Kekerasan di Sugapa: TPNPB Klaim Eksekusi Mati, Polisi Sebut Anggota Terluka Dibacok

Endy Langobelen

Minggu, 29 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban dirawat secara intensif di RSUD Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Korban dirawat secara intensif di RSUD Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

INTAN JAYA — Sabtu (28/6/2025) petang, kabar panas datang dari Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Tiga versi berbeda muncul atas satu insiden kekerasan yang terjadi di sebuah kios di kompleks Palopo.

Kelompok bersenjata TPNPB Kodap VIII Intan Jaya mengklaim telah mengeksekusi mati seorang anggota militer Indonesia.

TNI membantah, menyebut tak ada personelnya yang terlibat, sementara Kepolisian menyatakan anggotanya terluka akibat dibacok orang tak dikenal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam siaran pers yang dirilis Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, juru bicara Sebby Sambom menyebut pasukan TPNPB di bawah pimpinan Kolonel Apeni Kobogau dan Agus Kobogau telah mengeksekusi mati seorang aparat militer Indonesia bernama Ricardo Pasaribu.

Eksekusi itu disebut dilakukan di dalam kios korban, pada malam hari, sebagai respons atas meningkatnya kekerasan terhadap warga sipil Papua pascapengangkatan Aner Maiseni sebagai Bupati Intan Jaya.

“Jika warga imigran Indonesia masih berkeliaran di Intan Jaya, kami akan tembak mati karena itu bagian dari intelijen militer pemerintah Indonesia,” kata Apeni dalam siaran pers tersebut.

Baca Juga :  Bawa Ganja, Seorang Pria Ditangkap di Bandara Mozes Kilangin Timika

Namun, informasi ini segera dibantah oleh pihak TNI dan Kepolisian. Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito, menegaskan bahwa tidak ada personel TNI yang terlibat maupun menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Rudi menyebut korban adalah Haibur Edoardo Pasaribu, yang kemungkinan berprofesi sebagai anggota Polri. “Korbannya hanya luka, tidak meninggal dunia,” ujarnya via pesan WhatsApp, Minggu (29/6/2025).

Informasi itu diperkuat oleh pernyataan resmi Satgas Humas Operasi Damai Cartenz. Dalam rilisnya, mereka menyebut bahwa korban adalah anggota Polres Intan Jaya bernama Bripda Ricardo Pasaribu.

Korban dianiaya oleh dua OTK yang diduga kuat terkait kelompok kriminal bersenjata (KKB), saat berada di kios di kawasan Palopo, Distrik Sugapa.

“Korban saat ini dalam perawatan intensif di RSUD Sugapa akibat luka pada bagian telinga kanan,” jelas Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani.

Baca Juga :  Yonathan Demme Tangdilintin Resmi Jabat Pj Bupati Mimika

Faizal menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah hukum tegas terhadap para pelaku.

“Kami mengutuk keras tindakan kekerasan ini. Aparat akan mengejar dan menindak tegas para pelaku sesuai ketentuan hukum,” tegas Faizal.

Laporan lapangan menyebutkan, usai kejadian, personel TNI-Polri diperintahkan meningkatkan kewaspadaan. Beberapa pos keamanan di Distrik Sugapa disiagakan penuh guna mengantisipasi serangan lanjutan.

Perbedaan narasi antara TPNPB dan aparat negara dalam insiden ini bukan kali pertama terjadi. Namun yang jelas, situasi keamanan di Intan Jaya kembali memanas.

Publik Papua, terutama warga sipil yang tinggal di area konflik, kembali menjadi pihak paling rentan dalam tarik-menarik kekuasaan bersenjata ini.

Ketegangan di Tanah Papua masih jauh dari reda. Jika klaim eksekusi dan ancaman terhadap “warga imigran” terus digaungkan, dan jika aparat keamanan tidak mampu menjawab dengan pendekatan hukum dan kemanusiaan, maka bayang-bayang konflik bersenjata masih akan terus menghantui langit Sugapa.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Amankan Dua Senjata Api di Kampung Mosso Jayapura
HUT BPOM ke-25, Loka POM Mimika Gelar Vaksinasi HPV untuk Cegah Kanker Serviks
Perceraian di Timika Meningkat, Didominasi Pasangan Usia Produktif
OPM Lakukan Penyerangan di SMP YPK Dekai Yahukimo, Satu Orang Tewas
Tujuh Tersangka Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Timika Resmi Diserahkan ke Kejaksaan
Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika
Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus
Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 10:38 WIT

TNI Amankan Dua Senjata Api di Kampung Mosso Jayapura

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:48 WIT

HUT BPOM ke-25, Loka POM Mimika Gelar Vaksinasi HPV untuk Cegah Kanker Serviks

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:04 WIT

Perceraian di Timika Meningkat, Didominasi Pasangan Usia Produktif

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:28 WIT

OPM Lakukan Penyerangan di SMP YPK Dekai Yahukimo, Satu Orang Tewas

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:40 WIT

Tujuh Tersangka Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Timika Resmi Diserahkan ke Kejaksaan

Berita Terbaru

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

Peristiwa

TPNPB-OPM Akui Tembak Aparat dan Rampas Senjata di Mimika

Kamis, 12 Feb 2026 - 12:01 WIT

Sejumlah karyawan yang hendak naik ke Tembaga diperintahkan kembali pulang akibat adanya penembakan di area PT Freeport Indonesia, Mile Point 50, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Freeport

Freeport Tutup Jalan Utama ke Tembagapura Pascapenembakan

Kamis, 12 Feb 2026 - 01:06 WIT

Pesawat PK-SNR milik PT Smart Air Aviation yang ditembak saat menjalankan rute Tanah Merah menuju Danawage/Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Tengah, Rabu (11/2/2026). (Fotoo: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Peristiwa

Pesawat Smart Air Ditembak di Boven Digoel, Dua Pilot Gugur

Rabu, 11 Feb 2026 - 19:13 WIT