DPD Persejasi Papua Tengah Tegaskan Pembekuan DPC Mimika Bukan Keputusan Sepihak

Ahmad

Selasa, 22 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KORMI Kabupaten Mimika, sekaligus Ketua DPD Persejasi Papua Tengah, Habel Taime. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Ketua KORMI Kabupaten Mimika, sekaligus Ketua DPD Persejasi Papua Tengah, Habel Taime. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Ketua DPD Induk Olahraga (Inorga) Persatuan Sepak Bola Berjalan Seluruh Indonesia (Persejasi) Papua Tengah, Habel Taime, membantah tudingan bahwa pembekuan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persejasi Kabupaten Mimika dilakukan secara sepihak.

Penegasan itu disampaikan Habel kepada galeripapua.com saat ditemui di Graha Eme Neme Yauware, Selasa malam (22/7/2025).

Ia menekankan bahwa langkah pembekuan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh yang melibatkan seluruh jajaran pengurus DPD Persejasi Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pembekuan ini bukan keputusan sepihak. Seluruh pengurus DPD kami libatkan dan semua sepakat untuk membekukan SK DPC Persejasi Mimika,” ujar Habel.

Ia menjelaskan bahwa meskipun dirinya juga menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Mimika, pembekuan tersebut dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPD Persejasi Papua Tengah, bukan atas nama KORMI.

Baca Juga :  Demo di Bandung, Mahasiswa Papua Tuntut Hak Penentuan Nasib Sendiri dan Hentikan Operasi Militer

Menurut Habel, evaluasi terhadap kepengurusan DPC Mimika dilakukan menyusul persiapan menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menemukan bahwa kegiatan latihan para penggiat sepak bola berjalan di Mimika tidak sesuai dengan standar organisasi.

“Saat saya turun langsung, tidak ada jadwal latihan yang jelas, tidak ada materi latihan, dan laporan dari penggiat bahwa ketua DPC sering mengganti-ganti pemain setiap minggu. Ini membuat kami kesulitan menentukan atlet yang akan ikut Fornas,” jelasnya.

Habel juga mengungkapkan, Ketua DPC Mimika saat itu, Janet Beatrix Mehue, menolak melepas atlet untuk mengikuti seleksi resmi. Selain melanggar etika organisasi, hal itu dinilai bertentangan dengan semangat pembinaan Persejasi.

Baca Juga :  Kontak Tembak di Hari Kemerdekaan, 1 Prajurit TNI di Mimika Gugur dan 2 Terluka

“Ketika kami minta klarifikasi, tidak ada tanggapan selama lebih dari satu bulan. Sesuai Pasal 10 AD/ART Persejasi, jika dalam 30 hari tidak ada klarifikasi, maka pembekuan dianggap sah,” katanya.

Setelah SK dibekukan, Habel mengaku dilaporkan ke pihak kepolisian oleh pihak DPC yang bersangkutan. Namun, ia menegaskan bahwa proses tersebut telah diselesaikan secara internal sesuai kesepakatan bersama.

“Pihak kepolisian minta agar diselesaikan secara organisasi. Kami sudah kirim undangan untuk klarifikasi pada 30 Juni. Anehnya, di tanggal itu justru muncul pemberitaan yang menyudutkan kami seolah bertindak sepihak,” ucapnya.

Ia pun menegaskan kembali bahwa keputusan tersebut merupakan hasil kolektif pengurus DPD Persejasi Papua Tengah.

“Ini murni hasil evaluasi kinerja. Bukan keputusan Ketua KORMI, melainkan keputusan bersama DPD Persejasi Papua Tengah,” tutup Habel.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Suku Besar Damal Nikolas Alome Ajak Keluarga Hindari Konflik dan Jaga Keamanan Wilayah
Koalisi Sipil Desak Pemerintah Indonesia Buka Akses Pemantauan Internasional ke Papua
Kepala Suku Damal Imbau Masyarakat Kibogolome Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi
AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News
KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua
OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya
Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando
Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:39 WIT

Kepala Suku Besar Damal Nikolas Alome Ajak Keluarga Hindari Konflik dan Jaga Keamanan Wilayah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:54 WIT

Koalisi Sipil Desak Pemerintah Indonesia Buka Akses Pemantauan Internasional ke Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:33 WIT

Kepala Suku Damal Imbau Masyarakat Kibogolome Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIT

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News

Rabu, 30 September 2026 - 15:35 WIT

KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua

Berita Terbaru