Demi Formulir PPDB, Sejumlah Anak Nekat Antre dari Subuh di SMP Negeri 2 Timika

Endy Langobelen

Minggu, 23 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak sejumlah anak berseragam merah putih ditemani orang tua mengantre di depan gerbang SMP Negeri 2, Timika, Papua Tengah, Senin (24/6/2024), untuk mendapatkan formulir PPDB. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Tampak sejumlah anak berseragam merah putih ditemani orang tua mengantre di depan gerbang SMP Negeri 2, Timika, Papua Tengah, Senin (24/6/2024), untuk mendapatkan formulir PPDB. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Demi mendapatkan formulir pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di SMP Negeri 2 Timika, Papua Tengah, sejumlah orang tua beserta anak nekat mendatangi sekolah pada pagi buta, Senin (24/6/2024).

Pantauan Galeripapua.com, sekitar pukul 03.30 dini hari waktu setempat, anak-anak berseragam SD merah putih tampak telah mengantre panjang di depan pagar gerbang SMP Negeri 2, Jalan Budi Utomo.

Meski berada di bawah rintik gerimis, siswa-siswi calon peserta didik mati-matian tetap berdiri pada jalur barisan antrean.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada dua baris antrean. Satunya khusus anak-anak orang asli Papua (OAP) dan satu barisan lainnya diisi anak-anak pendatang.

Untuk diketahui, PPDB di SMP Negeri 2 Timika dijadwalkan akan berlangsung hingga 15 Juli 2024 masuk sekolah. Pengambilan formulir sendiri hanya diberikan waktu selama dua hari, yakni tanggal 24 – 25 Juni 2024.

Sementara formulir pendaftaran yang disediakan sebanyak 320 formulir dengan rincian jalur zonasi 224, afirmasi 48, perpindahan tugas orang tua 16, dan jalur prestasi 32 formulir.

Baca Juga :  Seorang Anak Kecil Dilaporkan Tenggelam di Kali Selamat Datang Timika

Melihat jumlah formulir yang diberikan terbatas, para orang tua murid beserta anaknya rela menerjang hujan di pagi buta untuk memburu lembaran formulir PPDB.

Seperti halnya Olis Pinibo, seorang bapak yang telah tiba di depan SMP Negeri 2 sejak pukul 03.00 WIT. Olis terlihat mengantar dua orang anak sekaligus.

“Satunya ini om punya anak, saya antar dia juga karena dia punya bapak ada kerja,” ujarnya saat diwawancarai Galeripapua.com.

Olis mengaku terpaksa harus datang pada pagi buta lantaran takut tidak kebagian lembaran formulir PPDB.

“Memang dia buka jam 08.00 WIT, tapi kita harus datang duluan karena nanti pasti antreannya panjang. Tahun lalu juga begitu, apalagi ini dia punya formulir terbatas. Jadi, harus cepat,” tuturnya.

Saat ditanya mengapa memilih SMP Negeri 2, Olis menyebut, hanya mengikuti keinginan anaknya.

“Saya punya anak maunya di sini (SMP Negeri 2) jadi ikut saja. Yang penting dia selalu semangat sekolah. Kita orang tua hanya bisa dukung dan berupaya untuk anak tetap sekolah,” pungkasnya.

Baca Juga :  Lantik Pimpinan MRP-PPT, Ribka Haluk: Perjuangkan Harkat dan Martabat Orang Asli Papua

Di samping itu juga, jarak kediaman Olis masih termasuk dalam jalur zonasi.

“Kami tinggal di Jalan Kesehatan situ. Dekat dengan sekolah,” kata Olis.

Senada dengan Olis, Wati yang merupakan orang tua murid pun mengatakan hal yang sama, takut kehabisan formulir PPDB.

“Mau bagaimana lagi, kita harus datang lebih awal. Takutnya kalau datang pas buka, orang sudah ramai dan bisa saja kita tidak dapat formulir,” jelasnya.

“Tahun lalu itu malah ada yang sudah tunggu di sini dari tengah malam, sampai bentang tikar duduk tunggu sampai buka,” imbuhnya.

Wati berharap, kiranya dengan usaha datang lebih awal ini, anaknya bisa mendapatkan formulir PPDB.

“Ya semoga saja sebentar bisa lancar, tidak ada yang ribut atau main masuk saja begitu. Kasihan, kita punya anak sudah berdiri antre dari subuh-subuh,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Tolikara di Bali Terusir dari Kontrakan, Dana Pemondokan Belum Dikirim Pemda
Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas
BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman
DLH Mimika Targetkan Seluruh Sekolah Terapkan Program Berwawasan Lingkungan
Kisah murid-murid SD di pedalaman Papua yang terbiasa ke sekolah tanpa alas kaki
Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik, Polres Mimika Diusulkan Naik Tipe Jadi Polresta
Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat
Blapos TIFA Management: Dari Freestyle Jalanan Menuju Panggung Besar

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 19:15 WIT

Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:40 WIT

BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:24 WIT

DLH Mimika Targetkan Seluruh Sekolah Terapkan Program Berwawasan Lingkungan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:34 WIT

Kisah murid-murid SD di pedalaman Papua yang terbiasa ke sekolah tanpa alas kaki

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:25 WIT

Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik, Polres Mimika Diusulkan Naik Tipe Jadi Polresta

Berita Terbaru