Egianus Kogoya Ancam Operasi Besar, Jika Aparat Tak Tinggalkan Kwiyawagi

Endy Langobelen

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, Brigjen Egianus Kogoya, bersama pasukannya. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, Brigjen Egianus Kogoya, bersama pasukannya. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

NDUGA — Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, Brigjen Egianus Kogoya, mengeluarkan pernyataan keras dan ultimatum kepada Pemerintah Indonesia, pemerintah daerah di Nduga dan Lanny Jaya, serta aparat keamanan yang berada di sejumlah wilayah konflik.

Pernyataan itu disampaikan dalam Siaran Pers Ke-II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, pada 2 Desember 2025 lalu.

Egianus menegaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan upacara militer pengibaran Bendera Bintang Kejora pada 1 Desember di Markas TPNPB Wosem, sekaligus menggelar pengecekan pasukan dan logistik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam momentum itu, ia menyampaikan sejumlah ancaman operasi jika instruksinya tidak dipatuhi.

Ultimatum: Aparat Harus Tinggalkan Kwiyawagi dan Alguru

Egianus menyampaikan peringatan tegas terkait keberadaan aparat militer Indonesia di Alguru dan di wilayah pengungsian Kwiyawagi, Lanny Jaya. Ia menyebut keberadaan aparat di dua lokasi itu akan memicu operasi berskala luas.

“Jika aparat masih bertahan di situ maka seluruh pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma akan melakukan operasi ke seluruh wilayah serta bangunan-bangunan yang telah dibangun akan menjadi Markas TPNPB di Kota Kenyam jika TNI masih menguasai Alguru,” ujarnya.

Baca Juga :  Bacok Anak Tiri hingga Luka Berat, Pria di Mimika Divonis 5 Tahun Penjara

Ia juga menegaskan bahwa keselamatan warga sipil tidak dapat dijamin bila TPNPB melancarkan serangan.

“TPNPB siap melakukan penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di wilayah pengungsi di Kwiyawagi sebelum terjadi sesuatu kepada masyarakat sipil,” tegasnya.

Peringatan Soal Keselamatan Warga Sipil

Egianus meminta pemerintah daerah, tokoh gereja, pemuda, dan DPRD untuk segera mengambil langkah menyelamatkan warga sipil sebelum operasi dimulai.

“Nyawa warga sipil akan tidak aman di Alguru dan 32 Distrik di Nduga setelah perintah operasi dilaksanakan,” tandasnnya memberikan peringatan.

Menurutnya, keberadaan aparat di wilayah yang dihuni pengungsi dari Puncak, Ilaga, Sinak, Nduga, Tiom, dan Lanny Jaya hanya akan memperbesar risiko.

Larangan Pembangunan di 32 Distrik

Ia juga melarang aktivitas pembangunan infrastruktur di 32 distrik yang diklaim sebagai wilayah operasi Kodap III Ndugama Derakma.

Baca Juga :  Perang Dua Kelompok Terjadi Lagi di Mimika

“Hentikan pembangunan rumah, jalan, jembatan dan lain-lain di wilayah operasi TPNPB Kodap III Nduga… Jika mau membangun silahkan di Kota Kenyam dan jadikan sebagai tempat pengungsian warga sipil.”

Instruksi Pemulangan Pasukan untuk Persiapan Operasi

Egianus memerintahkan seluruh pasukan dari 13 batalyon dan 3 kowip di bawah struktur Kodap III agar sesegera mungkin kembali ke markas untuk kesiapan perang.

“Kembali ke Kodap III dalam waktu sesingkat-singkatnya untuk melakukan kesiapan perang melawan militer pemerintah Indonesia,” kata Egianus.

Ia menekankan bahwa risiko di luar perintah tidak akan menjadi tanggung jawabnya.

Pesan Langsung ke Presiden Prabowo

Di samping itu, Egianus juga kembali menantang kebijakan keamanan pemerintah pusat.

“Ribuan personel militer Indonesia yang dikirim ke Nduga dan seluruh wilayah Papua, kami TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan tidak pernah takut dan tidak mundur,” tegasnya.

Ia pun meminta Presiden RI agar aparat tidak menembak warga sembarangan selama operasi keamanan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Kos di Jalan Perintis Digerebek, Wanita Paruh Baya Ditangkap Bersama 36 Paket Sabu
Mediasi dengan Keluarga Korban, TNI Ungkap Kronologi Penembakan di Tembagapura
Operasi di Jayawijaya, Koops TNI Habema Amankan Senjata dan Munisi Diduga Milik OPM
Polres Mimika Musnahkan 420 Gram Sabu Senilai Rp1 Miliar
Sat Resnarkoba Polres Mimika Bongkar Pabrik Miras, Pelaku Raib di Balik Sungai
Kasus Begal Sadis di Bougenville Mimika Masuk Tahap II, Dua Tersangka Segera Disidangkan
Tiga Pria Diburu Polisi Usai Penganiayaan Maut di Belakang Grapari Timika
Pengendara Motor Tewas Berujung Penikaman di Mimika

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:15 WIT

Rumah Kos di Jalan Perintis Digerebek, Wanita Paruh Baya Ditangkap Bersama 36 Paket Sabu

Senin, 11 Mei 2026 - 22:30 WIT

Mediasi dengan Keluarga Korban, TNI Ungkap Kronologi Penembakan di Tembagapura

Senin, 11 Mei 2026 - 19:23 WIT

Operasi di Jayawijaya, Koops TNI Habema Amankan Senjata dan Munisi Diduga Milik OPM

Senin, 11 Mei 2026 - 15:25 WIT

Polres Mimika Musnahkan 420 Gram Sabu Senilai Rp1 Miliar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:01 WIT

Sat Resnarkoba Polres Mimika Bongkar Pabrik Miras, Pelaku Raib di Balik Sungai

Berita Terbaru

FGD - Peserta berfoto bersama usai Focus Group Discussion (FGD) eliminasi kusta yang digelar Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa di Puskesmas Abepura, Sabtu, 23 Mei 2026. Diskusi membahas percepatan eliminasi kusta di Kota Jayapura di tengah tingginya angka kasus dan masih kuatnya stigma terhadap pasien. Galeripapua/Ikbal Asra

Pemerintahan

Dinkes Jayapura: 503 Pasien Kusta Masih Jalani Pengobatan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:18 WIT

Kesehatan - Peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) eliminasi kusta yang digelar Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa di Puskesmas Abepura, Sabtu, 23 Mei 2026. Diskusi membahas percepatan eliminasi kusta, pengurangan stigma terhadap pasien, serta penguatan kolaborasi lintas sektor di Kota Jayapura. Galeripapua/ Ikbal Asra

Kesehatan

LKC Dompet Dhuafa Papua Gelar FGD Bahas Eliminasi Kusta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:26 WIT