Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan di Pegubin, OPM: Itu Intel dan Polisi

Senin, 28 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Almarhum Bocor Sombolim bersama salah dua anggotanya menyampaikan pernyataan sikap.

Almarhum Bocor Sombolim bersama salah dua anggotanya menyampaikan pernyataan sikap.

MIMIKA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah menewaskan tiga aparat dan melukai sembilan pendulang di Kali Merah, Distrik Awimbon, wilayah perbatasan Yahukimo dan Pegunungan Bintang (Pegubin), Papua Pegunungan, Minggu (27/8/2023).

Melalui siaran pers yang disebarluaskan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dikatakan bahwa aksi penyerangan itu dilakukan oleh pasukan TPNPB wilayah Korowai atau pasukannya Almarhum Bocor Sobolim.

“Secara komando, Kodap XVI Yahukimo di bawah pimpinan Panglima Bridgen Ekius Kobak dan pasukannya bertanggung jawab, dan secara nasional, Panglima Tertinggi Gen Goliat Naaman Tabuni dan Manajernya bertanggung jawab,” ujar Sebby, Senin (28/8/2023) malam.

Sebby merincikan, ketiga aparat yang dibunuh, salah satunya adalah seorang intelijen dan duanya lagi merupakan anggota polisi.

“Itu satu intel dan polisi. Dan para pendulang emas luka-luka. Polisi ada pistol dan intel juga ada pistol, makanya dibunuh langsung,” tandasnya.

Sejumlah barang milik korban yang ditahan Almarhum Bocor Sombolim dkk.

Sebby menjelaskan, berdasarkan laporan yang ia terima, bahwa pada hari Minggu, 27 Agustus 2023, sekitar pukul 12.00 WIT, Almarhum Bocor Sobolim bersama pasukannya melakukan operasi penyerangan ke area Kali Merah.

Penyerangan tersebut dilakukan selama sejam hingga pukul 13.00 waktu setempat.

“Pasukan TPNPB tidak ada yang kena (jadi korban), dan pihak kolonial Indonesia telah kami eksekusi mati. Jumlah sebagai berikut; 1 anggota intelijen, 2 anggota polisi, dan 9 lainnya (pendulang) luka berat,” ungkapnya.

Baca Juga :  TPP ASN di Mimika akan Ditahan Jika Tak Disiplin Kerja

Sebby menegaskan bahwa aksi penyerangan ini sebagai bentuk pengusiran terhadap perusahaan asing termasuk perusahaan Indonesia di wilayah Papua, khusunya di Korowai.

Sementara dalam video pernyataan sikap yang berdurasi 1 menit 23 detik, Almarhum Bocor Sobolim menyebutkan bahwa mereka telah mengeksekusi tiga orang anggota polisi dan intelejen, serta sembilan lainnya luka-kuka.

Salah satu korban meninggal yang tubuhnya terdapat luka tebasan parang.

“Tiga (orang) itu kami lewatkan betul-betul. Tiga kepala ini, satu kepala saya kirim untuk Joko Widodo di Istana Merdeka Monas, satu kepala saya kirim untuk Prabowo Subianto, satu kepala saya kirim untuk Ibu Megawati karena mereka ini adalah orang orang egois,” tegas Bocor Sobolim.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas ODC Identifikasi Tujuh Terduga Pelaku Pembunuhan Pilot AMA
Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya
Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Dirilis di YouTube JubiTV
MRP Papua Tengah Tampung Aspirasi Perempuan Mimika, Berbagai Persoalan Disorot
Fakhiri dan FPHS Tsingwarop Perkuat Komitmen Kawal Dana 4 Persen Freeport
Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata
Petrosea–Distrik Miru Bangun RTH Terintegrasi, Dorong Lingkungan Sehat dan UMKM OAP
Petrosea Dorong Ketahanan Keluarga, Edukasi Catin Perdana Digelar di Mimika

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:09 WIT

Satgas ODC Identifikasi Tujuh Terduga Pelaku Pembunuhan Pilot AMA

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:01 WIT

Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:00 WIT

Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Dirilis di YouTube JubiTV

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:41 WIT

MRP Papua Tengah Tampung Aspirasi Perempuan Mimika, Berbagai Persoalan Disorot

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:21 WIT

Fakhiri dan FPHS Tsingwarop Perkuat Komitmen Kawal Dana 4 Persen Freeport

Berita Terbaru