Status PNS dan PPPK di KTP Disatukan Jadi ASN, Ini Penjelasan Disdukcapil Mimika

Ahmad

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pelayanan di Kantor Disdukcapil Kabupaten Mimika, Jumat (20/2/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Suasana pelayanan di Kantor Disdukcapil Kabupaten Mimika, Jumat (20/2/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) resmi mengeluarkan kebijakan baru terkait perubahan data jenis pekerjaan yang tercantum pada Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 109 Tahun 2019 tentang Formulir dan Buku yang Digunakan dalam Administrasi Kependudukan (Adminduk).

Jika dikaji lebih jauh, Permendagri terbaru ini tidak hanya mengatur perubahan data pekerjaan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tetapi juga mencakup seluruh profesi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, perubahan yang menjadi sorotan adalah penyatuan status pekerjaan PNS dan PPPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada KTP-el.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Amirullah, saat ditemui, Jumat (20/2/2026), menjelaskan bahwa dalam Permendagri tersebut terjadi perubahan pada data jenis pekerjaan di KTP-el.

Baca Juga :  Perpanjangan Masa Jabatan, 133 Kepala Kampung di Mimika Bakal Dievaluasi

Ia menerangkan, sebelumnya status pekerjaan untuk PNS ditulis “Pegawai Negeri Sipil”, sedangkan PPPK dicantumkan sebagai “Pekerjaan Lainnya”. Kini, keduanya disetarakan menjadi “Aparatur Sipil Negara”.

Menurut Amirullah, kebijakan ini berdampak pada kebutuhan blangko KTP-el, mengingat jumlah ASN di Kabupaten Mimika yang terdaftar dalam sistem mencapai sekitar 4.000 orang.

“Jadi ini dampaknya sangat besar ya, karena ASN di Kabupaten Mimika saat ini 4000 lebih ya, tidak tahu angka pastinya berapa. Tapi itu akan berubah nanti jenis pekerjaannya yang mati membutuhkan blangko KTP dengan Ribbon (mesin printer retransfer untuk KTP) dan film (Film bening yang digunakan untuk menempelkan hasil cetakan ke kartu) yang sangat mahal itu untuk pencetakan daripada perubahan itu,” jelas Amir.

Secara nasional, penyediaan blangko KTP-el untuk perubahan tersebut mencapai 5,67 juta keping, dengan rincian 3,59 juta untuk PNS dan 1,98 juta untuk PPPK.

Baca Juga :  Kasus Begal Sadis di Bougenville Mimika Masuk Tahap II, Dua Tersangka Segera Disidangkan

Sementara di Mimika, jumlah blangko yang tersedia saat ini sekitar 1.556 keping dan diperkirakan hanya mampu bertahan hingga tiga pekan ke depan.

Selain blangko, perubahan ini juga berdampak pada perangkat pencetakan KTP-el seperti ribbon dan film. Blangko KTP-el ditanggung oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sedangkan perangkat pencetak menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Jadi Ribbon dan Film-nya satu pasang itu sekitar Rp5 juta lebih ya, itu ditanggung sama Pemda. Itu yang bisa cetak KTP 500 keping. Jadi 1 film itu 2 Ribbon untuk cetak 500 KTP,” ungkap Amir.

Meski demikian, Amirullah memastikan perubahan tersebut tidak akan mengganggu pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat di Kabupaten Mimika, mengingat layanan adminduk tetap berjalan seperti biasa dan permohonan layanan cukup tinggi.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babak 16 Besar Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup II Dimulai Hari Ini
PUPR Papua Tengah Upayakan Konektivitas Trans Nabire-Timika dan Enarotali-Sugapa
Menjahit Konektivitas, Menghapus Label 3T di Waropen
Tim Reforma Agraria Dibentuk, Pemanfaatan Lahan di Mimika Didorong Lebih Produktif
Enam Poin Krusial Hasil Forum Strategis Papua: Dari Revisi PMK hingga Sekber
Kekakuan Administrasi Jakarta vs Realitas Papua: Tantangan Otsus di Mata Velix Wanggai
36 Perusahaan Buka Lowongan di Job Fair Papua
Hari Kedua Forum Strategis Papua Fokus Matangkan Langkah Teknis dan 12 Poin Komitmen Timika

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 11:16 WIT

Babak 16 Besar Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup II Dimulai Hari Ini

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:16 WIT

PUPR Papua Tengah Upayakan Konektivitas Trans Nabire-Timika dan Enarotali-Sugapa

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:11 WIT

Menjahit Konektivitas, Menghapus Label 3T di Waropen

Rabu, 13 Mei 2026 - 04:54 WIT

Tim Reforma Agraria Dibentuk, Pemanfaatan Lahan di Mimika Didorong Lebih Produktif

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:34 WIT

Enam Poin Krusial Hasil Forum Strategis Papua: Dari Revisi PMK hingga Sekber

Berita Terbaru

Mama Rio, pedagang di Pasar Sentral Timika sedang melayani seorang pembeli, di lapak miliknya, Rabu (20/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Ekonomi

Harga Sayur di Timika Melonjak Jelang Iduladha

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:08 WIT

Pertandingan perempat final perebutan tiket semifinal Turnamen Minisoccer Kapolda Cup II di Goldstone Arena, Selasa (19/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Olahraga

Ini 4 Tim yang akan Berlaga di Semifinal Kapolda Cup II Besok

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:23 WIT