Aktivis dan Tokoh Perempuan Tolak Keputusan Pansel DPRK Otsus di Mimika

Jumat, 29 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis & tokoh perempuan Mimika saat konferensi pers di Sekretariat SPP, Jalan Kelapa II Timika. (Foto: Istimewa)

Aktivis & tokoh perempuan Mimika saat konferensi pers di Sekretariat SPP, Jalan Kelapa II Timika. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Para aktivis dan tokoh perempuan Mimika protes dan menolak keputusan Pansel DPRK jalur Otonomi Khusus (Otsus) Mimika khususnya tiga kuota kursi perempuan yang telah diumumkan pada Kamis (28/11/20224) kemarin.

Dalam pengumuman itu, terdapat 27 nama. 9 nama akan duduk sebagai anggota dewan. 18 nama lainnya masuk daftar tunggu satu dan dua.

Ketua Solidaritas Perempuan Papua (SPP) Mimika, Ros Kabes, menilai kuota perempuan tidak diisi oleh perwakilan yang selama ini aktif di kegiatan memperjuangkan hak-hak perempuan Papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang lolos ini tidak pernah aktif di kegiatan perempuan segala macam, dia tidak pernah aktif,” kata Ros dalaam konferensi pers, Jumat (29/11/2024).

Padahal saat sosialisasi, Pansel sendiri yang menekankan rekam jejak bekerja dan berjuang untuk kepentingan perempuan sebagai syarat bagi mereka yang ikut seleksi.

“Pansel sendiri yang sebut ambil yang selama ini bekerja untuk perempuan. Terus yang duduk ini siapa? Kapan mereka bekerja dan berjuang untuk perempuan? Terus nanti dia duduk bikin apa, 5D? Datang, duduk, diam, dengar, dan duit? Bukan masalah siapa yang duduk tapi ini kita bicara soal kepentingan perempuan,” tuturnya.

Baca Juga :  Wabah ASF Bisa Menular Lewat Sampah Sisa Makanan

“Jangan-jangan ada permainan di balik ini. Kita tidak menuduh, minta maaf, tapi kalau kita mau lihat sebagaimana yang dijanjikan Pansel, rekam jejak apa dari tiga perwakilan perempuan yang lolos ini?” katanya.

Aktivis perempuan, Mariana Nakiaya, mengungkapkan bahwa Pansel telah bermasalah sejak dari awal. Katanya, saat seleksi berkas, Pansel mengumumkan hanya 43 yang lolos. Setelah unjuk rasa, Pansel mengubah keputusannya menjadi 61 yang lolos.

Bagi Mariana, hal itu menunjukkan Pansel tidak tegas dan tidak transparan. Pansel langsung mengeluarkan SK mereka yang lolos tanpa menyertakan nilai tes dari setiap peserta.

“Ini macam sembunyi-sembunyi. Di balik itu ada apa?” katanya.

Tokoh Perempuan Mimika, Agustina Yatanea, mengaku percaya diri bakal lolos. Bagaimana tidak, setelah lolos berkas, ia dan peserta lain mengikuti tes tertulis dan wawancara. Topiknya wawasan kebangsaan dan Otsus. Dengan pengalaman 25 tahun jadi guru salah satunya mengajar mata pelajaran PPKN, dua tes itu tidaklah sulit baginya.

“Saya percaya diri, saya sudah lolos seleksi duduki kursi DPR. Ada apa di balik ini sehingga kami dapat kenyataan seperti begini. Yang saya tanya hasil tes dan wawancara saya di mana?” tandasnya.

Baca Juga :  Gagal Panen Akibat Cuaca, Harga Bahan Pokok di Mimika Melonjak

Aktivis perempuan dan lingkungan, Adolfina Kuum, menambahkan soal rekam jejak telah diatur dalam syarat khusus, yaitu memiliki pengalaman dalam memperjuangkan aspirasi dan hak dasar OAP di Papua Tengah dan atau kabupaten sekurang-kurangnya dalam lima tahun terakhir.

Melihat mereka yang mengisi kuota kursi perempuan, Adolfina berkesimpulan, Pansel tak mengindahkan syarat khusus rekam jejak dan pengalaman bekerja memperjuangkan hak-hak perempuan.

Belum lagi soal penempatan wilayah, Adolfina ditemaptkan di Hoya. Padahal ia mewakili pesisir timur, Agimuga dan Jita.

“Padahal ini soal kepentingan perempuan. Perlu orang yang memahami situasi perempuan di Papua, di Mimika khususnya. Makanya rekam jejak ini penting dan jadi syarat. Mereka yang lolos ini tidak akan bikin apa-apa. Hanya ikut saja,” katanya.

Pansel memang memberikan kesempatan menyanggah SK tersebut. Tapi bagi para aktivirs perempuan ini, waktu sanggah terlalu sempit dan prosesnya pun berbelit karena harus ke PTUN.

“Kita akan unjuk rasa di Kantor Bupati Senin depan untuk meminta pertanggungjawaban Pansel dan meninjau ulang keputusannya,” pungkasnya.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Distrik Konda Pasang Patok Adat, Tolak Kehadiran Sawit di Hutan Ulayat
Marga Beanal Tegaskan Larangan Pembukaan Jalur Pendakian Ilegal di Puncak Carstensz
Terima Jenazah Korban, Keluarga Eanus Mom Minta Aparat Tanggung Jawab
Keluarga Bantah Korban Operasi di Mimika Terlibat TPNPB-OPM, Minta Jenazah Segera Dipulangkan
Kepala Suku Yahukimo Minta Semua Pihak Jaga Keamanan dan Kedamaian
Koordinator Pendulang Mimika Buka Suara soal Toko Emas Tutup dan Isu Deal-dealan
Komnas HAM Papua Dukung Pendekatan Humanis Satgas Operasi Damai Cartenz 2026
Tapal Batas Kapiraya, Kepala Suku Mee dan LMA Kamoro Sepakat Dorong Penyelesaian Adat

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:59 WIT

Masyarakat Distrik Konda Pasang Patok Adat, Tolak Kehadiran Sawit di Hutan Ulayat

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:52 WIT

Marga Beanal Tegaskan Larangan Pembukaan Jalur Pendakian Ilegal di Puncak Carstensz

Rabu, 4 Maret 2026 - 01:17 WIT

Terima Jenazah Korban, Keluarga Eanus Mom Minta Aparat Tanggung Jawab

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:17 WIT

Keluarga Bantah Korban Operasi di Mimika Terlibat TPNPB-OPM, Minta Jenazah Segera Dipulangkan

Senin, 2 Maret 2026 - 18:05 WIT

Kepala Suku Yahukimo Minta Semua Pihak Jaga Keamanan dan Kedamaian

Berita Terbaru

Petugas pengangkut sampah di Mimika mogok kerja, Senin (9/3/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Peristiwa

Petugas Sampah Mogok Kerja, Sampah Menumpuk di Jalanan Timika

Senin, 9 Mar 2026 - 08:13 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/