DPO KKB Roberth Wenda Dicokok di Jayawijaya, Pelaku Penembakan Bripka Marsidon

Endy Langobelen

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Roberth Wenda alias Kriminal Hesegem diamankan di Mapolres Jayawijaya untuk menjalani pemeriksaan intensif. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Roberth Wenda alias Kriminal Hesegem diamankan di Mapolres Jayawijaya untuk menjalani pemeriksaan intensif. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

JAYAWIJAYA – Dalam sebuah operasi senyap dan terukur, Satgas Operasi Damai Cartenz meringkus dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu, 23 Juli 2025.

Salah satu yang ditangkap adalah Roberth Wenda alias Kriminal Hesegem, pelaku penembakan anggota Polres Jayawijaya dan buronan pelarian dari Lapas Kelas IIA Abepura.

Roberth diketahui terlibat dalam aksi kekerasan bersenjata terhadap Bripka Marsidon Debataraja, anggota kepolisian yang bertugas di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penangkapan dilakukan tanpa letusan peluru, hasil dari pemantauan intelijen dan koordinasi lintas satuan yang matang.

“Penangkapan terhadap Roberth Wenda dan satu rekannya adalah hasil dari kerja keras dan sinergi antar unsur Satgas. Ini menjadi pesan tegas bahwa tidak ada tempat bagi pelaku kekerasan bersenjata yang mengancam aparat maupun masyarakat sipil. Kami akan terus memburu pelaku-pelaku lainnya sampai tuntas,” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, dalam keterangan resmi, Kamis (24/7/2025).

Baca Juga :  Polres Mimika Musnahkan 400 Liter Miras Lokal Jenis Sopi

Penangkapan berlangsung di wilayah yang tak disebutkan secara rinci, namun disebut sebagai bagian dari zona rawan yang selama ini menjadi tempat persembunyian anggota KKB.

Roberth dan seorang rekannya kini diamankan di Mapolres Jayawijaya untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Dalam penangkapan tersebut, aparat juga menyita sejumlah barang bukti yang diyakini berkaitan dengan jaringan kekerasan bersenjata.

Penyidik masih mendalami peran dan keterlibatan keduanya dalam aksi-aksi yang selama ini menebar teror di wilayah pegunungan Papua.

Roberth sendiri bukan nama baru dalam daftar pelaku kekerasan di Papua. Selain terlibat penembakan terhadap Bripka Marsidon, ia diketahui merupakan narapidana yang kabur dari Lapas Abepura beberapa waktu lalu.

Statusnya sebagai DPO membuatnya menjadi target utama Satgas Ops Damai Cartenz dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga :  Akui Tembak TNI di Intan Jaya, OPM Minta Jokowi Berunding Selesaikan Konflik

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi simpatisan KKB.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak termakan isu-isu menyesatkan yang disebar oleh simpatisan KKB. Satgas Ops Damai Cartenz hadir untuk memberikan rasa aman dan kami pastikan setiap tindakan kekerasan akan diusut tuntas. Laporkan jika mengetahui keberadaan pelaku lainnya,” ucap Yusuf.

Penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan bersenjata di Papua terus menjadi prioritas bagi Polri. Satgas Damai Cartenz, yang selama ini mengandalkan operasi berbasis intelijen dan pendekatan soft power, kini memperlihatkan kembali taringnya melalui penangkapan buron kelas kakap.

“Ini bukan akhir, tetapi bagian dari komitmen berkelanjutan kami untuk memastikan tanah Papua tetap aman dari gangguan bersenjata,” tutup Faizal.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika
Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal
Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika
Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi
8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua
Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam
Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar
Begal Merajalela di Mimika, Polres Bentuk Tim Khusus

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:13 WIT

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Juni 2026 - 19:09 WIT

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:35 WIT

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:06 WIT

Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:53 WIT

8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT