Identitas Guru dan Nakes Korban Kekerasan KKB di Yahukimo

Endy Langobelen

Minggu, 23 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Satgas Operasi Damai Cartenz 2025, Brigpol Ita Sombo Allo, mengevakuasi salah satu korban kekerasan KKB Yahukimo. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2025)

Anggota Satgas Operasi Damai Cartenz 2025, Brigpol Ita Sombo Allo, mengevakuasi salah satu korban kekerasan KKB Yahukimo. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2025)

YAHUKIMO – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2025 mengungkapkan identitas para korban kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Sabtu (22/3/2025) kemarin.

Dalam siaran pers yang diterbitkan Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2025 pada Minggu (23/3/2025), disampaikan bahwa ada sebanyak 10 orang yang menjadi korban dalam peristiwa penyerangan tersebut. 10 orang ini terdiri dari para guru, tenaga kesehatan (nakes), dan petani.

Satu orang dinyatakan meninggal dunia. Empat orang mengalami luka ringan, tiga luka berat, dan dua orang lainnya dalam kondisi aman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Delapan korban, luka-luka dan meninggal dunia, telah dievakuasi dan dirujuk ke RSAD Marthen Indey Kota Jayapura. Mereka Dievakuasi melalui Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Sedangkan dua korban lainya, yang dalam kondisi aman, yakni Lenike Saban (perempuan, guru) dan Erens Sama (petani) tidak dievakuasi karena merupakan warga asli Yahukimo dan atas permintaan sendiri.

Baca Juga :  Dogiyai Juara Festival Budaya Pelajar Papua Tengah 2025, Gubernur Ingatkan Identitas Papua

Adapun delapan identitas korban yang dievakuasi ke Jayapura yakni sebagai berikut.

  1. Rosalia Rerek Sogen. Perempuan, guru, Suku Flores Timur, meninggal dunia (MD)
  2. Doinisiar Taroci More Flores. Perempuan, guru, Suku Flores, NTT.
  3. Vantiana Kambu. Perempuan, guru, Suku Papua, Sorong.
  4. Paskalia Peni Tere Liman. Perempuan, guru, Suku Flores.
  5. Fidelis De Lena. Laki-laki, guru, Suku Flores.
  6. Kosmas Paga. Laki-laki, guru, Suku Flores.
  7. Penus Lepi. Laki-laki, guru, Suku Kimial, asli Yahukimo, Papua. Dipulangkan dari RSAD Marthen Indey karena dinyatakan sehat.
  8. Irawati Nebobohan. Perempuan, tenaga kesehatan, NTT.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan KKB terhadap guru dan tenaga kesehatan merupakan tindakan yang keji dan tidak berperikemanusiaan.

“Ini adalah tindakan biadab dan sangat keji. Para guru dan tenaga medis itu bukan militer, mereka adalah pendidik yang mengabdikan diri untuk anak-anak Papua,” tegas Faizal.

Baca Juga :  Sebuah Mobil Tabrak Bundaran di Timika, Sopir Diduga Mabuk

Ia menilai kekejaman yang dilakukan KKB merupakan upaya menciptakan ketakutan dan menghambat pembangunan, terutama di sektor pendidikan.

Meskipun begitu, dia mengatakan bahwa negara akan tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Tindakan kekerasan ini tidak akan menyurutkan komitmen negara dalam memberikan pelayanan pendidikan dan kesehatan kepada masyarakat Papua, justru menjadi bukti bahwa kekejaman yang dilakukan KKB semakin nyata,” lanjut Brigjen Faizal.

Sementara Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat agar tidak terpancing oleh propaganda dan provokasi KKB serta tetap tenang dalam perlindungan aparat keamanan.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak termakan propaganda yang menyesatkan. Aparat akan terus meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah rawan,” kata Yusuf.

“Hingga kini, aparat masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penyerangan. Situasi di Distrik Anggruk berangsur terkendali dan bantuan kemanusiaan mulai disalurkan bagi warga terdampak,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

12 Hari Dirawat, Demerina Korban Penyanderaan KKB di Mimika Kembali ke Keluarga
Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas
Anggota KKB Penembak ASN di Yahukimo Ditangkap, Tiga Amunisi Disita
Sarang Sabu di Lorong Togel Mimika Digerebek, Polisi Sita Timbangan dan Bong
Pemulihan Kerugian Negara Rp31,3 Miliar Kasus Korupsi Proyek Aerosport Mimika
LBH TPRA Laporkan Dugaan Mafia Tanah Keluarga Sumbari ke Polisi, Soroti Sikap BPN Mimika
Bupati Mimika Laporkan Media Papua News Online ke Polisi, Persoalkan Sejumlah Pemberitaan
Polres Mimika Gelar Razia dan Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 18:20 WIT

12 Hari Dirawat, Demerina Korban Penyanderaan KKB di Mimika Kembali ke Keluarga

Jumat, 25 September 2026 - 18:00 WIT

Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas

Rabu, 23 September 2026 - 19:55 WIT

Anggota KKB Penembak ASN di Yahukimo Ditangkap, Tiga Amunisi Disita

Rabu, 23 September 2026 - 12:59 WIT

Sarang Sabu di Lorong Togel Mimika Digerebek, Polisi Sita Timbangan dan Bong

Rabu, 23 September 2026 - 00:17 WIT

Pemulihan Kerugian Negara Rp31,3 Miliar Kasus Korupsi Proyek Aerosport Mimika

Berita Terbaru

Suasana workshop yang diselenggarakan oleh LMA Tsingwarop di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (25/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Organisasi

Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:43 WIT

Suasana kegiatan penyusunan analisis laporan pertanggungjawaban APBD 2026 di Aula Kantor BPKAD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

BPKAD Mimika Dorong APBD Tak Berhenti pada Serapan Anggaran

Jumat, 25 Sep 2026 - 17:34 WIT