Dinas Kesehatan Mimika Diminta Terbuka Soal Distribusi Obat Malaria

Kamis, 18 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob.

TIMIKA – Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob meminta Dinas Kesehatan Mimika lebih terbuka mengenai pendistribusian obat malaria ke setiap fasilitas kesehatan di Mimika.

Hal ini dikatakan Wabup Rettob lantaran masih banyak masyarakat yang mengeluh dengan kekosongan stok obat malaria di beberapa puskesmas.

Wabup Rettob membenarkan bahwa obat malaria sesungguhnya sudah ada di Mimika, namun menurutnya pendistribusian ke setiap fasilitas kesehatan yang belum tertata dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Obat malaria ini sebenarnya sudah didatangkan dari Jakarta cukup banyak. Tapi sekarang banyak masyarakat yang mengeluh ke saya, bahwa ada fasilitas kesehatan yang belum ada stok obat malaria,” ujarnya saat ditemui di Kampung Iwaka, Kamis (18/8/2022).

Baca Juga :  Dinkes Mimika Evaluasi Cakupan Ibu Bersalin di Fasilitas Kesehatan

“Jadi saya berharap dinas kesehatan harus serius menangani ini dengan baik, mendistribusikan juga dengan baik. Proses pengambilan obat dari fasilitas-fasilitas kesehatan ini harus bisa ditata dengan baik,” imbuhnya.

Wabup Rettob juga menegaskan bahwa obat yang merupakan program dari pemerintah tidak boleh diperjualbelikan.

“Obat malaria ini tidak boleh diperdagangkan, ingat itu, karena ini program bantuan. Memang ada fasilitas kesehatan rumah sakit yang beli sendiri mungkin. Tetapi kalau yang diberikan oleh pemerinta itu harus secara cuma-cuma diberikan kepada masyarakat. Rumah sakit atau klinik atau fasilitas kesehatan hanya menarik jasa dokternya saja,” tegasnya.

Lanjut Wabup, ada juga keluhan bahwa di klinik-klinik tertentu terdapat banyak sekali obat malaria, namun di fasilitas kesehatan lain dan puskesmas malah belum didistribusikan sama sekali.

Baca Juga :  Pengkab Perbasi Mimika 2022-2026 Resmi Dilantik

“Saya juga kemarin dengar belum ada informasi dari Dinas Kesehatan kepada fasilitas kesehatan bahwa obat itu sudah ada. Padahal sesungguhnya obat itu sudah ada,” ungkapnya.

“Untuk itu, saya minta Dinas Kesehatan harus terbuka dalam menangani persoalan ini. Sekarang kita mau lihat kerja itu yang serius lah. Kerja itu jangan berpikir hanya untuk kepentingan-kepentingan pribadi, kepentingan golongan, tidak boleh. Kita kerja ini harus betul betul melayani masyarakat. Jadi, berikan pelayanan itu dengan baik. Kita sudah masuk di Kemerdekaan. Masyarakat sudah harus merdeka, merdeka belajar, merdeka sehat, dan merdeka segala macam,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD Jayapura Jaring Masukan Publik, Benahi Tata Kelola Lewat Layanan Digital
Pemkab Mimika Bentuk TP2TB Kejar Target Eliminasi Tuberkulosis
Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit
PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria
PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria
Kasus Malaria Mimika Tembus 118 Ribu, YACP Dorong Media Jadi Penggerak Pencegahan
Pemuda Muslim Dorong Pelajar Jadi Agen Pencegahan Malaria di Mimika
Asap Karhutla Ancam Kelompok Rentan, Amungsa Cares Papua Imbau Penggunaan Masker

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:32 WIT

RSUD Jayapura Jaring Masukan Publik, Benahi Tata Kelola Lewat Layanan Digital

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:35 WIT

Pemkab Mimika Bentuk TP2TB Kejar Target Eliminasi Tuberkulosis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:18 WIT

Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIT

PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:59 WIT

PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria

Berita Terbaru

Korban saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. (Foto: Polsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin)

Hukrim

ASN Korban Penikaman di Ilaga Puncak Dirujuk ke Makassar

Senin, 2 Nov 2026 - 20:59 WIT

Korban penikaman di Ilaga, Kabupaten Puncak. (Foto: Satgas ODC)

Peristiwa

Seorang ASN Ditikam OTK di Ilaga Puncak

Senin, 2 Nov 2026 - 20:50 WIT