Minta TPNPB Pergi dari Wamena, Bupati Jayawijaya Ditetapkan Jadi DPO Target OPM

Endy Langobelen

Jumat, 30 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM menetapkan Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, sebagai DPO. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM menetapkan Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, sebagai DPO. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

JAYAWIJAYA – Manajemen Markas Pusat Komisi Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (KOMNAS TPNPB-OPM) menetapkan Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, sebagai target daftar pencarian orang (DPO).

Penetapan DPO itu dilakukan menyusul pernyataan Atenius pada Kamis (29/5/2025) lalu yang meminta agar TPNPB, atau disebut oleh polisi kelompok kriminal bersenjata (KKB), untuk segera tinggalkan Kota Wamena.

“Kelompok Egianus (pimpinan TPNPB Nduga) atau kelompok mana pun yang ada di sini, segera angkat kaki, tinggalkan Kota Wamena,” ujar Atenius usai TPNPB menembak seorang anggota Polres Jayawijaya di RSUD Wamena.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Atenius aksi teror penembakan oleh TPNPB tidak akan ditoleransi di Wamena. Sebab, Wamena adalah tempat bagi masyarakat untuk hidup damai, belajar, dan membangun masa depan yang lebih baik.

Atenius dalam kesempatan itu pun mengimbau warga agar turut berperan dalam menjaga keamanan dengan melaporkan kehadiran kelompok bersenjata di lingkungan mereka.

“Apabila ada kelompok-kelompok kejahatan membawa senjata, yang masuk di kampung-kampung, sampaikan kepada kami. Usir mereka dari tempat itu,” pungkasnya.

Baca Juga :  Keluarga Korban Percayakan Polisi Ungkap Kematian YA di SP1 Timika

Akibat dari pernyataan itu, TPNPB-OPM pun mengeluarkan status DPO bagi Atenius Murip. Melalui pesan suara, Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, secara tegas menyerukan kepada setiap pasukan bersenjatanya yang berada di Kota Wamena untuk mengarahkan target penembakan ke Atenius Murip.

“Jangan main-main. TPNPB ingat, ada yang masih beroperasi di Kota Wamena, berusaha bupati itu tembak dia mati dulu. Kami Manajemen Markas Pusat akan bertanggung jawab,” ujar Sebby, Jumat (30/5/2025) malam.

Sebby mengatakan perjuangan yang dilakukan oleh TPNPB-OPM merupakan perjuangan resmi sebagai pemilik negeri atas tanah Papua. Penyerangan dan perlawanan yang dilakukan pun merupakan bagian dalam mempertahankan nyawa rakyat Papua dan tanah airnya.

“TPNPB itu resmi. Tidak ada yang macam-macam dengan kami. Kami pemilik negeri. Kami adalah pembela HAM. Orang bilang, freedom fighters. Itu dihargai oleh masyarakat di seluruh dunia. TPNPB itu West Papuan Human Rights Defender. Kami berjuang untuk rakyat kami dan negeri kami,” jelas Sebby.

Baca Juga :  Kebakaran di Pelabuhan Poumako Mimika, Kerugian Capai Rp750 Juta

Oleh karena itu, Sebby memberikan peringatan kepada setiap pejabat pemerintah Indonesia yang bertugas di atas tanah Papua untuk senantiasa menjaga ucapan agar tidak serta merta mengeluarkan pernyataan yang kontroversial.

“Semua harus paham ini baik. Siapapun bupati, anda jangan keluarkan pernyataan macam-macam. Kami kutuk anda bupati (Atenius Murip) ini,” tuturnya.

Di samping itu, para pejabat serta aparat keamanan, yang merupakan orang asli Papua, juga diminta agar mendukung perjuangan TPNPB-OPM hingga benar-benar sepenuhnya merdeka.

“Kepada semua pejabat, anggota tentara polisi Indonesia (yang merupakan) orang asli Papua, Anda harus berpikir cerdas dan berpikir yang baik untuk balik kanan, kembali gabung, dan lawan pendudukan ilegal militer Indonesia di Papua,” tutur Sebby.

“Mereka (Indonesia) sangat jahat, benar-benar jahat. Dulu mereka dibilang pernah bom kami. Kita hanya dengar cerita dan emosi itu sentimental di dalam jiwa sanubari kami, kita berjuang. Tapi sekarang nyata-nyata di depan mata kami. Maka itu, perempuan, laki-laki, anak kecil, anak sekolah, semuanya bangkit, mahasiswa bangkit. Kita lawan,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam
Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar
Begal Merajalela di Mimika, Polres Bentuk Tim Khusus
Polisi Selidiki Dugaan Jaringan Narkoba di Jalan Pattimura Timika
Polres Mimika Musnahkan Sabu Rp900 Juta, Tren Narkoba Melonjak Tajam
Kapolres Biak Ungkap Temuan Baru Pascaledakan, Dua Proyektil dan Granat Diamankan
Polisi Olah TKP Pengrusakan Tembok Pagar Lahan Keuskupan Timika
Rumah Kos di Jalan Perintis Digerebek, Wanita Paruh Baya Ditangkap Bersama 36 Paket Sabu

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:45 WIT

Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:45 WIT

Begal Merajalela di Mimika, Polres Bentuk Tim Khusus

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:40 WIT

Polisi Selidiki Dugaan Jaringan Narkoba di Jalan Pattimura Timika

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:42 WIT

Polres Mimika Musnahkan Sabu Rp900 Juta, Tren Narkoba Melonjak Tajam

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:04 WIT

Kapolres Biak Ungkap Temuan Baru Pascaledakan, Dua Proyektil dan Granat Diamankan

Berita Terbaru