Kuasa Hukum Angkat Suara Soal Aksi Palang Sekolah di Mimika

Ahmad

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jhon Stafan Riaulen Pasaribu, Kuasa Hukum Keluarga Meki Jitmau. (Foto: Istimewa)

Jhon Stafan Riaulen Pasaribu, Kuasa Hukum Keluarga Meki Jitmau. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Kuasa Hukum Keluarga Meki Jitmau, Jhon Stafan Riaulen Pasaribu, buka suara terkait aksi pemalangan sekolah yang terjadi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (14/1/2026).

Seperti diketahui bahwa aksi pemalangan yang terjadi di SMA Negeri 1 Mimika, SMA Negeri 7 Mimika, SMP Negeri 7 Mimika, dan SD Inpres Inauga, ini disebabkan oleh dugaan persoalan sengketa tanah yang tak kunjung selesai.

Jhon Pasaribu menjelaskan bahwa persoalan sengketa tanah pada sekolah-sekolah tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2011 silam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbagai upaya penyelesaian sudah dilakukan, namun persoalan ini tidak pernah berujung pada suatu kejelasan yang pasti bagi masyarakat yang mengaku sebagai pemilik tanah.

Ia mengungkapkan bahwa palang sekolah ini pun dilaksanakan pasca hasil pertemuan terakhir antara kliennya sebagai pemilik lahan bersama pemerintah daerah di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mimika pada 22 Desember 2025 lalu.

Baca Juga :  Kapolda Papua Tengah dan Pj Sekda Puncak Serukan Perdamaian di Kwamki Narama Mimika

“Klien kami menuntut kejelasan terhadap persoalan yang mereka sudah adukan ke Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan dengan ketua tim terpadu,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata John, mereka meminta kepastian terkait persoalan yang sudah berlangsung sejak kurang lebih 14 tahun berlalu namun tak pernah ada kejelasan.

“Di peremuan itu tidak ada solusi sehingga dari pihak klien kami meminta supaya segera ada jawaban dari pihak Pemda,” ungkap Jhon.

Jhon mengatakan, dari hasil pertemuan terakhir pemerintah telah berjanji akan memberikan jawaban di awal tahun 2026. Akan tetapi, sampai dengan saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah.

Baca Juga :  Jenazah Pilot Asal New Zealand Berhasil Dievakuasi

“Itulah menjadi kebingungan kami ketika ada seperti ini baru bereaksi Pemda. Selama ini tidak ada reaksi kalau tidak dilakukan pemalangan,” tuturnya.

Jhon mengakui bahwa kliennya sangat menyadari bahwa aksi ini telah berdampak pada proses belajar mengajar para peserta didik di masing-masing sekolah.

Namun, mereka hanya menuntut keadilan serta jawaban dari pemerintah daerah mengenai penyelesaian sengketa tanah tersebut.

“Tolonglah pemerintah melihat, ini masyarakat kalian juga. Tanah yang didirikan bangunan ini kan tanah masyarakat. Kami berharap segera dipanggil untuk didiskusikan penyelesaian ini seperti apa,” tutur Jhon.

“Karena mengingat tahun 2017 sudah ada telaah, pendapat hukum dari Kejaksaan terkait persoalan ini agar diselesaikan oleh Pemda melakukan pembayaran, namun sampai hari ini belum dilakukan pembayaran,” tambahnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Amankan Dua Senjata Api di Kampung Mosso Jayapura
HUT BPOM ke-25, Loka POM Mimika Gelar Vaksinasi HPV untuk Cegah Kanker Serviks
Perceraian di Timika Meningkat, Didominasi Pasangan Usia Produktif
OPM Lakukan Penyerangan di SMP YPK Dekai Yahukimo, Satu Orang Tewas
Tujuh Tersangka Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Timika Resmi Diserahkan ke Kejaksaan
Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika
Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus
Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 10:38 WIT

TNI Amankan Dua Senjata Api di Kampung Mosso Jayapura

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:48 WIT

HUT BPOM ke-25, Loka POM Mimika Gelar Vaksinasi HPV untuk Cegah Kanker Serviks

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:04 WIT

Perceraian di Timika Meningkat, Didominasi Pasangan Usia Produktif

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:28 WIT

OPM Lakukan Penyerangan di SMP YPK Dekai Yahukimo, Satu Orang Tewas

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:40 WIT

Tujuh Tersangka Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Timika Resmi Diserahkan ke Kejaksaan

Berita Terbaru

Sejumlah karyawan yang hendak naik ke Tembaga diperintahkan kembali pulang akibat adanya penembakan di area PT Freeport Indonesia, Mile Point 50, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Freeport

Freeport Tutup Jalan Utama ke Tembagapura Pascapenembakan

Kamis, 12 Feb 2026 - 01:06 WIT

Pesawat PK-SNR milik PT Smart Air Aviation yang ditembak saat menjalankan rute Tanah Merah menuju Danawage/Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Tengah, Rabu (11/2/2026). (Fotoo: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Peristiwa

Pesawat Smart Air Ditembak di Boven Digoel, Dua Pilot Gugur

Rabu, 11 Feb 2026 - 19:13 WIT