Carstensz

Rabu, 4 Maret 2026 - 01:17 WIT

Terima Jenazah Korban, Keluarga Eanus Mom Minta Aparat Tanggung Jawab

Berita Terbaru

Kader HMI Cabang Jayapura berfoto bersama di belakang spanduk kegiatan berbagi takjil di Kota Jayapura, Papua, Minggu, 15 Maret 2026. Foto: dok. HMI Cabang Jayapura.

Organisasi

HMI Jayapura Gelar Bagi Takjil di Dua Titik Kota

Senin, 16 Mar 2026 - 23:10 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/