Kapolres Paniai Bantah Kabar Pengusiran Pasien RSUD oleh TNI-Polri

Endy Langobelen

Senin, 27 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video pasien dikeluarkan dari RSUD Paniai, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Minggu (26/5/2024). (Foto: Istimewa)

Tangkapan layar video pasien dikeluarkan dari RSUD Paniai, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Minggu (26/5/2024). (Foto: Istimewa)

PANIAI – Kapolres Paniai, AKBP Abdus Syukur Felani mengklarifikasi kabar di media sosial yang menuding aparat TNI-Polri melakukan pengusiran pasien di RSUD Paniai pada Minggu (26/5/2024), kemarin.

Felani menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.

Menurutnya, TNI-Polri mengamankan RSUD karena RSUD adalah obyek vital yang perlu diamankan agar memberikan rasa aman kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak benar adanya pengusiran pasien, justru kehadiran TNI-Polri untuk memberikan rasa aman baik kepada pasien maupun petugas kesehatan,” ujar Felani dalam keterangan tertulis ke Galeripapua.com, Senin (27/5/2024).

Dia menjelaskan, penutupan pintu IGD oleh petugas RSUD adalah bentuk tindakan pencegahan.

“Itu merupakan inisiatif sendiri dari petugas RSUD dikarenakan kunci pintu tersebut mengalami kerusakan, dan petugas yang harusnya bertugas pada Minggu pagi tidak datang,” jelasnya.

Baca Juga :  Polres Mimika Musnahkan BB Sabu Sebanyak 37,46 Gram

“Sehingga untuk mencegah terjadinya pencurian di dalam ruangan tersebut, petugas RSUD melakukan penutupan,” imbuhnya.

Senada dengan itu, seorang petugas RSUD yang melakukan penutupan pintu ruangan juga mengatakan, penutupan tersebut dilakukan untuk mencegah hilangnya alat-alat di dalam ruangan RSUD dan tindakan tersebut adalah inisiatif petugas RSUD sendiri.

“Sebenarnya kita tutup itu karena untuk mengantisipasi alat-alat di dalam hilang, ini kan kuncinya rusak, dan yang dinas pagi tidak datang karena mereka takut. Kalau dibuka nanti alat-alat di dalam hilang. Pintu ini dibukanya ke arah luar jadi ditutup dari luar,” kata petugas RSUD Paniai.

Seperti yang diketahui, di media sosial Facebook, banyak beredar foto dan video yang mana narasinya menyampaikan bahwa aparat keamanan telah mengusir pasien dan menjadikan RSUD Paniai sebagai pos aparat TNI-Polri.

Baca Juga :  KKB Diduga Danai Aksi Bersenjata Lewat Peredaran Ganja

Beberapa akun Facebook yang ikut mengunggah kabar tersebut di antaranya @yogiboo Ugiidipii Waee pada Minggu (26/5/2024).

“Info Paniai. Pada hari ini, Minggu tanggal 26 Mei 2024 pukul 07.23 WIT, Tentara Nasional Indonesia (TNI) usir dengan paksa pasien rumah sakit Kabupaten Paniai dan IGD saat ini, telah ditutup Oleh TNI-Polri.

Pasien semua pulang paksa. Pasien sakit ada yang cari rumah sakit di Deiyai, Dogiyai, dan Nabire. Ada juga yang langsung pulang kampung masing-masing,” tulisnya.

Begitu juga dengan akun Facebook @Mabil Papua yang mempertanyakan peran pemerintah setempat dalam menyikapi persoalan ini.

“Ada apa dengan RSUD Paniai? Semua pasien rawat inap dipulangkan, bahkan pasien sekarat (koma) pun ikut dipulangkan. Pemda Paniai dan Provinsi Papua Tengah harus menyikapi keadaan ini dengan serius. Ini nyawa manusia,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika
Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal
Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya
Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika
Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi
8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua
Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam
Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:13 WIT

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Juni 2026 - 19:09 WIT

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:01 WIT

Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:35 WIT

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:06 WIT

Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT