Jelang Idul Fitri, Loka POM Temukan Banyak Produk Bermasalah di Kota Timika

Senin, 3 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Loka POM Mimika dan pegawai Dinas Kesehatan melakukan intensifikasi pangan pada salah satu toko di jalan Bayangkara, Timika, Papua Tengah, Senin (3/4/2023).

Petugas Loka POM Mimika dan pegawai Dinas Kesehatan melakukan intensifikasi pangan pada salah satu toko di jalan Bayangkara, Timika, Papua Tengah, Senin (3/4/2023).

MIMIKA – Menjelang hari raya Idul Fitri, Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Mimika bersinergi dengan Dinas Kesehatan melakukan intensifikasi pangan pada sejumlah toko dan supermarket yang berada di pusat Kota Timika, Papua Tengah.

Dimulai dari tanggal 20 Maret 2023 hingga hari ini, 3 April 2023, intensifikasi pangan yang dilaksanakan Loka POM Mimika sudah masuk pada tahap yang keempat.

Pada tahap keempat ini, terdapat tiga lokasi yang didatangi Loka POM Mimika untuk dilakukan pengawasan, yakni Toko Reihan, Abadi, dan Hidayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Loka POM Kabupaten Mimika, Marselino F. Paepadaseda, mengungkapkan bahwa selama melakukan intensifikasi pangan, tim pengawasan berhasil menemukan berbagai produk bermasalah dengan total nilai ekonomi sebesar Rp. 8.674.000,-.

Dikatakan produk bermasalah itu mencakup produk tanpa izin edar, produk rusak atau cacat, dan produk yang telah kedaluwarsa.

“Dari tahap-tahap yang telah dilaksanakan, sebagian besar yang kami temukan itu adalah produk pangan tanpa izin edar, produk pangan kedaluwarsa, dan produk rusak atau cacat,” ujar Marselino kepada awak media di sela-sela pengawasan.

Baca Juga :  Tim Futsal Mimika Ikut Liga Nusantara di Jayapura, Asisten III : Tunjukkan Prestasi Terbaik untuk Daerah
Kepala Loka POM Mimika, Marselino F. Paepadaseda.

Produk-produk bermasalah itu, kata Marselino, ditemukan pada 11 sarana toko/supermarket yang telah diperiksa sejak tahap satu hingga tahap ketiga.

“Produk yang tanpa izin edar itu rata-rata adalah produk-produk untuk bahan tambahan kue, seperti hiasan kue dan sebagainya. Mungkin ini mendekati hari raya, jadi kadang pelaku usaha melaksanakan pembelian untuk mempersiapkan hari raya Idul Fitri,” jelas Marselino.

“Meskipun begitu, tapi di satu sisi pelaku usaha juga harus bisa mempertanggungjawabkan produk yang diperdagangkannya. Minimal produk itu adalah produk terdaftar dan tidak kedaluwarsa,” imbuhnya.

Daru pantauan GaleriPapua.com di lapangan, setiap produk yang ditemukan bermasalah langsung dilakukan pemusnahan.

Pemusnahan dilakukan pemilik toko dan disaksikan oleh para petugas Loka POM serta pegawai Dinas Kesehatan Mimika.

“Ketika menemukan produk rusak, tanpa izin edar, atau kedaluwarsa, kami langsung meminta produknya dimusnahkan di tempat. Itu langkah awal di mana kami berusaha untuk melindungi masyarakat dari peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan,” tutur Marselino.

Baca Juga :  Masih Rendah, Serapan Anggaran Pemkab Mimika Serupa Penyakit Lama Sulit Sembuh
Petugas Loka POM Mimika berkoordinasi dengan pemilik toko untuk memusnahkan produk yang bermasalah.

Lebih lanjut Marselino mengimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli produk. Sebelum melakukan pembelian, kata dia, masyarakat sebaiknya terlebih dahulu memastikan bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi.

“Sebelum beli, perhatikan kemasan. Ketika kemasan sudah mengalami kerusakan, khususnya kemasan produk pangan yang dalam bentuk kaleng atau dalam kemasan lainnya, minimal tidak usah dibeli,” jelas Marselino.

Kemudian masyarakat juga harus memperhatikan label produk. Marselino menyebut, produk yang dapat dibeli adalah produk yang memiliki label yang jelas, mulai dari nama produknya, nama produsennya, dan nomor registrasi izin edarnya.

“Harus lebih selektif dalam melaksanakan pembelian karena produk yang tanpa ijin edar itu dapat dimaknai bahwa keamanan mutu dan khasiat dari produk tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya.

Di samping itu, masyarakat pun harus memastikan bahwa produk yang dibeli bukanlah produk yang telah kedaluwarsa. 

“Oleh karena itu, kami dari Loka pom mengimbau agar masyarakat bisa lebih teliti dan menjadi konsumen yang cerdas,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tifa Creative Bawa UMKM Mimika ke Perhatian Staf Khusus Presiden, Tiar Diundang ke TIFA 2027
Petrosea Hadirkan Inovasi Pemanfaatan Air Hujan untuk Memperluas Akses Air Layak Minum di Sorong
Gaun Biru Vina, Duta TIFA Asal Kamoro yang Bersinar di Panggung Nasional
Perbaiki Jalan Hasanuddin yang Bergelombang, Dinas PUPR Mimika Mulai Rekonstruksi
Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Warga: Dinsos Mimika Bentuk Kampung Siaga
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, “Search and Rescue Goes to School” Edukasi Pelajar di Mimika
Masterplan Perkotaan Potowaiburu Rampung, Pemkab Mimika Tata Kawasan Pesisir Barat
IA-ITB Dorong Investasi dan Pengembangan SDM untuk Percepat Pembangunan Papua

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:39 WIT

Tifa Creative Bawa UMKM Mimika ke Perhatian Staf Khusus Presiden, Tiar Diundang ke TIFA 2027

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:47 WIT

Petrosea Hadirkan Inovasi Pemanfaatan Air Hujan untuk Memperluas Akses Air Layak Minum di Sorong

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIT

Gaun Biru Vina, Duta TIFA Asal Kamoro yang Bersinar di Panggung Nasional

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:13 WIT

Perbaiki Jalan Hasanuddin yang Bergelombang, Dinas PUPR Mimika Mulai Rekonstruksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:35 WIT

Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Warga: Dinsos Mimika Bentuk Kampung Siaga

Berita Terbaru

Sebuah mobil milik anggota polisi dibakar oleh warga di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Jumat, 30 Oktober malam. (Foto: Dok. Warga)

Hukrim

Mobil Anggota Polisi Dibakar di Kwamki Narama Mimika

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:55 WIT