MIMIKA – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mencatat kenaikan kasus campak sejak awal 2026. Pemerintah daerah setempat kini mengandalkan program Imunisasi Kejar untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mimika, Linus Dumatubun, mengatakan tren kasus campak kembali meningkat setelah Kabupaten Mimika berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 2025.
“Kita punya kasus campak lagi naik. Sekarang kita bahas strategi untuk bagaimana mengatasi KLB campak ini,” kata Linus saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 3 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, pada 2023 tercatat 356 kasus suspek campak. Dari 89 sampel yang diuji laboratorium, 19 dinyatakan positif.
Pada 2024, jumlah suspek menurun menjadi 65 kasus. Namun, dari 65 sampel yang diperiksa, 32 di antaranya positif campak.
Lonjakan terjadi pada 2025 dengan 524 kasus suspek. Sebanyak 348 sampel diuji dan 120 kasus terkonfirmasi positif.

Sementara itu, hingga 2 Maret 2026 tercatat 77 kasus suspek. Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap 10 sampel yang telah dikirim.
Linus mengatakan tingginya kasus campak berkaitan dengan rendahnya cakupan imunisasi yang belum mencapai target. Menurut dia, ada tiga kendala utama di lapangan, yakni mobilitas penduduk, hambatan komunikasi, dan ketidakpatuhan terhadap jadwal imunisasi.
Ia menjelaskan, sebagian orang tua kerap berpindah domisili tanpa melapor ke puskesmas setempat. Selain itu, perubahan nomor telepon membuat petugas kesulitan melakukan tindak lanjut. Banyak balita juga tidak kembali ke posyandu setelah imunisasi dasar pertama sehingga status imunisasinya tidak lengkap.
“Data di puskesmas mencatat cakupan imunisasi tidak lengkap karena anak sudah tidak terlacak,” ujarnya.
Sebagai langkah penanganan, Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas meluncurkan Program Imunisasi Kejar yang menyasar anak usia 12 hingga 59 bulan yang belum menerima vaksin lengkap.
“Imunisasi Kejar adalah pemberian vaksin di luar jadwal rutin. Fokus utama kami campak karena kasusnya naik,” kata Linus. Ia menambahkan, petugas juga akan melengkapi jenis imunisasi lain yang belum diterima anak.
Selain itu, Dinas Kesehatan melakukan sweeping untuk melacak anak yang belum terimunisasi berdasarkan data medis. Sosialisasi juga digencarkan di tempat ibadah dan lingkungan warga dengan melibatkan kader posyandu.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap upaya tersebut dapat meningkatkan kekebalan kelompok sehingga penularan campak dapat ditekan.









