Bentrok Kwamki Narama Kembali Memanas, 1 Tewas dan 10 Warga Terluka

Ahmad

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat kepolisian melakukan pengamanan di Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, pada 1 April 2026. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Aparat kepolisian melakukan pengamanan di Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, pada 1 April 2026. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA — Bentrok antarwarga kembali pecah di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melibatkan kelompok Dang dan Newegalen, Kamis (16/4/2026).

Insiden ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan sedikitnya 10 lainnya mengalami luka serius.

Eskalasi konflik dilaporkan mencapai puncaknya pada Kamis sore, saat kedua kelompok terlibat aksi saling serang menggunakan senjata tradisional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plh. Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Adnan, membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban tewas berasal dari kubu Newegalen.

Menurutnya, korban bernama Tenanal Newegalen meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, sekitar 10 warga lainnya mengalami luka akibat anak panah dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Mimika.

Baca Juga :  Hindari Konflik Susulan, Warga Kampung Topo Dievakuasi ke Kota Nabire

“Sejak kemarin sore itu ada korban satu, ada korban jiwa di kubu atas (Newegalen), meninggal satu dan sekitar 10 orang terluka dan sekarang dirawat di RSUD Mimika,” jelas Ipda Adnan saat dikonfirmasi, Jumat (17/4/2026).

Situasi di lapangan sempat bergerak cepat. Usai korban dinyatakan meninggal, pihak keluarga langsung melakukan kremasi di lokasi bentrokan pada sore hari yang sama.

“Langsung dibakar (dikremasi) kemarin sore jam tiga itu di lokasi perang,” imbuh Adnan.

Baca Juga :  KKB Intan Jaya Serang Polsek, Seorang Warga Sipil Tewas

Hingga kini, aparat keamanan masih bersiaga penuh di wilayah tersebut untuk mengantisipasi potensi serangan balasan. Ketegangan antarwarga dilaporkan masih tinggi.

Kepolisian terus mengintensifkan patroli serta melakukan pendekatan persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat dari kedua kelompok guna meredam konflik.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah jatuhnya korban tambahan serta menghentikan siklus kekerasan yang berulang.

“Patroli dan imbauan kepada masyarakat supaya saling menahan diri sambil kita cari solusi supaya perang ini cepat selesai. Jangan menimbulkan korban baru lagi,” pungkasnya.

Polisi menegaskan komitmennya untuk segera memulihkan situasi keamanan di Distrik Kwamki Narama agar kembali kondusif.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika
Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi
8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua
Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam
Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar
Begal Merajalela di Mimika, Polres Bentuk Tim Khusus
Polisi Selidiki Dugaan Jaringan Narkoba di Jalan Pattimura Timika
Polres Mimika Musnahkan Sabu Rp900 Juta, Tren Narkoba Melonjak Tajam

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:35 WIT

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:06 WIT

Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:53 WIT

8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:45 WIT

Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam

Senin, 8 Juni 2026 - 15:31 WIT

Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar

Berita Terbaru