BPBD Mimika Sosialisasi Penilaian Indeks Ketahanan Daerah Diikuti Provinsi Se-Tanah Papua

Ahmad

Selasa, 9 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembukaan sosialisasi indeks ketahanan daerah di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Selasa (9/9/2025), (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pembukaan sosialisasi indeks ketahanan daerah di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Selasa (9/9/2025), (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi indeks ketahanan daerah (IKD) yang diikuti oleh provinsi se-Tanah Papua, bertempat di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Selasa (9/9/2025). 

Sosialisasi ini merupakan agenda besar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di mana Kabupaten Mimika ditunjuk sebagai tuan rumah dalam rangka sosialisasi IKD.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong; Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau; serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mimika para peserta dari setiap provinsi. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada juga Direktur Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, Dr. Ir. Udrekh, yang hadir secara daring. 

Dr. Ir. Udrekh dalam amanatnya menyampaikan bahwa IKD merupakan komponen yang sangat penting yang diukur setiap tahunnya untuk menentukan indeks resiko bencana di Indonesia. 

Kata Udrekh, hal ini diharapkan dapat dilakukan setiap tahunnya karena Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapennas) telah menetapkan IKD sebagai salah satu indikator pembangunan daerah sampai tahun 2045. 

Lalu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI telah memperkuat dengan surat edaran bersama yang memuat target sasaran IRB per provinsi se-Indonesia 2025 sampai seterusnya. 

Baca Juga :  Valentinus Bantah Pernyataan Dirinya Ditunjuk Mendagri Menangkan Salah Satu Paslon

“BNPB menjadikan IRB ini sebagai sasaran strategis RPJMN tahun 2025-2029 dan ini sudah ada paket yang ditentukan oleh pemerintah dengan harapan setiap tahunnya itu bisa turun sebesar 1,2 persen di 90 persen IKD juga diharapkan bisa menjadi level sedang di tahun 2029,” imbuhnya. 

Selanjutnya, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengatakan bahwa kajian risiko bencana atau KRB merupakan fondasi utama dalam perencanaan penanggulangan bencana. 

KRB yang kuat, berbasis data, partisipatif, dan terstandar akan melahirkan kebijakan dan tindakan yang tepat sasaran, efektif, dan adaptif terhadap dinamika risiko yang terus berkembang, termasuk akibat perubahan iklim, urbanisasi, dan faktor-faktor lain.

Emanuel menerangkan, berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2024, Provinsi Papua Tengah menempati skor sebesar 116,49 berada dalam kategori sedang, dan Kabupaten Mimika dengan risiko 138,80 dengan kategori sedang memiliki ancaman bencana berupa, banjir, gelombang pasang, angin kecang, konflik sosial, dan tanah longsor.

Baca Juga :  Pimpinan OPD Diingatkan Kerja Sesuai Aturan, Salah Langkah Diambil Satu-Satu

Kata Emanuel, Kabupaten Mimika juga sudah memiliki KRB dan juga sedang menyusun rencana penanggulangan bencana (rpb) yang saat ini sedang dibahas, tidak hanya berfungsi sebagai pembaruan dari Perka BNPB No. 2 dan 3 tahun 2012, tetapi juga menjadiupaya penguatan sistem pengelolaan risiko bencana secara nasional/pusat, daerah provinsi/kabupaten/kota melalui pendekatan kolaboratif, multisektor, dan multilevel, serta berlandaskan pada prinsip satu data dan prinsip inklusivitas.

“Apa yang kita laksanakan hari ini memiliki arti yang sangat strategis, dan akan menjadi rujukan utama bagi seluruh pemangku kepentingan, di tingkat pusat maupun daerah dalam menyusun kajian risiko bencana yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan pembangunan nasional, serta dinamika kebencanaan di wilayah masing-masing,” kata Emanuel. 

Oleh karena itu, Emanuel berharap forum ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan masukan yang konstruktif dan berbobot, sehingga substansi penilaian IKD yang dihasilkn nantinya benar-benar aplikatif, implementatif, serta mampu menjawab tantangan-tantangan pengurangan risiko bencana ke depan. 

“Semoga kegiatan ini memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi potensi bencana,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdukcapil Mimika Jemput Bola di Kawasan Pesisir Agimuga: 100 Persen Warga Dua Kampung Kini Kantongi Adminduk
Menuju Wilayah Bebas Korupsi, Dukcapil Mimika Masuk Penilaian Zona Integritas Nasional
Disdukcapil Mimika Targetkan Integrasi Data Kependudukan Guna Cegah Bansos Salah Sasaran
Dukcapil Siaga, Membaca Arah Baru Tertib Adminduk di Mimika
Dukcapil Mimika Sosialisasi Adminduk, Diikuti Elemen Masyarakat
BBM Naik, Lima Proyek Strategis Rp94 Miliar di Mimika Dipangkas
Aplikasi OSS Melambat, DPMPTSP Mimika Datangkan Narasumber Dua Kementerian
Pemkab Mimika Bakal Rekayasa Lalu Lintas dan Tertibkan Parkir

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:01 WIT

Disdukcapil Mimika Jemput Bola di Kawasan Pesisir Agimuga: 100 Persen Warga Dua Kampung Kini Kantongi Adminduk

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:15 WIT

Menuju Wilayah Bebas Korupsi, Dukcapil Mimika Masuk Penilaian Zona Integritas Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:43 WIT

Disdukcapil Mimika Targetkan Integrasi Data Kependudukan Guna Cegah Bansos Salah Sasaran

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:56 WIT

Dukcapil Siaga, Membaca Arah Baru Tertib Adminduk di Mimika

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:34 WIT

Dukcapil Mimika Sosialisasi Adminduk, Diikuti Elemen Masyarakat

Berita Terbaru