Aksi Mimbar Bebas di Nabire Soroti Papua Darurat Investasi dan Bebaskan 4 Tapol NFRPB

Endy Langobelen

Kamis, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Gelar Mimbar Bebas di Nabire, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Gelar Mimbar Bebas di Nabire, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

NABIRE – Ratusan pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi mimbar bebas di Pasar Karang, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis (11/9/2025) pagi.

Di bawah terik matahari, mereka duduk berjejer di halaman pertokoan yang dibatasi dengan tali rafia. Satu per satu naik ke mimbar untuk berorasi hingga membacakan puisi.

Aksi ini mengusung tema Papua Tengah Darurat Investasi dan Segera Bebaskan 4 Tapol NFRPB di Sorong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Spanduk bertulisan “Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah: Papua Darurat Investasi dan Segera Bebaskan 4 Tapol NFRPB di Sorong” terbentang di dinding pertokoan.

“Kami dari Solidaritas Pelajar Mahasiswa Papua Tengah melakukan aksi mimbar bebas dengan tema Papua Tengah Darurat Investasi dan bebaskan empat tahanan politik di Sorong,” ujar koordinator lapangan aksi, Marius Pekege, kepada awak media.

Marius mengatakan ada 33 perusahaan yang direncanakan masuk ke wilayah Papua Tengah. Ia menilai kehadiran perusahaan tersebut tidak akan menyejahterakan masyarakat lokal, justru mengancam kehidupan mereka.

Baca Juga :  TPNPB Mengaku Dalang Penikaman di Yahukimo, Sebut Korban Agen Intelijen

“Papua Tengah darurat investasi ini kita melihat bahwa perusahaan-perusahaan yang direncanakan dari pusat tidak akan menyejahterakan masyarakat Papua, tetapi mengancam kehidupan masyarakat Papua,” ucapnya.

Selain soal investasi, massa juga menyuarakan dukungan terhadap empat aktivis yang kini berstatus tahanan politik (tapol) di Sorong.

“Untuk empat tapol ini kami menuntut agar sidang besok, keempat tapol harus dibebaskan tanpa syarat,” kata Marius.

Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa menggelar aksi mimbar bebas di Nabire, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Ditanya mengapa memilih Pasar Karang sebagai lokasi aksi, bukan kantor pemerintahan, Marius menyebut alasannya sederhana.

“Karena kami melihat bahwa ini dampaknya di masyarakat, bukan di pemerintah. Makanya kami memilih pasar untuk membuka mimbar bebas atau panggung rakyat sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang persoalan yang terjadi di Papua Tengah.”

Mimbar bebas itu diwarnai dengan berbagai bentuk ekspresi, dari orasi hingga pembacaan puisi. Isu yang diangkat pun beragam sesuai dengan keresahan peserta aksi.

Baca Juga :  Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror

Polisi Turunkan 400 Personel

Kepolisian Resor Nabire mengerahkan 400 personel gabungan untuk mengamankan aksi tersebut. Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, menyebut situasi tetap kondusif sepanjang jalannya kegiatan.

“Pada prinsipnya untuk hari ini, Kamis 11 September 2025, mulai dari pukul 07.30 pagi sampai saat ini, aksi mimbar bebas berjalan aman dan tertib,” kata Samuel melalui pesan suara yang diterima Galeripapua.com pada Kamis siang.

Ia menuturkan sekitar 200 peserta aksi dibatasi dengan tali rafia agar tetap tertib.

Dari total 400 personel yang diturunkan, 200 di antaranya berjaga langsung di Pasar Karang. Sisanya disebar di beberapa titik kota Nabire seperti Patroli Adama, Kalibobo, RSUD, hingga satu peleton PHH sebagai antisipasi.

“Pada prinsipnya semuanya berjalan normal, dan kami tadi disampaikan koorlapnya mereka akan melaksanakan orasi kurang lebih sampai pukul 11.00,” ujar Samuel. Ia memastikan lalu lintas dan aktivitas perekonomian di Nabire tetap berjalan seperti biasa.

Hingga berita ini diturunkan, aksi mimbar bebas Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah masih berlangsung dalam suasana aman dan damai.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Suku Besar Damal Nikolas Alome Ajak Keluarga Hindari Konflik dan Jaga Keamanan Wilayah
Koalisi Sipil Desak Pemerintah Indonesia Buka Akses Pemantauan Internasional ke Papua
Kepala Suku Damal Imbau Masyarakat Kibogolome Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi
AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News
KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua
OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya
Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando
Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:39 WIT

Kepala Suku Besar Damal Nikolas Alome Ajak Keluarga Hindari Konflik dan Jaga Keamanan Wilayah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:54 WIT

Koalisi Sipil Desak Pemerintah Indonesia Buka Akses Pemantauan Internasional ke Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:33 WIT

Kepala Suku Damal Imbau Masyarakat Kibogolome Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIT

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News

Rabu, 30 September 2026 - 15:35 WIT

KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua

Berita Terbaru

Sebuah mobil milik anggota polisi dibakar oleh warga di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Jumat, 30 Oktober malam. (Foto: Dok. Warga)

Hukrim

Mobil Anggota Polisi Dibakar di Kwamki Narama Mimika

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:55 WIT