Kasus Campak di Mimika Meningkat, Dinkes Luncurkan Imunisasi Kejar

Ahmad

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus Campak. (Ilustrasi/Kemenkes.go.id)

Kasus Campak. (Ilustrasi/Kemenkes.go.id)

MIMIKA – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mencatat kenaikan kasus campak sejak awal 2026. Pemerintah daerah setempat kini mengandalkan program Imunisasi Kejar untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mimika, Linus Dumatubun, mengatakan tren kasus campak kembali meningkat setelah Kabupaten Mimika berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 2025.

“Kita punya kasus campak lagi naik. Sekarang kita bahas strategi untuk bagaimana mengatasi KLB campak ini,” kata Linus saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 3 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, pada 2023 tercatat 356 kasus suspek campak. Dari 89 sampel yang diuji laboratorium, 19 dinyatakan positif.

Pada 2024, jumlah suspek menurun menjadi 65 kasus. Namun, dari 65 sampel yang diperiksa, 32 di antaranya positif campak.

Baca Juga :  Yonathan Demme Tangdilintin Resmi Jabat Pj Bupati Mimika

Lonjakan terjadi pada 2025 dengan 524 kasus suspek. Sebanyak 348 sampel diuji dan 120 kasus terkonfirmasi positif.

Sementara itu, hingga 2 Maret 2026 tercatat 77 kasus suspek. Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap 10 sampel yang telah dikirim.

Linus mengatakan tingginya kasus campak berkaitan dengan rendahnya cakupan imunisasi yang belum mencapai target. Menurut dia, ada tiga kendala utama di lapangan, yakni mobilitas penduduk, hambatan komunikasi, dan ketidakpatuhan terhadap jadwal imunisasi.

Ia menjelaskan, sebagian orang tua kerap berpindah domisili tanpa melapor ke puskesmas setempat. Selain itu, perubahan nomor telepon membuat petugas kesulitan melakukan tindak lanjut. Banyak balita juga tidak kembali ke posyandu setelah imunisasi dasar pertama sehingga status imunisasinya tidak lengkap.

Baca Juga :  Bulan Suci Ramadhan, TNI AL dan Beberapa Instansi Berbagi Takjil di Mimika

“Data di puskesmas mencatat cakupan imunisasi tidak lengkap karena anak sudah tidak terlacak,” ujarnya.

Sebagai langkah penanganan, Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas meluncurkan Program Imunisasi Kejar yang menyasar anak usia 12 hingga 59 bulan yang belum menerima vaksin lengkap.

“Imunisasi Kejar adalah pemberian vaksin di luar jadwal rutin. Fokus utama kami campak karena kasusnya naik,” kata Linus. Ia menambahkan, petugas juga akan melengkapi jenis imunisasi lain yang belum diterima anak.

Selain itu, Dinas Kesehatan melakukan sweeping untuk melacak anak yang belum terimunisasi berdasarkan data medis. Sosialisasi juga digencarkan di tempat ibadah dan lingkungan warga dengan melibatkan kader posyandu.

Pemerintah Kabupaten Mimika berharap upaya tersebut dapat meningkatkan kekebalan kelompok sehingga penularan campak dapat ditekan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Generasi Muda Mimika di Tengah Bayang-Bayang Bahaya HIV-AIDS
RSUD Jayapura Jaring Masukan Publik, Benahi Tata Kelola Lewat Layanan Digital
Pemkab Mimika Bentuk TP2TB Kejar Target Eliminasi Tuberkulosis
Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit
PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria
PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria
Kasus Malaria Mimika Tembus 118 Ribu, YACP Dorong Media Jadi Penggerak Pencegahan
Pemuda Muslim Dorong Pelajar Jadi Agen Pencegahan Malaria di Mimika

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:30 WIT

Generasi Muda Mimika di Tengah Bayang-Bayang Bahaya HIV-AIDS

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:32 WIT

RSUD Jayapura Jaring Masukan Publik, Benahi Tata Kelola Lewat Layanan Digital

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:35 WIT

Pemkab Mimika Bentuk TP2TB Kejar Target Eliminasi Tuberkulosis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:18 WIT

Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIT

PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria

Berita Terbaru

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Kesehatan

Generasi Muda Mimika di Tengah Bayang-Bayang Bahaya HIV-AIDS

Selasa, 3 Nov 2026 - 17:30 WIT

Korban saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. (Foto: Polsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin)

Hukrim

ASN Korban Penikaman di Ilaga Puncak Dirujuk ke Makassar

Senin, 2 Nov 2026 - 20:59 WIT

Korban penikaman di Ilaga, Kabupaten Puncak. (Foto: Satgas ODC)

Peristiwa

Seorang ASN Ditikam OTK di Ilaga Puncak

Senin, 2 Nov 2026 - 20:50 WIT